Wilhelmus William Betteng
Institut Teknologi dan Bisnis Nobel Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Analisis Sebaran dan Estimasi Tonase Nikel Laterit Berbasis IDW(Inverse Distance Weighted) Di PT. Tiran Indonesia B Arman Makkarakka; Wilhelmus William Betteng
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.974

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menilai dan menghitung jumlah sumber daya bijih nikel laterit sebelum dilaksanakannya aktivitas penambangan di area kerja PT. Tiran Indonesia yang berada di Sulawesi Tenggara. Estimasi dilakukan menggunakan metode Inverse Distance Weighted (IDW), yang dikenal efektif dalam memetakan variasi spasial kadar dan tonase bijih berdasarkan data titik bor eksplorasi. Metode Penelitian : Penelitian ini memanfaatkan data primer dan sekunder. Data primer mencakup identitas titik bor (hole ID), koordinat collar (easting, northing, elevasi), serta hasil analisis kadar nikel (Ni). Data sekunder berupa peta lokasi penelitian dan kedalaman bor. Seluruh data diolah dengan software Surpac versi 6.5.1 menggunakan pendekatan model blok tiga dimensi serta cut-off grade (COG) sebesar 1,5%. Estimasi dilakukan dengan metode IDW yang memberikan bobot lebih besar pada data yang berjarak lebih dekat. Hasil : Berdasarkan 45 titik bor dan 805 data kadar, diperoleh estimasi sumber daya bijih nikel laterit sebesar 2.936.000 ton. Rata-rata kadar nikel yang diperoleh sebesar 1,98%, dengan ketebalan lapisan bijih berkisar antara 2 hingga 23 meter. Hasil ini menunjukkan distribusi endapan nikel laterit yang cukup merata di zona saprolit, yang layak untuk dieksploitasi. Kesimpulan : Metode IDW terbukti menjadi pendekatan estimasi sumber daya yang efektif dalam mengolah data eksplorasi titik bor. Hasil estimasi menunjukkan jumlah tonase yang signifikan dan dapat dijadikan acuan dalam rencana kegiatan penambangan.