Zamli
Departemen Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kesehatan, Universitas Mega Buana Palopo, Indonesia

Published : 7 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

Penyuluhan Kesehatan Pencegahan Ulkus Diabetikum Pada Pasien Diabetes di Praktek Mandiri Jelni Wound Care Jelni M. Oruh; Zamli
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Kabanti Vol. 1 No. 2 (2025): Kabanti: Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Progres Ilmiah Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Diabetes melitus merupakan salah satu penyakit kronis yang prevalensinya terus meningkat dan dapat menimbulkan komplikasi serius, salah satunya ulkus diabetikum. Ulkus diabetikum berpotensi menyebabkan infeksi bahkan amputasi, sehingga diperlukan upaya promotif dan preventif untuk mencegah terjadinya komplikasi tersebut. Tujuan dari kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah meningkatkan pengetahuan dan keterampilan pasien diabetes serta keluarga dalam pencegahan ulkus diabetikum. Kegiatan dilaksanakan di Praktek Mandiri Jelni Wound Care Kota Manado pada tanggal 19–25 Juli 2025 dengan metode penyuluhan kesehatan, diskusi interaktif, pemeriksaan kadar gula darah, serta monitoring dan evaluasi setelah kegiatan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman pasien dan keluarga mengenai pola makan sehat, aktivitas fisik, perawatan kaki, serta pentingnya pemeriksaan kadar gula darah secara rutin. Pemeriksaan gula darah gratis juga membantu pasien menyadari kondisi kesehatan mereka. Monitoring setelah satu minggu menunjukkan adanya perubahan perilaku ke arah yang lebih sehat, khususnya dalam pengendalian gula darah dan kepatuhan pola makan. Dengan demikian, penyuluhan kesehatan terbukti efektif dalam meningkatkan kesadaran dan mendorong pencegahan komplikasi ulkus diabetikum pada pasien diabetes.
Kekurangan Energi Kronis (KEK) Pada Ibu Hamil di Puskesmas Kanapa – Napa Job Jeki Hakiman; Zamli
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Kabanti Vol. 1 No. 2 (2025): Kabanti: Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Progres Ilmiah Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kekurangan Energi Kronis (KEK) pada ibu hamil merupakan salah satu masalah gizi yang berdampak serius terhadap kesehatan ibu dan janin, termasuk risiko bayi berat lahir rendah, persalinan prematur, dan kematian maternal maupun neonatal. Upaya pencegahan KEK perlu dilakukan melalui edukasi gizi yang komprehensif dan berbasis komunitas. Tujuan kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan kesadaran ibu hamil serta keluarga dalam mencegah KEK. Kegiatan dilaksanakan di wilayah kerja UPTD Puskesmas Kanapa-Napa, Kabupaten Buton Tengah, pada Juli 2025 dengan metode penyuluhan kesehatan, praktik penyusunan menu berbasis pangan lokal, simulasi membaca label gizi, serta pendampingan kader posyandu. Hasil menunjukkan adanya peningkatan signifikan pengetahuan peserta berdasarkan skor pre-test dan post-test, yaitu pemahaman tentang KEK (45% menjadi 88%), dampak KEK terhadap kehamilan (38% menjadi 84%), pengetahuan sumber makanan bergizi (52% menjadi 90%), dan keterampilan membaca label gizi (25% menjadi 76%). Peserta juga menunjukkan perubahan sikap positif dalam menyusun menu harian serta meningkatkan kesadaran terhadap pentingnya gizi seimbang selama kehamilan. Kesimpulan pengabdian bahwa kegiatan ini terbukti efektif dalam meningkatkan kapasitas ibu hamil dan keluarga dalam pencegahan KEK serta memperkuat peran kader posyandu sebagai agen edukasi gizi di masyarakat.
