Rina Fauziah
Departemen Kesehatan Lingkungan, Politeknik Kesehatan Kemenkes Jambi, Indonesia

Published : 6 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Pembuatan Wadah Sampah di RT. 68 Kelurahan Kenali Besar Kecamatan Alam Barajo Kota Jambi Sondang Siahaan; Suparmi Suparmi; Rina Fauziah
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Kabanti Vol. 1 No. 2 (2025): Kabanti: Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Progres Ilmiah Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengelolaan lingkungan merupakan suatu hal yang harus dilaksanakan agar dapat hidup sehat. Kondisi lingkungan yang sehat dapat mendukung tumbuh kembangnya perilaku hidup sehat dan dapat mempengaruhi kesehatan jasmani maupun rohani serta terhindar dari pengaruh negatif yang dapat merusak kesehatan. Tujuan Pengabdian adalah untuk mengoptimalkan penyediaan fasilitas sanitasi di RT 68 dan memutuskan mata rantai risiko penularan penyakit berbasis lingkungan yang disebabkan oleh sampah dilingkungan pemukiman warga. Kegiatan pengabdian masyarakat dilaksanakan di RT 68 Kelurahan Kenali Besar Kecamatan Alam Barajo Kota Jambi selama 16 hari, mulai 4 hingga 19 Mei 2024. Metode pelaksanaan meliputi empat tahap, yaitu: (1) persiapan, berupa survei pendahuluan untuk mengidentifikasi kondisi sanitasi dasar dan koordinasi dengan pihak terkait; (2) pelaksanaan, melalui sosialisasi dan penyuluhan tentang pengelolaan sampah rumah tangga serta pemberian bantuan wadah sampah standar; (3) evaluasi, serta (4) monitoring, yang dilakukan secara berkala oleh ketua RT, tokoh masyarakat, dan mahasiswa pendamping guna memastikan keberlanjutan program. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa terdapat masalah sanitasi dasar di Kel. Kenali Besar Kec. Alam Barajo Kota Jambi yaitu kondisi tempat sampah yang tidak memenuhi syarat dan jumlah tempat sampah yang sangat minim, diberikan bantuan wadah/tempat sampah untuk menampung sampah dengan konstruksi yang memenuhi standar. Kesimpulan pengabdian bahwa masih ditemukan permasalahan sanitasi dasar, khususnya terkait dengan penyediaan wadah sampah berupa tong sampah yang jumlahnya belum memadai.
Optimalisasi Sarana Air Bersih Sumur Gali di RT 02 Desa Suka Maju Kec. Mestong Kab. Muara Jambi Provinsi Jambi Sondang Siahaan; Rina Fauziah; Suparmi Suparmi
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Kabanti Vol. 2 No. 2 (2026): Kabanti: Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Progres Ilmiah Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Selain sebagai kebutuhan manusia air juga dapat menjadi sarana penularan penyakit. Penularan penyakit: penyakit kholera, penyakit diare, penyakit typhoid, penyakit hepatitis infeksiosa, penyakit disentri basiler. Tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk mengoptimalkan ketersediaan sarana  air bersih berupa sumur gali di RT 02 desa Suka Maju Kecamatan Mestong Kabupaten Muara Jambi. Kegiatan pengabdian masyarakat  ini dilaksanakan selama  40 hari mulai  tanggal  29 Maret  s.d 10 Mei 2024. Tempat pelaksanaan  di pemukiman warga RT 02 desa Suka Maju Kecamatan Mestong, Kabupaten Muaro Jambi. Hasil pengabdiaa menunjukkan terdapat masalah sarana air bersih di pemukiman warga RT 02 desa Suka Maju Kecamatan Mestong, Kabupaten Muaro Jambi yaitu kondisi fisik sumur tidak memenuhi syarat sebagai sarana air bersih yang sehat karena tidak memiliki SPAL, sumur dibiarkan terbuka dan tidak memiliki tutup sehingga selain akan membahayakan bagi anak-anak yang bermain di lingkungan rumah tersebut, juga kemungkinan terjadi kontaminasi akibat dari kotoran yang masuk ke dalam sumur sehingga bisa mengurangi kualitas air sumur tersebut. Kesimpulan pengabdian bahwa melalui kegiatan sosialisasi dan intervensi perbaikan fisik sumur gali, terjadi peningkatan kualitas sarana air bersih serta pemahaman masyarakat mengenai pentingnya sanitasi dasar.
Faktor Penyebab Kejadian Penyakit Dermatitis Kontak di Wilayah Puskesmas Nipah Panjang Suparmi Suparmi; Rina Fauziah; Sondang Siahaan
Nursing Care and Health Technology Journal (NCHAT) Vol. 5 No. 2 (2025): Nursing and Health Care Technology-July to December Period
Publisher : Progres Ilmiah Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56742/nchat.v5i2.214

