Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

The Relationship between the Participation of the Bride and Groom in the Preconception Program with the Presence of Pure K1 Farida Mamik Asih; Titik Suhartini; Iit Ermawati
Health and Technology Journal (HTechJ) Vol. 1 No. 3 (2023): June 2023
Publisher : KHD Production

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53713/htechj.v1i3.28

Abstract

Reproductive health is the starting point for developing maternal and child health, which can be prepared early on, even before a woman becomes pregnant and a mother. Periconceptional health is part of the overall health between women and men during their reproductive years. This study aims to analyze the relationship between the participation of prospective brides and grooms in the preconception program with the presence of pure K1 in the work area of ​​the Kuripan Health Center, Probolinggo Regency. This quantitative research design uses a correlational design using a cross-sectional study approach with 30 respondents using an accidental sampling technique. Data collection included coding, editing, and tabulating, then analyzed manually and by computer with Uji Chi-Square. Based on data from 30 respondents, most of the bride and groom participated in the preconception program; 19 respondents (63.3%) with the presence of pure K1 18 respondents (60.0%) were present, while one respondent (3.3%) was absent. There was obtained p=0.000, so there is a relationship between the participation of the prospective bride and groom in the Preconception Program with the Presence of Pure K1 in the Work Area of ​​the Kuripan Health Center, Probolinggo Regency. It is hoped that preconception health care is a treatment that refers to biomedical, behavioral, and social prevention interventions that can increase the chances of having a healthy baby. To be able to create preconceptions, health can be done through preconception screening.
Hubungan Dukungan Suami Dengan Motivasi Ibu Hamil Untuk Melakukan Pemeriksaan Anc Sesuai Standar (K6) Di Puskesmas Tunjung Kecamatan Randuagung Kabupaten Lumajang Yulia Agustina; Iit Ermawati; Tutik Ekasari
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.5202

Abstract

Pemeriksaan kehamilan sesuai standar (K6) merupakan indikator penting dalam upaya menurunkan angka kematian ibu. Salah satu faktor yang memengaruhi kepatuhan ibu dalam melakukan pemeriksaan kehamilan adalah dukungan dari suami. Suami sebagai figur utama dalam sistem dukungan sosial keluarga memiliki peran signifikan dalam membentuk motivasi ibu untuk menjaga kesehatan kehamilan. Namun, keterlibatan suami dalam praktik ANC masih bervariasi antar wilayah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara dukungan suami dengan motivasi ibu hamil dalam melakukan pemeriksaan ANC sesuai standar (K6) di wilayah kerja Puskesmas Tunjung Kecamatan Randuagung Kabupaten Lumajang tahun 2025. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif analitik dengan pendekatan cross sectional. Jumlah sampel sebanyak 60 ibu hamil yang dipilih melalui teknik accidental sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner tertutup yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji korelasi Spearman Rank. Hasil analisis menunjukkan bahwa sebagian besar ibu hamil memperoleh dukungan suami dalam kategori baik (71,7%) dan memiliki motivasi kuat dalam pemeriksaan ANC (65,0%). Berdasarkan uji Spearman Rank menunjukkan terdapat hubungan yang sangat kuat dan signifikan antara dukungan suami dengan motivasi ibu hamil dalam pemeriksaan kehamilan sesuai standar, dengan nilai r = 0,828 dan p = 0,000 (<0,05). Penelitian ini menegaskan bahwa dukungan emosional, informasional, dan instrumental dari suami meningkatkan motivasi ibu hamil untuk mengikuti pemeriksaan kehamilan sesuai standar. Diharapkan hasil penelitian ini dapat menjadi dasar pengembangan intervensi berbasis keluarga dalam meningkatkan cakupan dan kualitas layanan ANC. Dukungan suami yang tinggi berperan sebagai determinan penting dalam meningkatkan motivasi ibu untuk menjaga kesehatan kehamilannya.
The Relationship between the Participation of the Bride and Groom in the Preconception Program with the Presence of Pure K1 Farida Mamik Asih; Titik Suhartini; Iit Ermawati
Health and Technology Journal (HTechJ) Vol. 1 No. 3 (2023): June 2023
Publisher : KHD Production

