Diare merupakan kondisi yang ditandai dengan perubahan konsistensi tinja dan frekuensi buang air besar yang berlebihan, yaitu lebih dari tiga kali dalam sehari. Penggunaan antibiotik yang tidak sesuai dengan pedoman terapi dapat menyebabkan peningkatan resistensi bakteri terhadap antibiotik. Salah satu enzim yang berperan dalam mekanisme resistensi bakteri terhadap antibiotik adalah enzim Extended Spectrum Beta Lactamase (ESBL). ESBL sering ditemukan pada bakteri golongan Enterobacteriaceae. ESBL memiliki gen pengkode seperti gen Cefotaxime (CTX-M) dan gen Sulfhydryl Variabel (SHV). Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengidentifikasi gen Cefotaxime (CTX-M) gen Sulfhydryl Variabel (SHV) bakteri golongan golongan Enterobacteriaceae penghasil Extended Spectrum Beta Lactamase (ESBL) pada anak penderita diare. Jenis penelitian yang digunakan yaitu desktriptif dengan menggunakan 10 sampel feses anak penderita diare. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan alat vitek 2 compact untuk identifikasi bakteri dan deteksi gen dengan metode Polymerase Chain Reaction (PCR). Hasil isolasi bakteri menunjukkan bahwa dari 10 sampel feses yang digunakan, sebanyak 9 sampel (90%) terdeteksi mengandung bakteri yang diidentifikasi sebagai Escherichia coli dan Klebsiella pneumoniae. Selanjutnya hasil uji vitek 2-compact menunjukan dari 9 sampel digunakan hanya 3 (33,3%) sampel yang memiliki kemampuan sebagai penghasil ESBL. Hasil deteksi gen dengan metode PCR menunjukan dari 3 sampel yang digunakan didapatkan 2 (66,7%) sampel positif terhadap gen CTX-M pada ukuran 800 bp dan gen SHV pada ukuran 500 bp. Oleh karena itu, dalam penelitian ini menunjukkan bahwa sampel feses pada anak penderita diare yang digunakan ditemukan bakteri Escherichia coli dan Klebsiella pneumoniae sebagai bakteri penghasil enzim ESBL