Abstract

Dermatitis kontak merupakan salah satu masalah kesehatan kulit yang sering terjadi dan dipengaruhi oleh berbagai faktor, terutama perilaku kebersihan diri dan kondisi sanitasi lingkungan. Kasus dermatitis kontak di wilayah kerja Puskesmas Nipah Panjang cukup tinggi, sehingga perlu dilakukan penelitian untuk mengetahui faktor penyebabnya. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan faktor personal hygiene, sarana air bersih, dan jamban sehat terhadap kejadian dermatitis kontak. Penelitian menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan deskriptif. Sampel sebanyak 204 responden penderita dermatitis kontak usia 20–54 tahun ditentukan dengan rumus Slovin. Data dikumpulkan melalui kuesioner checklist, observasi, dan data sekunder dari Puskesmas. Analisis dilakukan secara univariat untuk melihat distribusi frekuensi dan persentase masing-masing variabel. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar responden memiliki personal hygiene yang buruk (78%), sarana air bersih yang tidak memenuhi syarat (90%), dan jamban yang tidak sehat (71%). Proporsi responden dengan keluhan dermatitis kontak mencapai 90%. Kesimpulan penelitian bahwa personal hygiene yang rendah, keterbatasan akses air bersih, dan kondisi jamban yang tidak sehat merupakan faktor dominan penyebab tingginya kejadian dermatitis kontak..
Gambaran Sanitasi Pasar Rakyat Bungur Kabupaten Bungo Sondang Siahaan; Rina Fauziah; Suparmi Suparmi
Nursing Care and Health Technology Journal (NCHAT) Vol. 6 No. 1 (2026): Nursing and Health Care Technology-January to June Period
Publisher : Progres Ilmiah Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56742/nchat.v6i1.252

Abstract

Sanitasi pasar merupakan salah satu komponen penting dalam upaya menjaga kesehatan lingkungan dan mencegah penularan penyakit berbasis lingkungan di tempat umum. Pasar yang tidak memenuhi standar sanitasi berpotensi menjadi sumber pencemaran, tempat berkembangnya vektor penyakit, serta risiko kontaminasi pangan. Kondisi ini terlihat pada Pasar Rakyat Bungur Kabupaten Bungo yang masih menghadapi berbagai permasalahan sanitasi pada beberapa fasilitas pendukung. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan kondisi sanitasi Pasar Rakyat Bungur Tahun 2023 berdasarkan standar Permenkes No. 17 Tahun 2020. Penelitian menggunakan desain deskriptif dengan pendekatan observasional, melibatkan pengelola pasar, pedagang, dan petugas kebersihan melalui observasi lapangan, wawancara, dan checklist penilaian lingkungan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hanya 47.3% komponen sanitasi yang memenuhi syarat, sementara 52.7% tidak memenuhi standar, terutama pada aspek pengelolaan sampah, sarana pembuangan air limbah, pengendalian vektor, dan fasilitas cuci tangan. Kesimpulan penelitian menyatakan bahwa Pasar Rakyat Bungur masih tergolong sebagai pasar tidak sehat sehingga memerlukan perbaikan sarana sanitasi, peningkatan pemeliharaan lingkungan, serta penguatan perilaku higiene bagi pedagang dan pengunjung.
Gambaran Sanitasi Pasar Induk Talang Gulo Kota Jambi Tahun 2024 Sondang Siahaan; Rina Fauziah; Emilia Chandra; Ari Valentino
Nursing Care and Health Technology Journal (NCHAT) Vol. 6 No. 2 (2026): Nursing and Health Care Technology-July to December Period
Publisher : Progres Ilmiah Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56742/nchat.v6i2.279

