Rosmiati Ramli
Universitas Muhammadiyah Pare-Pare, Indonesia

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Peran Kepemimpinan Kepala Sekolah dalam Implementasi Manajemen Mutu Pendidikan Jumsir Jumsir; Rosmiati Ramli; Jusrianti Jusrianti; Hasriyanti Mandalika Hasan; Harni Kadang
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.500

Abstract

Kepemimpinan kepala sekolah memainkan peran yang sangat penting dalam keberhasilan implementasi manajemen mutu pendidikan di sekolah. Manajemen mutu pendidikan bertujuan untuk meningkatkan kualitas pendidikan secara keseluruhan dengan melibatkan semua pemangku kepentingan, termasuk guru, siswa, orang tua, dan masyarakat. Studi literatur ini bertujuan untuk mengeksplorasi peran kepala sekolah dalam mengelola dan mengimplementasikan manajemen mutu pendidikan. Melalui pendekatan literatur, penelitian ini mengidentifikasi strategi, tantangan, dan dampak kepemimpinan kepala sekolah dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang berkualitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepala sekolah yang efektif tidak hanya berfokus pada perbaikan administrasi, tetapi juga berperan sebagai pemimpin yang visioner dalam menginspirasi dan memotivasi seluruh warga sekolah untuk berpartisipasi aktif dalam mencapai standar mutu pendidikan yang diharapkan.
Peran Evaluasi Diri Sekolah dalam Menjamin Mutu Pendidikan Sudarmin Sudarmin; Rosmiati Ramli; Hasmi Hasmi; Asran Asran; Zamri Zamri
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.501

Abstract

Evaluasi diri sekolah merupakan bagian penting dalam sistem penjaminan mutu pendidikan. Melalui evaluasi diri, sekolah dapat secara sistematis merefleksikan kekuatan, kelemahan, peluang, dan tantangan dalam menjalankan proses pendidikan. Studi literatur ini bertujuan untuk menelaah peran strategis evaluasi diri sekolah dalam mendukung upaya peningkatan dan penjaminan mutu pendidikan. Metode yang digunakan dalam studi ini adalah analisis konten terhadap berbagai hasil penelitian, artikel ilmiah, serta dokumen kebijakan yang relevan dari tahun 2018 hingga 2024. Hasil kajian menunjukkan bahwa evaluasi diri sekolah memiliki lima peran utama: sebagai alat refleksi institusional, dasar perencanaan program sekolah, acuan pengambilan keputusan berbasis data, sarana keterlibatan pemangku kepentingan, serta instrumen penjaminan dan peningkatan mutu berkelanjutan. Evaluasi diri yang efektif melibatkan semua unsur sekolah secara partisipatif dan dilandasi prinsip objektivitas serta transparansi. Temuan ini memperkuat pentingnya membangun budaya mutu di lingkungan sekolah melalui mekanisme evaluasi diri yang terstruktur. Studi ini merekomendasikan agar sekolah meningkatkan kapasitas sumber daya manusia dalam melakukan evaluasi, serta mengintegrasikan hasil evaluasi dalam perencanaan strategis. Dengan demikian, evaluasi diri bukan hanya sekadar kewajiban administratif, melainkan menjadi motor penggerak peningkatan mutu pendidikan secara berkelanjutan.
Kontribusi Human Relation terhadap Budaya Mutu di Lembaga Pendidikan dan Industri Muhammad Rizal; Rosmiati Ramli; Sri Bulan; Anita Anita; Pina Pina
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.502

Abstract

Hubungan antarmanusia (human relation) memainkan peran penting dalam membentuk dan memperkuat budaya mutu baik di lembaga pendidikan maupun industri. Studi ini bertujuan untuk menelaah kontribusi human relation dalam menciptakan lingkungan kerja dan belajar yang produktif, kolaboratif, dan berorientasi pada kualitas. Melalui studi literatur terhadap berbagai penelitian nasional dan internasional terkini, ditemukan bahwa human relation yang efektif mampu meningkatkan komunikasi, motivasi, kepuasan kerja, serta loyalitas individu terhadap organisasi. Dalam konteks pendidikan, human relation mendorong terciptanya budaya mutu melalui keterbukaan, kepemimpinan partisipatif, dan sinergi antara guru, siswa, serta manajemen sekolah. Sedangkan di sektor industri, praktik human relation yang baik terbukti mendukung peningkatan efisiensi kerja, kualitas produk, serta pencapaian standar mutu yang berkelanjutan. Budaya mutu tidak dapat terbentuk secara instan, melainkan melalui proses yang melibatkan interaksi interpersonal yang harmonis dan berkelanjutan. Oleh karena itu, keterampilan interpersonal, empati, dan komunikasi asertif menjadi kompetensi penting yang harus dimiliki oleh pemimpin dan anggota organisasi. Studi ini menyimpulkan bahwa human relation adalah fondasi penting dalam pembangunan budaya mutu, sehingga perlu diintegrasikan secara strategis dalam kebijakan manajerial dan pengembangan sumber daya manusia baik di lembaga pendidikan maupun industri.
Dampak Manajemen Mutu pada Profesionalisme Guru Darmawati Taro; Rosmiati Ramli; Jamaluddin Hanapi; Sitriana Sutriana; Hasnita Hasnita
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.503

Abstract

Manajemen mutu dalam pendidikan merupakan suatu pendekatan strategis untuk meningkatkan kualitas keseluruhan institusi, termasuk peningkatan profesionalisme guru. Studi literatur ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh manajemen mutu terhadap profesionalisme guru di sekolah. Profesionalisme guru mencakup kompetensi pedagogik, kepribadian, sosial, dan profesional yang menjadi indikator utama keberhasilan proses pembelajaran. Dengan menelaah berbagai sumber terkini, penelitian ini mengungkap bahwa implementasi sistem manajemen mutu, seperti evaluasi diri sekolah, sistem penjaminan mutu internal, serta pengambilan keputusan berbasis data, memiliki dampak signifikan terhadap peningkatan kinerja dan etos profesional guru. Penerapan manajemen mutu mendorong guru untuk terus meningkatkan kapasitas diri melalui pelatihan, refleksi kinerja, kolaborasi, dan inovasi dalam mengajar. Selain itu, keterlibatan stakeholder dalam proses manajemen mutu menciptakan budaya sekolah yang mendukung pengembangan profesional berkelanjutan. Studi ini menunjukkan bahwa manajemen mutu yang efektif tidak hanya memperkuat tata kelola sekolah, tetapi juga menciptakan lingkungan kerja yang kondusif bagi pertumbuhan profesional guru. Oleh karena itu, manajemen mutu tidak dapat dipisahkan dari upaya peningkatan mutu pendidikan secara menyeluruh. Temuan ini diharapkan dapat menjadi dasar pengambilan kebijakan pendidikan, khususnya dalam merancang program pengembangan guru berbasis mutu dan akuntabilitas.