Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Penerapan Metode Pengelompokan K-Medoids untuk Mengelompokkan Area Berisiko Tinggi Penyalahgunaan Narkoba Quratih Adawiyah
REMIK: Riset dan E-Jurnal Manajemen Informatika Komputer Vol. 10 No. 1 (2026): Volume 10 Nomor 1 Januari 2026
Publisher : Politeknik Ganesha Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33395/remik.v10i1.15793

Abstract

Penyalahgunaan narkoba merupakan tantangan sosial yang signifikan di Indonesia, khususnya di daerah pedesaan yang sering kali kurang terjangkau oleh layanan pencegahan dan rehabilitasi. Kabupaten Pasaman, Provinsi Sumatera Barat, Indonesia, merupakan salah satu wilayah dengan dinamika kasus penyalahgunaan narkoba yang memerlukan pemetaan risiko berbasis data untuk mendukung kebijakan penanggulangan yang efektif. Penelitian ini bertujuan untuk mengelompokkan nagari/desa di Kabupaten Pasaman ke dalam kategori risiko penyalahgunaan narkoba menggunakan metode K‑Medoids Clustering. Data yang dianalisis mencakup prevalensi kasus, tingkat kriminalitas terkait narkoba, serta faktor sosial‑ekonomi pada periode 2023–2025. Sebanyak tiga klaster risiko dibentuk, yakni Sangat Rentan, Rentan, dan Tidak Rentan. Hasil analisis menunjukkan variasi distribusi nagari pada masing‑masing klaster tiap tahun, dengan mayoritas nagari berada pada klaster Tidak Rentan, namun sejumlah nagari konsisten menempati klaster risiko tinggi. Evaluasi kualitas klaster dilakukan menggunakan Indeks Davies‑Bouldin (DBI), yang menunjukkan nilai rendah pada dua dari tiga periode, mengindikasikan pemisahan klaster yang baik serta homogenitas internal yang memadai. Temuan ini memberikan wawasan penting mengenai pola spasial kerawanan narkoba di tingkat lokal, sekaligus memperlihatkan efektivitas K‑Medoids sebagai alat analisis dalam pemetaan risiko sosial berbasis wilayah. Implikasi kebijakan dari hasil ini termasuk prioritas intervensi pada nagari berisiko tinggi dan pengembangan strategi pencegahan yang lebih terfokus. Penelitian ini juga membuka peluang pengembangan lebih lanjut dengan menambah variabel risiko sosial lain serta integrasi visualisasi peta tematik demi perencanaan program yang lebih komprehensif.
Efektivitas Strategi Sosial Marketing dalam Meningkatkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) pada Remaja Rina Anggaraini Damanik; Novica Jolyarni Dornik; Quratih Adawiyah; Febri Aulia
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.2604

Abstract

Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) merupakan indikator penting dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat, khususnya di kalangan remaja yang sedang berada dalam fase pembentukan karakter dan kebiasaan hidup. Namun, tingkat penerapan PHBS pada remaja di berbagai daerah, termasuk Rantau Prapat, masih tergolong rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur efektivitas strategi sosial marketing dalam meningkatkan perilaku PHBS pada remaja. Penelitian menggunakan desain kuantitatif pre-eksperimental dengan model one group pretest-posttest dan melibatkan 30 siswa kelas VIII di SMP Negeri 2 Rantau Prapat sebagai kelompok eksperimen. Intervensi dilakukan melalui penyampaian materi PHBS dalam bentuk video edukatif, poster digital, dan kampanye sosial di media daring selama dua minggu. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan skor rata-rata PHBS dari 2.58 menjadi 3.47 setelah intervensi. Uji paired t-test menunjukkan hasil yang signifikan (p < 0.001) dengan nilai effect size (Cohen's d) sebesar 3.674, yang termasuk dalam kategori dampak sangat besar. Sementara itu, kelompok kontrol yang tidak menerima intervensi hanya mengalami peningkatan skor marginal sebesar 0.05 tanpa signifikansi statistik. Temuan ini menunjukkan bahwa pendekatan sosial marketing sangat efektif dalam memengaruhi perubahan perilaku remaja, khususnya dalam konteks kesehatan preventif. Penelitian ini merekomendasikan penggunaan strategi sosial marketing secara berkelanjutan di sekolah melalui media kreatif dan pendekatan berbasis digital.