Ni Luh Putu Hariastuti
Teknik Industri, Fakultas Teknologi Industri Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Penentuan Strategi Pengembangan Usaha Olahan Ikan Bandeng melalui Penerapan Metode SWOT dan Fuzzy AHP (Studi Kasus: UD. Arshaindo) Ni Luh Putu Hariastuti; Muhammad Mudhofar
Journal of Industrial View Vol. 6 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Merdeka Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26905/jiv.v6i1.12385

Abstract

Abstract  Business development in Indonesia, especially in the fish processing business, really needs support from advances in technology and information as factors that have an important role in encouraging people's purchasing power. UD Arshaindo is one of the small-scale home-based industrial players in the culinary sector which operates in the fish processing sector. Milkfish is the main raw material for this company. Problems that arise at UD. Arshaindo is a decrease in product sales levels from the previous year. The decline in sales of processed fish products could be caused by changes in market demand, decline in product quality, intense competition, environmental crisis, lack of marketing strategy, changes in raw material prices, and changes in government policy. The variety of factors causing this requires companies to be able to anticipate changes that occur by formulating appropriate strategies as an effort to increase sales and the competitiveness of fish processing businesses. In this research, the strategy development process refers to the SWOT and Fuzzy AHP method analysis. The SWOT method is used to formulate various strategies to increase sales and Fuzzy AHP completes the analysis in an effort to decide on the most appropriate strategy from among the strategies produced at the SWOT method stage. The research results showed that UD. Arshaindo is in quadrant I which leads to a growth strategy by utilizing strengths to seize existing opportunities (SO). Based on strategic priorities using the fuzzy AHP method, the SO2 strategy (creating new processed milkfish variants through selecting quality raw materials and increasing workers' abilities with the aim of maintaining people's consumption interest) was obtained as the first priority with a weight of 0.4688 and SO1 (developing a sales system for both online markets and offline by utilizing marketing technology through safe and attractive packaging and appropriate digital promotion) as the second priority with a weight of 0.2739. By implementing the design strategy, the hope of increasing sales and the Company's competitiveness can be achieved well.  Abstrak Perkembangan usaha di negara Indonesia khususnya pada bisnis pengolahan ikan, sangatlah diperlukan dukungan kemajuan teknologi dan informasi sebagai faktor yang memiliki peran penting dalam mendorong daya beli masyarakat. UD Arshaindo adalah salah satu pelaku industri dengan skala kecil rumahan pada sektor kuliner yang bergerak dibidang pengolahan ikan. Ikan bandeng merupakan bahan baku utama perusahaan ini. Permasalahan yang muncul pada UD. Arshaindo adalah terjadinya penurunan tingkat penjualan produk dari tahun tahun sebelumnya. Penurunan penjualan produk olahan ikan bisa disebabkan oleh adanya perubahan permintaan pasar, penurunan kualitas produk, persaingan ketat, krisis lingkungan, kurangnya strategi pemasaran, perubahan harga bahan baku, dan perubahan kebijakan pemerintah. Cukup beragamnya faktor penyebab ini, menuntut pihak Perusahaan dapat mengantisipasi perubahan yang terjadi dengan melakukan perumusan strategi yang tepat sebagai upaya meningkatkan penjualan dan daya saing usaha pengolahan ikan. Dalam penelitian ini proses pengembangan strategi mengacu pada analisis metode SWOT dan fuzzy AHP. Metode SWOT digunakan untuk merumuskan berbagai strategi peningkatakan penjualan dan fuzzy AHP melengkapi analisis didalam usaha memutuskan pemilihan strategi yang paling tepat dari sekian strategi yang dihasilkan pada tahapan metode SWOT. Hasil penelitian menunjukkan UD. Arshaindo berada di kuadran I yang mengarah pada strategi pertumbuhan dengan memanfaatkan kekuatan untuk meraih peluang yang ada (SO). Berdasarkan prioritas strategi dengan metode fuzzy AHP diperoleh strategi SO2 (menciptakan varian olahan bandeng baru melalui pemilihan bahan baku berkualitas serta meningkatkan kemampuan pekerja dengan tujuan mempertahankan minat konsumsi masyarakat) sebagai prioritas pertama dengan bobot 0,4688 dan SO1 (mengembangkan sistem penjualan baik pasar online maupun offline dengan memanfaatkan teknologi pemasaran melalui kemasan yang aman dan menarik serta promosi digital yang tepat) sebagai prioritas kedua dengan bobot 0,2739. Dengan menerapkan strategi rancangan maka harapan peningkatan penjualan dan daya saing Perusahaan dapat tercapai dengan baik
Analisa Penyebab Keterlambatan Pengiriman Semen Menggunakan Metode DMAIC (Define, Measure, Analyze, Improve, Control) (Studi Kasus: PT. Semen Indonesia Logistik) Ni Luh Putu Hariastuti; Arif Rahman
Journal of Industrial View Vol. 7 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Merdeka Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26905/jiv.v7i1.13175