Abstract

Sanitasi pasar adalah usaha pengendalian melalui kegiatan pengawasan dan pemeriksaan terhadap pengaruh yang ditimbulkan oleh pasar yang erat dengan merebaknya suatu penyakit. Penelitian ini bertujuan untuk melihat gambaran sanitasi Pasar Induk Talang Gulo Kota Jambi yang meliputi penyediaan air bersih, toilet, pengelolaan sampah, pengelolaan limbah, tempat cuci tangan, serta pengendalian vektor penyakit di Pasar Induk Talang Gulo Kota Jambi. Jenis penelitian yang digunakan adalah survey deskriptif untuk melihat gambaran sanitasi Pasar Induk Talang Gulo Kota Jambi. Objek penelitian ini adalah kondisi sanitasi yang ada di Pasar Induk Talang Gulo Kota Jambi. Hasil penelitian menunjukkan sebanyak 6 item penilaian penyediaan air bersih tidak memenuhi persyaratan dengan persentase 100%, sebanyak 8 item penilaian toilet perempuan tidak memenuhi persyaratan dengan persentase 100% dan 8 item penilaian toilet laki-laki tidak memenuhi persyaratan 100%, sebanyak 6 item penilaian tempat pembuangan sampah tidak memenuhi persyaratan dengan persentase 100%, 8 item penilaian pada saluran pembuangan limbah atau drainase tidak memenuhi persyaratan dengan persentase 87.5%, sebanyak 5 item penilaian tempat cuci tangan tidak memenuhi persyaratan dengan persentase 60%, serta 5 item penilaian pengendalian vektor penyakit tidak memenuhi persyaratan dengan persentase 80%. Kesimpulan penelitian menunjukkan bahwa Pasar Induk Talang Gulo Kota Jambi memiliki sanitasi dengan kriteria tidak memenuhi persyaratan sanitasi Pasar sehat karena jumlah skor memenuhi syarat <70%.
Pengelolaan Sampah di Pasar Tradisional Tanjung Bajure Kota Sungai Penuh Suparmi Suparmi; Rina Fauziah; Sondang Siahaan; Selvy Helka Mutiara
Nursing Care and Health Technology Journal (NCHAT) Vol. 6 No. 2 (2026): Nursing and Health Care Technology-July to December Period
Publisher : Progres Ilmiah Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56742/nchat.v6i2.295

Abstract

Sampah di Pasar Tradisional Tanjung Bajure Kota Sungai Penuh berasal dari aktivitas kios dan toko dengan timbulan mencapai 4–5 ton per hari. Namun, pengelolaan sampah di pasar tersebut belum optimal, ditandai dengan tidak tersedianya Tempat Penampungan Sementara (TPS) yang memadai serta keterbatasan sarana dan prasarana. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran pengelolaan sampah di Pasar Tradisional Tanjung Bajure Kota Sungai Penuh Tahun 2023. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan observasional yang dilaksanakan pada bulan Juni–Juli 2023. Populasi penelitian terdiri dari 550 pedagang dan 7 petugas kebersihan. Sampel pedagang sebanyak 85 orang ditentukan menggunakan rumus Slovin dengan teknik purposive sampling, sedangkan seluruh petugas kebersihan dijadikan sampel. Data dikumpulkan melalui wawancara menggunakan kuesioner dan observasi, kemudian dianalisis secara univariat dalam bentuk distribusi frekuensi dan persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengumpulan sampah dalam kategori tidak baik sebesar 56.5%, pengangkutan sampah tidak baik sebesar 57%, sarana penampungan sampah tidak baik sebesar 77.6%, peran pedagang tidak baik sebesar 53%, dan peran petugas kebersihan tidak baik sebesar 57%. Dapat disimpulkan bahwa pengelolaan sampah di Pasar Tradisional Tanjung Bajure Kota Sungai Penuh masih belum memenuhi standar pasar sehat. Diperlukan perbaikan sarana dan prasarana, peningkatan pengawasan, serta penguatan partisipasi pedagang dan petugas kebersihan guna mewujudkan lingkungan pasar yang bersih dan sehat.