Mursal Aziz
STIT Al-Ittihadiyah Labuhanbatu Utara Sumatera Utara, Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Implementation of Differentiation-Based Learning Media in the Context of Elementary Education in the Islamic Education Curriculum Mursal Aziz; Dedi Sahputra Napitupulu; Juli Andriyana
Urwatul Wutsqo: Jurnal Studi Kependidikan dan Keislaman Vol. 14 No. 2 (2025): Sociocultural Islamic Education
Publisher : Lembaga Penelitian, Penerbitan dan Pengabdian Masyarakat (LP3M) IAI Al Urwatul Wutsqo - Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54437/urwatulwutsqo.v14i2.2108

Abstract

This research is in the discourse of Islamic education and differentiation-based learning innovation, which has so far been more often discussed in the context of general education than applied in religious curriculum, especially at the elementary level. This article aims to explore the implementation of differentiation-based learning media in the Islamic education curriculum at Madrasah Ibtidaiyah Nurul Husna, and its impact on students' learning experiences. This study uses a qualitative approach with a phenomenological method, where data are collected through participatory observation, in-depth interviews with teachers, principals, and students, as well as documentation studies of learning planning and teaching media used. The research location was chosen purposively because this madrasah is known to actively implement innovative learning approaches. The research findings show that the use of differentiated learning media in the madrasah not only improves the understanding of Islamic material cognitively, but also strengthens affective aspects such as empathy and student spirituality. This approach allows teachers to deliver material according to students' readiness, interests, and learning styles, which has a positive impact on learning engagement. The contribution of this paper lies in expanding the concept of differentiation to the realm of elementary religious education, as well as offering a new perspective on the integration of Islamic values ??in differentiated learning. This study confirms the importance of adaptive and inclusive learning strategies in Islamic education. This result is significant because it paves the way for the transformation of religious learning that is more contextual and relevant to the characteristics of students.
Efektivitas Metode Storytelling dalam Penanaman Nilai Karakter Islami pada Anak Usia Dini Perspektif Kurikulum Pendidikan Islam Mursal Aziz; Dedi Sahputra Napitupulu; Fatimah Fatimah
Al-Munawwarah : Jurnal Pendidikan Islam Vol. 18 No. 1 (2026): Al-Munawwarah : Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Sekolah Tinggi Agama Islam Nahdlatul Wathan Samawa Sumbawa Besar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35964/almunawwarah.v18i1.521

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya penanaman nilai karakter Islami pada anak usia dini yang masih menghadapi kendala dalam pembelajaran yang cenderung kurang menarik dan belum menyentuh aspek afektif secara optimal. Metode storytelling dipandang sebagai alternatif yang mampu menyampaikan nilai-nilai moral secara kontekstual, menyenangkan, dan bermakna. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas metode storytelling dalam penanaman nilai karakter Islami pada anak usia dini dalam perspektif kurikulum pendidikan Islam. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis deskriptif yang dilaksanakan di PAUD Kasih Anggun Pasar Bilah, dengan subjek penelitian meliputi kepala sekolah, guru, orang tua, dan anak usia dini. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi, sedangkan analisis data menggunakan model Miles dan Huberman melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, serta diuji keabsahannya melalui triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode storytelling efektif dalam menanamkan nilai karakter Islami seperti kejujuran, disiplin, tanggung jawab, dan empati, yang terlihat dari perubahan perilaku anak baik di sekolah maupun di rumah. Selain itu, storytelling meningkatkan keterlibatan, antusiasme, dan pemahaman anak terhadap nilai-nilai moral melalui pengalaman belajar yang menyenangkan. Keberhasilan metode ini didukung oleh kreativitas guru, kebijakan lembaga, dan peran orang tua, meskipun terdapat kendala seperti keterbatasan waktu dan media pembelajaran. Dengan demikian, storytelling merupakan strategi yang relevan dan efektif dalam pembelajaran berbasis kurikulum pendidikan Islam untuk membentuk karakter anak usia dini secara holistik.