Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Analisis Pendapatan Usaha Perontok Padi Di Desa Mopugad Utara Kecamatan Dumoga Utara Kabupaten Bolaang Mongondow Wenno, Marvin
Journal Agriculture Sciences Vol 4 No 1 (2016): Journal Agriculture Sciences
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Pembangunan Indonesia Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (193.842 KB)

Abstract

Upaya peningkatan produksi besar, tidak hanya dilakukan dengan penambahan areal penanaman padi, tetapi juga dilakukan dengan penanganan padi saat panen atau pasca panen. Salah satu cara adalah menggunakan alat perontok padi, namun kegiatan usaha jasa perontok oadi hanya berjalan pada musimpanen, sehingga keadaan ini perlu dianalisis untuk mengetahui pendapatan dari usaha perontok padi.Sampel dalam penelitian ini adalah pengusaha perontok padi, yang terdiri dari 1 orang pengusaha pribadi dan 1 orang pengusaha kelompok yaitu “Usaha Bersama”, yang beranggotakan 10 orang. Pengambilan sampel dilakukan dengan cara menunjuk langsung (purposif sampel).Usaha perontok padi di Desa Mopugad Utara dikelola secara pribadi dan kelompok. Pengelolaan secara pribadi adalah usaha perontok padi dimiliki oleh perorangan, sedangkan pengelolaan secara kelompok adalah milik 10 orang yang tergabung dalam kelompok “Usaha Bersama”. Pendapatan yangdiperoleh pemilik alat perontok padi dari sewa alat dan dedak hasil penggilingan padi adalah Rp.2.980.000,-. Hasil perhitungan R/C ratio diperoleh nilai 1,3, artinya usaha perontok padi layak untuk diusahakan, karena setiap satu satuan nilai rupiah yang dikeluarkan dalam proses produksi perontok padi,akan menghasilkan penerimaan sebesar Rp. 1,3.
ANALISIS PENDAPATAN USAHA PERONTOK PADI DI DESA MOPUGAD UTARA KECAMATAN DUMOGA UTARA KABUPATEN BOLAANG MONGONDOW Marvin Wenno
Journal Agriculture Sciences Vol 4 No 1 (2016): Journal Agriculture Sciences
Publisher : Fakultas Pertanian UNPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Upaya peningkatan produksi besar, tidak hanya dilakukan dengan penambahan areal penanaman padi, tetapi juga dilakukan dengan penanganan padi saat panen atau pasca panen. Salah satu cara adalah menggunakan alat perontok padi, namun kegiatan usaha jasa perontok oadi hanya berjalan pada musim panen, sehingga keadaan ini perlu dianalisis untuk mengetahui pendapatan dari usaha perontok padi. Sampel dalam penelitian ini adalah pengusaha perontok padi, yang terdiri dari 1 orang pengusaha pribadi dan 1 orang pengusaha kelompok yaitu “Usaha Bersama”, yang beranggotakan 10 orang. Pengambilan sampel dilakukan dengan cara menunjuk langsung (purposif sampel). Usaha perontok padi di Desa Mopugad Utara dikelola secara pribadi dan kelompok. Pengelolaan secara pribadi adalah usaha perontok padi dimiliki oleh perorangan, sedangkan pengelolaan secara kelompok adalah milik 10 orang yang tergabung dalam kelompok “Usaha Bersama”. Pendapatan yang diperoleh pemilik alat perontok padi dari sewa alat dan dedak hasil penggilingan padi adalah Rp.2.980.000,-. Hasil perhitungan R/C ratio diperoleh nilai 1,3, artinya usaha perontok padi layak untuk diusahakan, karena setiap satu satuan nilai rupiah yang dikeluarkan dalam proses produksi perontok padi, akan menghasilkan penerimaan sebesar Rp. 1,3.
Konflik Kristologis dalam Injil Yohanes 5:18: Kajian Atas Tuduhan Penyamaan Diri dengan Allah Simamora, Ridwan Henry; Nizar, Happy Wahyu; Wenno, Marvin Launic; Paradi, Korneles
Jurnal Teologi (JUTEOLOG) Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Kadesi Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52489/juteolog.v5i2.259

Abstract

Penelitian ini menelaah Yohanes 5:18 sebagai locus penting dalam Kristologi Yohanes, khususnya terkait tuduhan bahwa Yesus “menyamakan diri dengan Allah.” Ayat ini menandai transisi dari konflik seputar hukum Sabat menuju konflik teologis yang lebih mendalam tentang identitas Yesus. Melalui pendekatan kualitatif dengan eksegesis teologis, kajian ini menunjukkan bahwa tuduhan tersebut bukan sekadar reaksi polemis, melainkan bagian dari strategi naratif Yohanes untuk menegaskan kesatuan Yesus dengan Bapa. Konflik dalam Yohanes 5:18 tidak dapat dilepaskan dari konteks monoteisme Yahudi, namun justru di dalam ketegangan itu Injil Yohanes menampilkan Kristologi yang menjadi dasar refleksi gereja mula-mula tentang relasi Bapa dan Anak. Dengan demikian, teks ini berperan sebagai fondasi teologis yang menjelaskan mengapa jalan Yesus menuju salib tidak terhindarkan, sekaligus membuka ruang bagi pengembangan doktrin Trinitas.
Pengukuran Kesuksesan Penerapan Sistem Informasi Akademik pada Perguruan Tinggi Menggunakan Model Delone and Mclean Reonaldy Berikang; Cristiana V Pusung; Markus Mamangkey; Marvin Launics Wenno
REMIK: Riset dan E-Jurnal Manajemen Informatika Komputer Vol. 9 No. 1 (2025): Volume 9 Nomor 1 Januari 2025
Publisher : Politeknik Ganesha Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33395/remik.v9i1.14229

Abstract

Setiap implementasi sistem informasi pada suatu organisasi sebaiknya dilakukan evaluasi secara ilmiah. Perguruan tinggi adalah salah satu lembaga yang sampai saat ini direkomendasikan pemerintah untuk menggunakan sistem informasi akademik. universitas Trinita adalah salah satu perguruan tinggi di Kota Manado yang keseluruhan aktivitasnya dalam lima tahun terakhir sudah bergantung pada sistem informasi. untuk mengukur apakah peranan sistem informasi sudah memberikan dampak yang baik atau sebaliknya, sebaiknya diukur dengan menggunakan model delone  and mclean, karena model ini memiliki variabel pengukuran yang baik untuk dijadikan patokan pengambilan keputusan pada pimpinan perguruan tinggi yang dijadikan studi kasus. Setelah menggunakan variabel didalam metode ini, peneliti mendapat beberapa aspek yang berhasil dan tidak berhasil dalam penerapan sistem informasi pada ict universitas trinita melalui pengujian statistik validitas dan realibilitas memberikan angka-angka yang dapat digunakan dalam penarikan kesimpulan, dan sebagai bahan acuan untuk perbaikan pelayanan yang menggunakan sistem informasi ini.