Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Tuberkulosis Paru Di RT 15 Kelurahan Dusun Bangko Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Pematang Kandis Tahun 2024 Ovie Sri Andani
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.1083

Abstract

Penyakit Tuberkulosis (TB) adalah penyakit menular langsung yang disebabkan oleh kuman Mycobacterium tuberkulosa. Sebagian besar kuman TB menyerang paru, tetapi dapat juga mengenai organ lain. Sumber penularan adalah penderita TB paru yang dapat menular kepada orang di sekelilingnya terutama yang melakukan kontak lama. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui faktor yang berhubungan dengan kejadian tuberkulosis paru di RT 15 kelurahan dusun bangko wilayah kerja UPTD puskesmas pematang kandis tahun 2024. Jenis penelitian ini adalah penelitian survei yang bersifat observasi analitik dengan desain Crosssectional untuk mencari hubungan antara variabel independen (luas ventilasi, kepadatan hunian, kelembaban rumah, jenis lantai, suhu ruangan, dan pencahayaan) dengan kejadian penyakit TB Paru pada wilayah kerja UPTD Puskesmas Pematang Kandis. Penentuan besar sampel menggunakan teknik total sampling yaitu sampel dalam penelitian ini adalah seluruh pasien yang berkunjung pada ruangan TB Paru di UPTD Puskesmas Pematang Kandis Tahun 2024 yaitu 43 orang. Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan luas ventilasi dengan kejadian Tuberkulosis Paru di Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Pematang Kandis dengan nilai P (0,025 < 0,05); ada hubungan kepadatan hunian dengan kejadian Tuberkulosis Paru di Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Pematang Kandis dengan nilai P (0,001 < 0,05); Ada hubungan kelembaban dengan kejadian Tuberkulosis Paru di wilayah kerja UPTD Puskesmas Pematang Kandis dengan nilai P (0,023 < 0,05); ); Ada hubungan suhu dengan kejadian Tuberkulosis Paru di wilayah kerja UPTD Puskesmas Pematang Kandis dengan nilai P (0,024 < 0,05. Disarankan kepada Petugas TB UPTD Puskesmas Pematang Kandis melakukan penyuluhan tentang faktor lingkungan fisik (ventilasi, kepadatan hunian, kelembaban, dan suhu) yang buruk sangat erat kaitannya dengan penyakit TB Paru.
Implementasi Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) di PT Bahana Karya Semesta (BKS) Kecamatan Pauh Kabupaten Sarolangun : Penelitian Teguh Santoso; Ovie Sri Andani; Leli Sumiarni; Yose Okty Viani
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 3 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 3 (Januari 202
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i3.5513

Abstract

Pemerintah mewajibkan perusahaan dengan lebih dari 100 karyawan serta pekerjaan berisiko untuk menerapkan SMK3. PT Bahana Karya Semesta memerlukan analisis guna mewujudkan Zero Accident. Penelitian ini bertujuan mengetahui pelaksanaan SMK3 di PT Bahana Karya Semesta, Kecamatan Pauh, Kabupaten Sarolangun, Merangin, Jambi Tahun 2018. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif melalui wawancara mendalam. Variabel yang dikaji meliputi komitmen dan kebijakan K3, perencanaan, pelaksanaan, pengukuran dan evaluasi, serta tinjauan dan peningkatan K3. Keabsahan data diuji dengan triangulasi. Hasil menunjukkan bahwa komitmen, kebijakan, dan perencanaan K3 telah sesuai Permenaker No. 05/1996, ditandai dengan pembentukan organisasi dan penunjukan ahli K3 serta penyusunan rencana IBPR. Penerapan SMK3 dilakukan melalui penyediaan APD, upaya pencegahan kecelakaan, dan jaminan kesehatan tenaga kerja. Namun, kecelakaan kerja masih terjadi akibat faktor manusia seperti kelalaian, kurang fokus, dan ketidakpatuhan terhadap prosedur. Evaluasi dan peningkatan K3 telah dilaksanakan melalui perencanaan tahunan dan kebijakan lima tahunan. Perusahaan disarankan meningkatkan pengawasan serta kesadaran dan kepatuhan karyawan terhadap pentingnya K3 dan prosedur kerja.