Kecerdasan spiritual merupakan komponen penting dan sangat berperan dalam ketercapaian kesejahteraan psikologis dan pembentukan konsep diri. Kecerdasan spiritual diperlukan sebagai pengendali kesehatan mental seseorang, seperti tingkat penerimaan diri, intens-personal dengan penerimaan citra tubuh, dan borderline-patological terhadap cognitive-flexibelity. Kecerdasan spiritual belum mendapatkan perhatian yang mendalam, bagaimana kecerdasan spiritual mempengaruhi kesejahteraan, bagaimana dapat diterapkan sebagai pembentukan konsep diri positf. Metode dalam penelitian pustaka ini dengan mengumpukan berbagai sumber yang mendukung seperti jurnal buku, dan kitab, kemudian menyeleksi berdasarkan relevansi, keakuratan data kemudian mengeksplorasinya. Hasil penelitian, 1. manusia terbentuk dari badan, pikiran, jiwa, ruh, yang dibahas dalam filsafat, psikologi, agama untuk memprediksi fungsi sebagai pemecah masalah. Kebenaran akan kepribadian seseorang yang dipengaruhi alam bawah sadarnya. 2. Kesejahteraan merupakan kondisi dimana seseorang mampu menjalankan fungsi psikologisnya secara positif, berkaitan dengan kesehatan mentalnya. Kesimpulan kecerdasan spiritual, dan pemahaman terhadap komponen pembentuk dalam diri seseorang, dapat membentuk sikap syukur, sabar, serta memahami apa yang harus dilakukan. Pencapaian kesejahteraan psikologis berupa pengendalian spiritualitas (pikiran, hati, jiwa, dan ruh), kegagalan fungsi dari empat komponen ini mengakibatkan gangguan psikosomatik serta kesalahfahaman terhadap suatu keadaan. Sehingga seseorang akan mampu merasakan sejatera secara psikologis berkat pemahaman serta pembentukan konsep diri positif (self-efikasi, self-image, self-awernes), berhubungan pada kekurangan, dan kemampuan yang dimiliki.