Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Optimalisasi Pemberdayaan UMKM melalui Program PNM ULaMM: Analisis Strategis Berbasis 7S Mckinsey dan Pestel Fangky Antoneus Sorongan; Mardiana Purwaningsih
Journal of Industrial View Vol. 7 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Merdeka Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26905/jiv.v7i2.15894

Abstract

The Micro Capital Service Unit (ULaMM) program from PT Permodalan Nasional Madani (PNM) is a key initiative in empowering micro and small enterprises (MSEs) in Indonesia. This study analyzes the strategic position of ULaMM using the McKinsey 7S framework for internal factors and PESTEL for external factors. The Internal Factors Analysis Summary (IFAS) analysis shows dominant strengths, especially in the empowerment strategy through collateral-free financing, a reach of 626 service units, and synergy with the Ultra Micro Holding, although limited digitalization is a major weakness. The External Factors Analysis Summary (EFAS) analysis reveals significant opportunities from government policy support and the development of digital technology, but threats such as fintech competition and low financial literacy in the 3T region remain challenging. The integration of the results shows that internal strengths can be utilized to capture external opportunities, with recommendations to accelerate digitalization, improve financial literacy training, and develop environmentally friendly products. This study concludes that ULaMM has great potential to drive financial inclusion, but requires adaptive strategies to overcome internal constraints and external threats to maximize the impact of MSE empowerment in Indonesia.   Program Unit Layanan Modal Mikro (ULaMM) dari PT Permodalan Nasional Madani (PNM) merupakan inisiatif kunci dalam pemberdayaan usaha mikro dan kecil (UMK) di Indonesia. Penelitian ini menganalisis posisi strategis ULaMM menggunakan kerangka 7S McKinsey untuk faktor internal dan PESTEL untuk faktor eksternal. Analisis Internal Factors Analysis Summary (IFAS) menunjukkan kekuatan dominan, terutama pada strategi pemberdayaan melalui pembiayaan tanpa agunan, jangkauan 626 unit layanan, dan sinergi dengan Holding Ultra Mikro, meskipun keterbatasan digitalisasi menjadi kelemahan utama. Analisis External Factors Analysis Summary (EFAS) mengungkap peluang signifikan dari dukungan kebijakan pemerintah dan perkembangan teknologi digital, namun ancaman seperti persaingan fintech dan rendahnya literasi keuangan di wilayah 3T tetap menantang. Integrasi hasil menunjukkan bahwa kekuatan internal dapat dimanfaatkan untuk menangkap peluang eksternal, dengan rekomendasi untuk mempercepat digitalisasi, meningkatkan pelatihan literasi keuangan, dan mengembangkan produk ramah lingkungan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa ULaMM memiliki potensi besar untuk mendorong inklusi keuangan, namun memerlukan strategi adaptif untuk mengatasi kendala internal dan ancaman eksternal guna memaksimalkan dampak pemberdayaan UMK di Indonesia.