Sulistiyah Sulistiyah
Institut Teknologi Sains dan Kesehatan RS dr. Soepraoen

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pengaruh Massase Effleurage Terhadap Pengurangan Rasa Nyeri Ibu Bersalin Kala I Fase Aktif Silvya Reni Suyanto; Sulistiyah Sulistiyah
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.1393

Abstract

Nyeri persalinan kala I fase aktif merupakan respons fisiologis yang kompleks, melibatkan mekanisme sensoris dan emosional yang dapat menghambat efektivitas kontraksi serta meningkatkan kecemasan ibu. Pendekatan non-farmakologis seperti teknik effleurage menawarkan alternatif yang aman dan humanistik dalam mengelola nyeri selama persalinan. Menilai pengaruh pemberian pijat effleurage terhadap intensitas nyeri ibu bersalin pada kala I fase aktif di PMB Ida Priyanti, Kecamatan Tumpang. Penelitian ini melibatkan 20 ibu bersalin yang memenuhi kriteria inklusi. Teknik effleurage diberikan selama fase aktif kala I, dengan pengukuran nyeri menggunakan skala numerik sebelum dan sesudah intervensi. Analisis dilakukan untuk mengamati perubahan skor nyeri dan kecenderungan pola penurunan intensitas nyeri pasca intervensi. Rerata skor nyeri sebelum intervensi sebesar 7,65 menurun menjadi 4,70 setelah pemberian effleurage. Selisih rerata sebesar 2,95 poin mengindikasikan penurunan nyeri yang nyata, dengan mayoritas ibu melaporkan peningkatan kenyamanan dan relaksasi selama proses persalinan berlangsung. Effleurage terbukti efektif dalam menurunkan nyeri persalinan kala I fase aktif. Teknik ini layak dijadikan bagian dari praktik kebidanan fisiologis karena sifatnya yang aman, mudah diterapkan, dan mendukung pengalaman bersalin yang lebih positif.
Pengaruh Pemberian Bubur Kacang Hijau Terhadap Kadar Hemoglobin (Hb) Pada Wanita Usia Produktif Di PMB Teofani Muncar- Banyuwangi Maya Dinda Arista; Sulistiyah Sulistiyah
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.1472

Abstract

Anemia is a condition in which the level of hemoglobin (Hb) in the blood falls below the normal range and can occur in anyone. In Indonesia, anemia is largely caused by iron deficiency. Iron intake can be fulfilled through foods derived from both animal and plant sources. One plant-based food rich in iron is mung beans. This study aims to examine the effect of consuming mung bean porridge on increasing hemoglobin levels in women of reproductive age. The research employed a quantitative method with a pre-experimental design, specifically a one-group pretest-posttest design. The study population consisted of women of reproductive age who visited PMB Teofani Muncar, Banyuwangi. The sampling technique used was incidental sampling, resulting in 15 respondents who met the inclusion criteria. Data were analyzed using the Wilcoxon test as a non-parametric bivariate analysis, due to the data not being normally distributed. The test results showed a p-value of 0.003, which is lower than the significance threshold of 0.05. These findings indicate a statistically significant difference in hemoglobin levels before and after the intervention. It can therefore be concluded that the consumption of mung bean porridge has a positive effect on increasing hemoglobin levels in women of reproductive age. Thus, mung bean porridge can serve as an effective, locally based nutritional intervention to help prevent and manage anemia, particularly in women of reproductive age.
Pengaruh Pendidikan Kesehatan Reproduksi Tentang Asi Eksklusif Terhadap Pengetahuan Ibu Menyusui Di TPMB Ida Kristanti,Amd.Keb Yuliani Putri Giana; Sulistiyah Sulistiyah
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.1573

Abstract

ASI eksklusif berperan sebagai sumber utama nutrisi yang dibutuhkan bayi selama enam bulan pertama kehidupan dan memiliki peranan krusial dalam mendukung proses pertumbuhan serta perkembangan optimal. Namun demikian, tingkat pemahaman ibu menyusui terkait pentingnya pemberian ASI eksklusif masih tergolong rendah. Studi ini dilaksanakan guna menilai sejauh mana efektivitas dari kegiatan edukasi yang diberikan kesehatan reproduksi guna memperluas wawasan para ibu tentang Pemberian Air Susu Ibu secara eksklusif di lingkungan Tempat Praktik Mandiri Bidan (TPMB). Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode pra-eksperimen, yang melibatkan satu kelompok subjek yang diuji sebelum dan sesudah intervensi melalui pretest dan posttest, melibatkan 30 ibu menyusui pemilihan responden dilakukan secara purposive. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang diisi oleh subjek penelitian sebelum dan sesudah pemberian edukasi. Berdasarkan hasil analisis yang dilakukan melalui uji paired t-test, diperoleh temuan bahwa adanya perubahan tingkat pengetahuan yang menunjukkan perbedaan bermakna berdasarkan hasil analisis statistik (p < 0,05). Aspek yang mengalami peningkatan mencakup pemahaman mengenai manfaat ASI eksklusif, teknik menyusui yang benar, serta risiko yang ditimbulkan akibat pemberian makanan tambahan sebelum waktunya. Temuan ini menunjukkan bahwa intervensi edukasi kesehatan reproduksi memiliki dampak positif terhadap pengetahuan ibu menyusui. Oleh karena itu, kegiatan edukatif semacam ini sangat disarankan untuk diterapkan secara berkelanjutan di fasilitas layanan Pelayanan kesehatan yang bersifat promotif dan preventif merupakan komponen strategis dalam mendukung pencapaian target program ASI eksklusif secara nasional.