Zaira Amefi Mecca
Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Kajian Literatur: Analisis Kesulitan Siswa Dalam Memahami Materi Bilangan Pecahan Tingkat Sekolah Dasar Nurhaswinda Nurhaswinda; Vanny Afrilia niati; Riska Nursapitri; Zaira Amefi Mecca; Az-Zahra Ramadani; Isnania Humairo; Nabila Asla Putri; Nasyrah Rahmatillah; Reza Ananda
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.1447

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji berbagai kendala yang dihadapi oleh siswa sekolah dasar dalam memahami konsep bilangan pecahan, melalui pendekatan studi kepustakaan (library research). Hasil kajian mengidentifikasi sejumlah permasalahan utama, antara lain ketidaksesuaian antara representasi simbolik dan visual, keterbatasan dalam pendekatan instruksional yang diterapkan, serta kurang optimalnya penggunaan media pembelajaran. Analisis terhadap literatur menunjukkan bahwa pendekatan berbasis representasi multipel yang mencakup penggunaan manipulatif konkret, representasi visual, dan teknologi interaktif memiliki efektivitas yang tinggi dalam mendukung pemahaman konsep pecahan pada siswa. Dalam konteks pendidikan di Indonesia, penerapan pendekatan tersebut memerlukan penyesuaian yang mempertimbangkan keterbatasan sumber daya serta karakteristik budaya lokal. Temuan studi ini menawarkan sebuah pendekatan yang bersifat holistik dengan mengintegrasikan berbagai strategi pedagogis guna meningkatkan mutu pembelajaran bilangan pecahan. Selain itu, studi ini merekomendasikan penggunaan pendekatan berbasis representasi multipel yang menggabungkan berbagai jenis alat bantu visual dan manipulatif konkret serta program pelatihan guru untuk mendukung implementasi yang lebih optimal di tingkat satuan pendidikan dasar.
Dampak Ambiguitas Pada Pemahaman dan Interaksi Sosial Putri Hana Pebriana; Vanny Afrilia Niati; Riska Nursapitri; Kania Ananda; Zaira Amefi Mecca; Az-Zahra Ramadani
NUSANTARA: Jurnal Inovasi Pendidikan Vol. 1 No. 2 (2025): Nusantara: Jurnal Inovasi Pendidikan
Publisher : Institut Teknologi Pendidikan Indonesia, Jl. Adi Sucipto Kelurahan Sidomulyo Timur, Kecamatan Marpoyan Damai, RT 001, RW 002, Kota Pekanbaru, Provinsi Riau.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71436/nusantara.v1i2.22

Abstract

  Kata ambigu memiliki arti sebagai suatu kata yang mempunyai makna lebih dari satu. Hal ini dapat menyebabkan ketidakjelasan, keraguan, atau kekaburan dalam interpretasinya. Kata ambigu sendiri juga dapat didefinisikan sebagai sesuatu yang bermakna ganda. Ambiguitas sebenarnya adalah persoalan dalam bidang apapun, yang dapat memberikan kita pemahaman tentang makna ganda akibat penafsiran yang salah. Ketidakjelasan ini dapat menyebabkan adanya kesalahan ketika seseorang ingin menginterpretasikan suatu kalimat atau kata dari sebuah tulisan atau ucapan. Terdengar sepele memang, namun kesalahan dalam memahami makna ini terkadang bisa menyebabkan kerugian yang lebih besar dari apa yang kita kira. Ambiguitas ini juga berhubungan dengan bahasa yang merupakan sarana penting dalam suatu interaksi sosial. Dalam perannya sebagai sarana interaksi sosial bahasa mampu menyampaikan informasi dari manusia yang satu pada manusia yang lain. Sebagai alat komunikasi, bahasa terdiri atas dua bagian, yaitu bentuk atau lambang yang berupa ujaran-ujaran dan makna. Kegiatan berbahasa dalam suatu interaksi sosial sesungguhnya merupakan kegiatan mengekspresikan lambang-lambang bahasa untuk menyampaikan makna-makna yang ada pada lambang tersebut. Itulah alasan mengapa kita perlu mempelajari bahasa atau linguistik secara seksama, agar kita terhindar dari yang namanya ambigu. Baik di bangku sekolah atau kuliah, kita akan mempelajari subjek Bahasa Indonesia. Subjek tersebut dapat membantu kita agar memahami bahasa sendiri lebih dalam, dan menghindari ambigu. Kata Kunci: Ambiguitas; Ambigu; Interaksi Sosial