Rizqy Dimas Monica
Program Studi Rekam Medis dan Informasi Kesehatan Politeknik TEDC Bandung

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Analisa Pengaruh Pengetahuan dan Kepatuhan Rekam Medis dalam Aspek Mengelola dan Menjaga Mutu Rekam Medis Guna Menunjang Standar Operasional Prosedur (SOP) di RS AU Lanud Sulaiman Junianto Junianto; Lukman Nulhakim; Rizqy Dimas Monica
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.554

Abstract

Studi pendahuluan di Rumah Sakit AU Lanud Sulaiman mengenai analisis pengaruh pengetahuan dan kepatuhan rekam medis dalam aspek mengelola dan menjaga mutu rekam medis dengan melakukan metode deskritif pendekatan kualitatif di rumah sakit AU Lanud Sulaiman dengan memberikan 3 kategori pertanyaan dengan 12 point pertanyaan. Masalah yang sering timbul adalah kurangnya pengetahuan petugas rekam medis sehingga kurangnya kepatuhan petugas dalam proses pengelolaan rekam medis pasien, dampak yang ditimbulkan adalah berkas rekam medis menjadi tidak akurat. Responden yang digunakan dalam proses penelitian ini adalah 5 orang responden yang bekerja diruang rekam medis rumah sakit AU Lanud Sulaiman. Dari 12 pertanyaan yang diberikan responden dapat menjawab dengan baik dan tepat, dari hal tersebut didapatkan hasil bahwa responden mendapatkan nilai diatas rata-rata, sehingga dapat disimpulkan bahwasannya tingkat pengetahuan mempengaruhi kepatuhan petugas rekam medis dalam menjalankan tugasnya dalam menunjang Standar Operasional Prosedur (SOP), sehingga SOP rekam medis di Rumah Sakit AU Lanud Sulaiman dapat berjalan dengan baik dan dapat menjadikan berkas rekam medis pasien menjadi akurat. Selain itu dukungan dan juga peran rumah sakit sangat berpengaruh terhadap proses pengelolaan rekam medis, dari hasil kursioner yang diberikan responden menjawab bahwasannya rumah sakit telah memfasilitasi dengan baik mengenai pengeloaan rekam medis mulai dari penyimpanan, sarana dan prasanan guna menunjang pengeloaan rekam medis.
Analisis Efisiensi Pelayanan Rawat Inap Berdasarkan Grafik Barber Johnson Di Rsud Bandung Kiwari Nurhaliza Trifani; Rizqy Dimas Monica
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.838

Abstract

Dalam beberapa tahun terakhir, efisiensi pelayanan kesehatan menjadi sorotan utama pemerintah, terutama dalam rangka pengendalian pembiayaan dan peningkatan mutu layanan publik. Hal ini tercermin dalam kebijakan efisiensi anggaran negara yang dituangkan dalam Peraturan Presiden Nomor 76 Tahun 2023 tentang Rencana Kerja Pemerintah, yang menekankan pentingnya reformasi sistem kesehatan termasuk peningkatan efisiensi pengelolaan fasilitas pelayanan kesehatan. Dalam hal ini, RSUD Bandung Kiwari sebagai salah satu rumah sakit rujukan di Kota Bandung tentu dituntut juga untuk memberikan pelayanan yang efisien. Maka dari itu, Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efisiensi pelayanan rawat inap berdasarkan grafik Barber Johnson pada setiap ruangan rawat inap umum di RSUD Bandung Kiwari. Jenis penelitian adalah deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Populasi penelitian adalah seluruh data Rekapitulasi Bulanan Rawat Inap periode 2024 sebanyak 19.173 pasien. Teknik sampling menggunakan teknik total sampling (sensus). Variabel penelitian adalah efisiensi pelayanan rawat inap yang diukur menggunakan empat indikator Barber Johnson. Metode pengumpulan data adalah dengan studi dokumentasi. Instrumen yang digunakan adalah lembar pengumpulan data sekunder, alat tulis dan komputer. Analisis data menggunakan analisis univariat. Hasil penelitian ditemukan bahwa efisiensi pelayanan rawat inap antar ruangan bervariasi. Secara keseluruhan, beberapa ruang seperti Ruang Kandungan Kelas 2 dan 3 dan Ruang Gabungan Kelas 1 menunjukkan efisiensi tinggi, sementara Ruang Anak memiliki BOR dan BTO rendah yang perlu perhatian lebih untuk meningkatkan pemanfaatan tempat tidur dan perputaran pasien agar sesuai dengan standar efisiensi yang diharapkan.
Analisis Proses Pelaksanaan Laporan Mortalitas (RL.4A) Guna Menunjang Kualitas Data Pasien Rawat Inap Di RSUD Bandung Kiwari Nindia Arsyi Ramadhanti; Rizqy Dimas Monica
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.1153

Abstract

Pelaporan laporan mortalitas (RL.4a) merupakan salah satu indikator penting dalam menunjang kualitas data pasien rawat inap di rumah sakit. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis proses pelaksanaan pelaporan RL.4a di RSUD Bandung Kiwari serta kendala dan upaya peningkatan kualitas data yang dihasilkan. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan subjek penelitian berupa petugas rekam medis, petugas pelaporan RL.4a, dan kepala rekam medis yang terlibat langsung dalam pengumpulan, verifikasi, dan pelaporan data. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaporan RL.4a di RSUD Bandung Kiwari dilakukan secara terstruktur dengan memanfaatkan Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS) dan melibatkan berbagai pihak, mulai dari tenaga medis hingga tim rekam medis dan IT. Namun, terdapat kendala berupa ketidakakuratan dan ketidaklengkapan data akibat keterbatasan sistem SIMRS dan kurang disiplinnya pengisian rekam medis. Upaya yang dilakukan untuk mengatasi permasalahan tersebut meliputi koordinasi rutin antar unit, verifikasi data secara ganda, serta evaluasi dan pengembangan sistem SIMRS. Pelaporan RL.4a tidak hanya berfungsi sebagai kewajiban administratif, tetapi juga menjadi dasar penting dalam evaluasi mutu pelayanan, audit medis, dan pengambilan kebijakan di tingkat rumah sakit maupun pemerintah. Dengan penguatan sistem pelaporan dan peningkatan kesadaran seluruh pihak, kualitas data pasien rawat inap dapat ditingkatkan guna mendukung perencanaan dan pengambilan keputusan yang lebih baik di bidang kesehatan.