Mengenal Cara Perawatan Bayi Baru Lahir 0 - 28 Hari (Neonatus) Dely Batasio; Zamli
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Kabanti Vol. 1 No. 2 (2025): Kabanti: Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Progres Ilmiah Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Periode neonatal merupakan fase kritis dalam kehidupan bayi karena sistem tubuh belum berfungsi optimal sehingga rentan mengalami gangguan kesehatan. Namun, pengetahuan masyarakat tentang perawatan bayi baru lahir masih terbatas dan sering dipengaruhi oleh praktik tradisional yang tidak sesuai standar medis. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan ibu serta kader posyandu dalam perawatan neonatus. Metode yang digunakan meliputi persiapan, penyuluhan interaktif, demonstrasi praktik, diskusi, serta evaluasi pengetahuan sebelum dan sesudah kegiatan dengan melibatkan 20 ibu dan 5 kader posyandu di wilayah kerja Puskesmas Simpang Raya. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta, di mana kategori pengetahuan baik meningkat dari 5 orang menjadi 15 orang, sementara kategori kurang menurun dari 15 orang menjadi 5 orang. Peserta juga lebih percaya diri dalam melakukan praktik perawatan bayi seperti memandikan, menyusui, dan merawat tali pusat. Kesimpulannya bahwa kegiatan edukasi berbasis penyuluhan interaktif dan praktik langsung efektif dalam meningkatkan literasi kesehatan ibu dan keluarga terkait perawatan neonatus.
Penyuluhan Keluarga Berencana : Penggunaan Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) di Desa Koroncia dan Desa Teromu Kecamatan Mangkutana Kabupaten Luwu Timur Marce Lobo Pata; Zamli
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Kabanti Vol. 1 No. 2 (2025): Kabanti: Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Progres Ilmiah Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Permasalahan kependudukan di Indonesia masih ditandai dengan tingginya angka kelahiran dan rendahnya penggunaan Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP). Kondisi ini berdampak pada tingginya risiko kehamilan tidak diinginkan dan rendahnya kualitas kesehatan reproduksi masyarakat. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran pasangan usia subur (PUS) tentang pentingnya penggunaan MKJP sebagai upaya mendukung program keluarga berencana dan kesejahteraan keluarga. Kegiatan dilaksanakan melalui tahapan persiapan, pelaksanaan, evaluasi, dan monitoring. Penyuluhan dilakukan di Desa Teromu dan Desa Koroncia Kecamatan Mangkutana Kabupaten Luwu Timur selama lima hari, dengan melibatkan ±50 peserta pasangan usia subur. Instrumen evaluasi berupa pre-test dan post-test digunakan untuk menilai peningkatan pengetahuan peserta setelah kegiatan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan pengetahuan peserta mengenai MKJP. Sebelum penyuluhan, hanya 38% peserta yang memiliki pengetahuan baik, dan setelah kegiatan meningkat menjadi 82%. Selain itu, sebanyak 20% peserta menyatakan minat untuk berkonsultasi lebih lanjut terkait penggunaan MKJP di fasilitas kesehatan. Kesimpulan pengabdian bahwa penyuluhan keluarga berencana terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan, mengubah persepsi, serta menumbuhkan minat pasangan usia subur terhadap penggunaan MKJP.
Pertemuan Kelas Ibu Hamil sebagai Upaya Peningkatan Kesehatan Ibu dan Anak Yulce Modjanggo; Zamli
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Kabanti Vol. 1 No. 2 (2025): Kabanti: Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Progres Ilmiah Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kesehatan ibu hamil merupakan salah satu indikator penting dalam upaya menurunkan angka kematian ibu (AKI) dan angka kematian bayi (AKB) di Indonesia. Meskipun tren penurunan AKI dan AKB menunjukkan hasil positif, namun tantangan masih besar terutama di wilayah pedesaan yang memiliki keterbatasan akses informasi dan layanan kesehatan. Desa Cemerlang, Kecamatan Masama, Kabupaten Banggai, merupakan salah satu wilayah dengan permasalahan rendahnya pengetahuan ibu hamil mengenai gizi seimbang, tanda bahaya kehamilan, persiapan persalinan, serta masih kuatnya pengaruh mitos dalam praktik kesehatan. Tujuan pelaksanaan PKM ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan, sikap, dan keterampilan ibu hamil di Desa Cemerlang agar dapat menjalani kehamilan yang sehat, aman, dan siap menghadapi persalinan. Metode kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) berupa Pertemuan Kelas Ibu Hamil dengan melibatkan 20 peserta ibu hamil usia kehamilan 20–32 minggu. Kegiatan dilaksanakan selama tiga hari dengan metode penyuluhan interaktif, diskusi kelompok, dan demonstrasi. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan, sikap, dan keterampilan ibu hamil dalam mengenali perubahan fisiologis, kebutuhan gizi, tanda bahaya kehamilan, serta pemahaman tentang program KB pascapersalinan. Peserta juga mulai mampu mengkritisi mitos yang tidak sesuai dengan prinsip kesehatan modern serta menyusun rencana persalinan yang lebih rinci. Kesimpulan kegiatan ini berdampak positif tidak hanya bagi peserta, tetapi juga bagi Puskesmas Tangeban dalam memperkuat upaya promotif dan preventif kesehatan ibu dan anak
Remaja Sehat, Remaja Hebat: Cegah Pergaulan Bebas, Jaga Masa Depan Remaja Marlina Alia; Zamli
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Kabanti Vol. 1 No. 2 (2025): Kabanti: Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Progres Ilmiah Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masa remaja merupakan periode transisi yang sangat penting dalam pembentukan karakter dan identitas diri, namun juga menjadi fase yang rentan terhadap berbagai pengaruh negatif, termasuk pergaulan bebas, seks pranikah, penyalahgunaan narkoba, dan perilaku menyimpang lainnya. Fenomena ini tidak hanya berdampak pada kesehatan fisik dan mental remaja, tetapi juga berimplikasi terhadap masa depan mereka, termasuk meningkatnya risiko pernikahan dini, kehamilan remaja, serta masalah sosial lainnya. Pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, kesadaran, dan keterampilan remaja dalam mencegah pergaulan bebas. Kegiatan dilaksanakan pada tanggal 15–16 Juli 2025 di SMA Negeri 1 Tinangkung dan SMK Negeri 1 Tinangkung, Kabupaten Banggai Kepulauan, dengan melibatkan 62 siswa kelas X sebagai peserta. Metode yang digunakan meliputi penyuluhan interaktif, diskusi kelompok terfokus, role play, serta refleksi dan komitmen bersama. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan yang signifikan, dengan rata-rata nilai siswa meningkat dari 56.8 pada pre-test menjadi 81.4 pada post-test. Kesimpulan pengabdian bahwa kegiatan tersebut berhasil meningkatkan pengetahuan, kesadaran, dan keterampilan remaja dalam mencegah pergaulan bebas.
Kenali dan Kendalikan Hipertensi Sejak Dini di Wilayah Kerja Puskesmas Kanapa – Napa Sarman; Zamli
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Kabanti Vol. 1 No. 2 (2025): Kabanti: Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Progres Ilmiah Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kasus hipertensi di wilayah kerja Puskesmas Kanapa-Napa, Kabupaten Buton Tengah masih cukup tinggi dan banyak yang tidak terdeteksi sejak dini akibat keterbatasan akses informasi kesehatan serta rendahnya kesadaran masyarakat untuk melakukan pemeriksaan rutin. Melihat kondisi tersebut, Program Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) bertema “Kenali dan Kendalikan Hipertensi Sejak Dini” dilaksanakan dengan tujuan meningkatkan pengetahuan, kesadaran, dan kemampuan masyarakat dalam mengenali serta mengendalikan hipertensi melalui kegiatan penyuluhan, simulasi, dan pendampingan. Kegiatan dilaksanakan pada tanggal 10–11 Juli 2025 di Desa Terapung dan Desa Tanailandu dengan melibatkan 45 peserta yang terdiri dari 25 usia produktif dan 20 lansia. Metode pelaksanaan meliputi koordinasi dengan mitra, penyuluhan interaktif, simulasi pengukuran tekanan darah, diskusi kelompok, serta evaluasi melalui pre-test dan post-test. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan yang signifikan, dengan rata-rata skor peserta usia produktif meningkat dari 56.8 menjadi 84.0 dan lansia meningkat dari 48.5 menjadi 78.5. begitupula kesadaran masyarakat, peserta menunjukkan antusiasme tinggi, berkomitmen untuk mengubah gaya hidup, dan sebagian mendaftarkan diri untuk mengikuti pemantauan tekanan darah rutin di puskesmas. Kesimpulannya, kegiatan PKM ini berhasil meningkatkan pemahaman dan kesadaran masyarakat mengenai hipertensi serta mendorong perubahan perilaku menuju pola hidup sehat. Keterlibatan kader kesehatan dan keluarga terbukti menjadi faktor penting dalam keberhasilan kegiatan