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53713/htechj.v1i3.28

Abstract

Reproductive health is the starting point for developing maternal and child health, which can be prepared early on, even before a woman becomes pregnant and a mother. Periconceptional health is part of the overall health between women and men during their reproductive years. This study aims to analyze the relationship between the participation of prospective brides and grooms in the preconception program with the presence of pure K1 in the work area of ​​the Kuripan Health Center, Probolinggo Regency. This quantitative research design uses a correlational design using a cross-sectional study approach with 30 respondents using an accidental sampling technique. Data collection included coding, editing, and tabulating, then analyzed manually and by computer with Uji Chi-Square. Based on data from 30 respondents, most of the bride and groom participated in the preconception program; 19 respondents (63.3%) with the presence of pure K1 18 respondents (60.0%) were present, while one respondent (3.3%) was absent. There was obtained p=0.000, so there is a relationship between the participation of the prospective bride and groom in the Preconception Program with the Presence of Pure K1 in the Work Area of ​​the Kuripan Health Center, Probolinggo Regency. It is hoped that preconception health care is a treatment that refers to biomedical, behavioral, and social prevention interventions that can increase the chances of having a healthy baby. To be able to create preconceptions, health can be done through preconception screening.
PENTINGNYA POLA ASUH ORANG TUA DALAM MENCEGAH PERNIKAHAN DINI DI DESA KRAKSAAN WETAN, KABUPATEN PROBOLINGGO Yessy Nur Endah Sary; Iit Ermawati; Nova Hikmawati
BUDIMAS : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 2 (2026): BUDIMAS : Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : LPPM ITB AAS Indonesia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29040/budimas.v8i2.19926

Abstract

Fenomena menikahkan anak secara dini merupakan praktik sosial di berbagai daerah di Indonesia, di mana anak-anak terutama perempuan dinikahkan sebelum usia matang karena dorongan tradisi, norma sosial, dan hukum adat lokal. Meskipun Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2019 menetapkan usia minimal menikah 19 tahun untuk laki-laki maupun perempuan, kekuatan hukum sering kali menyalahi aturan formal negara melalui jalur nikah di bawah tangan atau permohonan dispensasi kawin ke pengadilan. Faktor adat yang melatar belakangi pernikahan dini yaitu menghindari stigma perawan tua, menjaga kehormatan dan takut zina serta pembuktian kedewasaan. Dampak pernikahan dini dari aspek kesehatan reproduksi yaitu pinggul remaja perempuan belum siap melahirkan, memicu tingginya Angka Kematian Ibu, meningkatkan risiko bayi lahir prematur dan stunting. Pencegahan pernikahan dini dilakukan dengan menerapkan pola asuh orang tua membangun komunikasi dua arah terbuka serta memberikan edukasi kesehatan reproduksi dan seksualitas. Tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini untuk memberikan edukasi kepada orang tua yang mempunyai anak remaja awal 10-13 tahun tentang pentingnya pola asuh orang tua menunda pernikahan dini. Tim pengabdian kepada masyarakat memberikan kuesioner pre test untuk mengukur pengetahuan orang tua di awal. Setelah pre test maka orang tua diberikan edukasi dengan metode ceramah tanya jawab dengan menggunakan alat bantu berupa power point selama dua jam kepada orang tua dari remaja. Dilanjutkan dengan post test dan analisis hasil pre test dan post test. Hasil analisis menunjukkan terdapat peningkatan pengetahuan pada saat post test, sehingga disimpulkan edukasi kepada orang tua mempunyai dampak positif untuk meningkatkan pengetahuan orang tua tentang pola asuh untuk menunda pernikahan dini
Studi Etnomedisin Penggunaan Tanaman Obat untuk Perawatan Pasca Melahirkan pada Suku Madura di Kelurahan KandangjatinKulon Kecamatan Kraksaan Kabupaten Probolinggo Nur Mufidah Alfi; Tutik Ekasari; Iit Ermawati
DELIMA: Jurnal Kajian Kebidanan Vol. 4 No. 1 (2026): DELIMA: Jurnal Kajian Kebidanan
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Bina Bangsa (BBM) Majene

