ABSTRAKSiswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) yang diharapkan siap untuk masuk dunia kerja, justru dinyatakan sebagai penyumbang terbesar tingkat pengangguran di Indonesia. Hal tersebut mengindikasikan ketidaksesuaian keterampilan yang diperoleh dari sekolah dengan kebutuhan industri, sering kali akibat ketidaksesuaian minat dengan jurusan yang diambil. Ditambah lagi, era VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity, Ambiguity) menciptakan tantangan besar bagi siswa dalam menghadapi transisi menuju dunia kerja karena menyebabkan siswa kehilangan kemampuan memandang masa depan dengan keyakinan positif. Salah satu kemampuan yang perlu untuk dikembangkan guna memungkinkan siswa memandang masa depan secara positif dan meningkatkan kesiapan dalam menghadapi tantangan adalah optimisme dengan school connectedness sebagai salah satu faktor yang memengaruhi. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif yang melibatkan 190 siswa kelas XII SMKN 1 Surakarta. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner berbasis skala Life Orientation Test-Revised (LOT-R) untuk optimisme dan skala Measurement of School Connectedness (MOSC) untuk school connectedness. Analisis data dengan korelasi Pearson menghasilkan r=0.280 dan p<0.05 sehingga menunjukkan adanya hubungan positif signifikan antara school connectedness dan optimisme. Temuan ini menegaskan pentingnya school connectedness sebagai salah satu faktor eksternal yang mendukung pembentukan optimisme siswa. Penelitian ini memberikan kontribusi teoretis untuk pengembangan lebih dalam terkait faktor-faktor yang memengaruhi optimisme, terlebih pada siswa SMK. Kata Kunci: optimisme; school connectedness; siswa SMK ABSTRACTVocational High School (SMK) students, who are expected to be ready to enter the workforce, are reported as the largest contributors to unemployment in Indonesia. This indicated a mismatch between the skills acquired at school and industry demands, often due to a misalignment between students’ interests and chosen fields of study. Moreover, the VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity, Ambiguity) era creates significant challenges for students transitioning into the workforce, as it undermines their ability to view the future with positive confidence. Optimism is a key competency that needs to be developed to enable students to view their future positively and enhance readiness to face challenges, with school connectedness being one of the influencing factors. This study employed a quantitative method involving 190 Grade XII students of SMKN 1 Surakarta. Data were collected using the Life Orientation Test-Revised (LOT-R) and the Measurement of School Connectedness (MOSC) scale to measure optimism and school connectedness. Pearson correlation analysis yielded r=0.280 and p<0.05, indicating a significant positive relationship between school connectedness and optimism. The findings highlight the importance of school connectedness as an external factor supporting the development of students’ optimism. This study contributes theoretically to understanding factors influencing optimism, particularly among vocational students. Keywords: optimism; school connectedness; vocational students