Latar belakang penelitian ini tentang penafsiran surat al-fatihah dalam tafsir ulama Minangkabau, antara Tafsir Risalah al-Qaul al-Bayan karya Syekh Sulaiman Arrasuli dan Tafsir al-Khatib al-Makki karya Abdul Hamid Khatib. Surat al-Fatihah memiliki keutamaan yang besar dalam Al-Qur'an, mencakup pujian kepada Allah, ibadah, dan permohonan petunjuk. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif-analitis dengan pendekatan komparatif. Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan (library research), dengan menggunakan metode analisis deskriptif. Penelitian ini juga menggunakan metode analisis isi (Content Analysis) dan menggunakan pendekatan metode tafsir muqaran. Kemudian membahas dan menganalisis penafsiran surat al-Fatihah dalam kitab tafsir Risalah al-Qaul al-Bayan dan al-Khatib al-Makki, data primernya dari kitab tafsir Risalah al-Qaul al-Bayan Karya Syekh Sulaiman Arrasuli dan tafsir al-Khatib al-Makki karya Syekh Abdul Hamid sebagai sumber utama. Sedangkan sumber sekundernya adalah buku-buku ilmu al-Qur’an, Jurnal, Majalah, Skripsi, Tesis, maupun Disertasi, dan artikel lain atau sumber bacaan yang terkait. Hasil penelitian dalam tesis ini menunjukkan bahwa terdapat persamaan dalam metode tafsir yang digunakan oleh Syekh Sulaiman Arrasuli dan Abdul Hamid Khatib dalam penafsiran Surat Al-Fatihah. Namun, terdapat perbedaan dalam corak dan fokus penafsiran yang diakibatkan oleh latar belakang sosio-historis masing-masing ulama. Meskipun kedua ulama tersebut menggunakan pendekatan deskriptif-analitis dengan metode komparatif, fokus interpretasi mereka berbeda sesuai dengan konteks dan tujuan penulisan tafsir masing-masing. Penelitian ini menegaskan pentingnya mempertimbangkan latar belakang sosio-kultural dalam memahami berbagai pendekatan tafsir yang dilakukan oleh ulama dari daerah yang berbeda.