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perawatan pada masa nifas bertujuan untuk mencegah, mendiagnosis, dan mengobati komplikasi pada ibu nifas sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan fisik dan psikis ibu dan bayi. Perawatan pasca melahirkan dapat menggunakan obat tradisional. Penelitian dilakukan pada suku Madura di Desa Kandangjati Kulon Kecamatan Kraksaan Kabupaten Probolinggo untuk mengumpulkan data pemanfaatan tanaman obat untuk perawatan nifas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsep sehat dan sakit menurut suku Madura di Desa Kandangjati Kulon Kecamatan Kraksaan Kabupaten Probolinggo. Hal ini juga bertujuan untuk mengetahui tumbuhan obat yang banyak dimanfaatkan, cara pengolahannya, dan cara pemanfaatan obat tradisional untuk perawatan nifas di Desa Kandangjati Kulon Kecamatan Kraksaan Kabupaten Probolinggo. Metode dalam penelitian ini yaitu wawancara bebas, terbuka, dan mendalam yang ditentukan melalui teknik purposive sampling dan snowball sampling. Data dianalisis secara kuantitatif dengan menggunakan Relative Frequency of Citation (RFC) dan Family Importance Value (FIV), kemudian hasilnya ditampilkan dalam bentuk grafik, tabel, dan diagram disertai dengan uraian penjelasan. Penelitian menemukan 37 responden yang memberikan informasi mengenai 15 spesies tanaman yang termasuk dalam 8 famili. Tanaman yang paling banyak digunakan adalah kunyit (Curcuma longa Linn). Cara pengolahan tanaman obat yang paling banyak digunakan adalah dengan diparut. Sementara itu, cara penggunaan yang paling sering dilakukan adalah dengan cara diminum
Peran Bidan dengan Pencegahan Anemia pada Ibu Hamil: The Role of Midwives in Preventing Anemia in Pregnant Women Indah Wahyu Wijayanti; Iit Ermawati; Yessy Nur Endah Sary
Jurnal Ilmiah Kebidanan dan Kesehatan (JIBI) Vol. 4 No. 1 (2026): Volume 4 Nomor 1 Mei 2026
Publisher : Sarana Ilmu Indonesia (salnesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36590/jibi.v4i1.2002

Abstract

Anemia pada ibu hamil masih menjadi masalah utama di Indonesia. Kesadaran menjaga asupan nutrisi dan kepatuhan meminum suplemen Tablet Tambah Darah merupakan kunci menghindarinya. Faktanya, banyak ibu hamil teledor dalam menjaga asupan nutrisi dan meminum suplemen hingga harus dirujuk ke fasilitas kesehatan yang membutuhkan peran bidan sebagaimana amanat UU 4/2019. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan peran bidan dengan pencegahan anemia pada ibu hamil di Ruang Obgyn RSUD Waluyo Jati. Metode yang dipakai adalah kuantitatif-analitik korelasional dengan pendekatan Cross-Sectional. Sampel ditetapkan 28 orang berdasar rumus Slovin dengan teknik accidental. Kuesioner disebar untuk dianalisis dengan uji chi-square dibantu SPSS. Hasil penelitian menunjukkan adanya dukungan peran bidan terhadap pencegahan anemia ibu hamil sebesar 89%. Hasil uji statisik chi-square didapat nilai P value sebesar 0.004 dimana hasil P value < α = 0,05 yang maknanya terdapat hubungan signifikan antara peran bidan dengan pencegahan anemia pada ibu hamil. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa peran bidan mendukung terhadap pencegahan anemia pada ibu hamil, serta ada hubungan signifikan antara peran bidan dengan pencegahan anemia pada ibu hamil dengan P value sebesar 0,004.
Edukasi Makanan Tinggi Serat Rendah Gula mencegah Kejadian Keputihan Pada Remaja Mahasiswa Kebidanan Tingkat 1 & II Universitas Zainul Hasan Probolinggo Iit Ermawati
Health Care : Journal of Community Service Vol. 3 No. 4 (2025)
Publisher : Rena Cipta Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62354/healthcare.v3i4.171