Abstract

Logistics is a process that is carried out strategically to manage the procurement, storage and movement of materials or spare parts and finished goods. PT. SILOG is a subsidiary of PT. SILOG operates in the service product sector, namely logistics and transportation, trade in manufactured building materials, trade in manufactured industrial goods, and trade in mining materials. Problems that arise at PT. Semen Indonesia Logistics is a delay in the delivery of goods or documents which can reduce customer trust and satisfaction which results in losses for the company. The research aims to determine the causes of delays in cement delivery and provide recommendations for improvements using the DMAIC concept. The research results show that at the define stage PT. SILOG has an important role as a supplier, at the measure stage it is known that the delay rate is 29.80% and timeliness is 70.20%, while the DPMO calculation shows 297,979 possible delays out of one million opportunities, at the analyze stage there are 4 factors causing delays such as skill, system, surrounding and supplier, at the improvement stage, proposals for improvement are made as a result of brainstorming with the department which includes driver training, updating the work environment, fleet maintenance, at the control stage monitoring the progress of the improvement process carried out by suppliers or other parties involved and evaluating improvements to improve service quality and customer satisfaction.   Logistik sebuah proses yang dijalankan secara strategis untuk mengelola pengadaan, penyimpanan, dan juga pergerakan material atau suku cadang, dan barang jadi. PT. SILOG merupakan salah satu anak perusahaan dari PT. SILOG yang bergerak dibidang produk jasa yaitu logistik dan transportasi, perdagangan bahan bangunan manufaktur, perdagangan barang industri manufaktur, dan perdagangan bahan tambang. Permasalahan yang muncul pada PT. Semen Indonesia Logistik adalah adanya keterlambatan dalam pengiriman barang ataupun dokumen sehingga dapat mengurangi kepercayaan dan kepuasan pelanggan yang mengakibatkan kerugian pada perusahaan. Dalam penelitian bertujuan untuk mengetahui penyebab keterlambatan pengiriman semen dan memberikan rekomendasi perbaikan dengan konsep DMAIC. Hasil penelitian menunjukkan pada tahap define PT. SILOG memiliki peran penting sebagai supplier, pada tahap measure diketahui tingkat keterlambatan sebesar 29,80% dan ketepatan waktu sebesar 70,20% sedanglan perhitungan DPMO terdapat 297.979 kemungkinan keterlambatan dari satu juta kesempatan, pada tahap analyze terdapat 4 faktor penyebab keterlambatan seperti skill, system, surrounding dan supplier, pada tahap improve dilakukan usulan perbaikan hasil brainstorming dengan pihak departement yang meliputi pelatihan driver, pembaruan lingkungan kerja, perawatan armada, pada tahap control memantau perkembangan proses perbaikan yang dilakukan oleh supplier ataupun pihak-pihak terlibat serta melakukan evaluasi perbaikan untuk meningkatkan kualitas pelayanan dan kepuasan pelanggan.