Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Perancangan UI/UX Website Peminjaman dan Pengembalian Barang pada Lab SMAN 1 Petang Menggunakan Metode Five Planes Andika Putra Wijaya; A.A. Istri Ita Paramitha; I Gst. Agung Pramesti Dwi Putri
REMIK: Riset dan E-Jurnal Manajemen Informatika Komputer Vol. 9 No. 1 (2025): Volume 9 Nomor 1 Januari 2025
Publisher : Politeknik Ganesha Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33395/remik.v9i1.14214

Abstract

Peminjaman dan pengembalian barang di laboratorium sekolah merupakan aktivitas penting yang mendukung proses pembelajaran. Namun, seringkali proses ini dilakukan secara manual, yang dapat menyebabkan ketidakefisienan, kesalahan dalam pencatatan, dan potensi hilangnya barang. Oleh karena itu, dibutuhkan sebuah sistem berbasis web yang dapat membantu mempermudah, mempercepat, dan meminimalkan kesalahan dalam proses ini. Penelitian ini bertujuan untuk merancang User Interface (UI) dan User Experience (UX) pada website peminjaman dan pengembalian barang di Lab SMAN 1 Petang dengan menggunakan metode Five Planes. Metode Five Planes, yang terdiri dari elemen-elemen strategi, lingkup, struktur, kerangka, dan permukaan, digunakan untuk memastikan bahwa desain website tidak hanya menarik secara visual, tetapi juga fungsional dan mudah digunakan. Pada tahap strategi, dilakukan analisis kebutuhan pengguna dan tujuan bisnis. Tahap lingkup menentukan fitur-fitur utama yang akan diimplementasikan. Tahap struktur merancang alur kerja pengguna dan sistem navigasi. Tahap kerangka menentukan tata letak elemen UI, dan tahap permukaan adalah tahap visualisasi akhir dari desain, dengan mempertimbangkan prinsip-prinsip desain responsif. Hasil dari penelitian ini adalah prototipe website yang diharapkan dapat meningkatkan efisiensi dalam peminjaman dan pengembalian barang di laboratorium. Evaluasi dilakukan melalui pengujian pengguna untuk memastikan bahwa desain yang dihasilkan memenuhi kebutuhan pengguna, memberikan pengalaman yang positif, dan dapat diakses dengan baik di berbagai perangkat.
PENGEMBANGAN APLIKASI SAFE EXAM BROWSER BERBASIS ANDROID TERINTEGRASI MOODLE MENGGUNAKAN METODE RAPID APPLICATION DEVELOPMENT DI SMAN 2 SUKAWATI Aris Surya Kusuma; A.A. Istri Ita Paramitha; Putri Anugrah Cahya Dewi
JTIKA (Jurnal Teknik Informatika, Komputer dan Aplikasinya) Vol 8 No 2 (2026): September 2026
Publisher : Program Studi Teknik Informatika, Fakultas Teknik, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jtika.v8i2.637

Abstract

The integration of digital technology in education has increased the use of online assessment systems, particularly through Learning Management Systems. However, the implementation of digital exams at SMAN 2 Sukawati still faces challenges related to academic integrity, as students can switch applications, access external resources, and capture exam content during assessments. This study aims to develop an Android-based Safe Exam Browser application integrated with Moodle to create a secure and controlled exam environment. The application utilizes a device locking mechanism that restricts access to other applications and system functions during the exam. The development process applies the Rapid Application Development method, allowing iterative design and rapid adaptation to user requirements. The system includes features such as application locking, screenshot protection, external link blocking, violation detection, and automated penalty mechanisms. Scenario-based functional testing was conducted involving students and teachers to evaluate whether each feature performed as intended. The results indicate that the developed features—including device locking, violation detection, and the penalty mechanism—successfully functioned according to the defined test scenarios. These findings suggest that the proposed system has the potential to support a more secure and controlled digital exam environment, although further evaluation involving user acceptance and comparative testing is needed to confirm its effectiveness in reducing cheating behavior.