Abstract

Vaginal discharge is a symptom commonly experienced by most women. Knowledge about reproductive health is important to impart to adolescents. Adolescents need to be equipped with various knowledge, attitude development, and self-skills related to reproductive health to support positive development. The problem faced by adolescents is that they do not know what types of food to avoid when experiencing vaginal discharge. Women of childbearing age, especially adolescents, must pay close attention to their reproductive health. The activity conducted on July 24, 2025 aims to To increase female students' knowledge about high-fiber and low-sugar foods to prevent vaginal discharge by knowing the types of foods to avoid during vaginal discharge will prevent adolescents from experiencing vaginal discharge. Vaginal discharge is a problem experienced by more than 75% of women in the world, with about 60% of vaginal discharge complaints coming from women under the age of 22 and 40% from women under the age of 45. Education on high-fiber, low-sugar foods prevents vaginal discharge in adolescents. The education method is carried out through field observations, interviews, and socialization. The method of activity is to provide education on high-fiber, low-sugar foods to prevent vaginal discharge. The indicator of program success is to increase female students' knowledge and ability to choose the right type of food when experiencing vaginal discharge. The output of the Community Partnership Program is the publication of articles in national journals.
Analisis Faktor – Faktor Yang Mempengaruhi Terjadinya Kehamilan Pada Remaja Di Upt Puskesmas Curahtulis Ike Novita Adiyanti; Iit Ermawati; Yessy Nur Endah Sary
Jurnal Medicare Vol. 5 No. 2 (2026): APRIL 2026
Publisher : Rena Cipta Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62354/jurnalmedicare.v5i1.339

Abstract

Pada tahun 2022 World Health Organization (WHO) melaporkan bahwa, setiap tahun, diperkirakan 21 juta anak perempuan berusia 15-19 tahun di negara berkembang hamil dan sekitar 12 juta di antaranya melahirkan. Diwilayah kecamatan tongas khususnya puskesmas curahtulis jumlah seluruh kehamilan baru tahun 2024 ada 352 ibu hamil dengan prosentase kehamiln remaja (usia <19 tahun) 27% (96) dan kehamilan diatas usia 19 tahun sebanyak 256 ibu hamil atau 72,7%. Faktor-faktor seperti pernikahan dini, rendahnya pendidikan, dan status ekonomi rendah mempengaruhi kehamilan remaja. Faktor adat istiadat, pendidikan, dan ekonomi berkontribusi pada kehamilan remaja. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan metode survei deskriptif Retrospektif yang bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi kehamilan pada remaja dan sampel menggunakan teknik metode slovin yaitu sampling jenuh berjumlah 36 jiwa. Teknik pengumpulan data yang digunakan berupa data sekunder yang didapat dari data kuesioner. Hasil univariat dari survei menunjukkan bahwa sebagian besar responden putus sekolah (54%), ekonomi kurang baik (86%), pendidikan rendah(SD) (72%), mengikuti adat istiadat (78%), dari hasil penelitian terdapat hubungan antara factor adat perkawinan usia muda (X1), faktor ekonomi (X2), faktor pendidikan (X3) dan faktor putus sekolah (X4) dengan kehamilan pada remaja di UPT Puskesmas Curahtulis