Yuliana Putri Valentina
Institut Teknologi Sains dan Kesehatan RS dr. Soepraoen

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Model Pendidikan Kesehatan Reproduksi Terhadap Pengetahuan Remaja Putri Tentang Seks Bebas Di Pondok Pesantren Tarbiyatul Athfal Desa Jenggolo Kecamatan Kepanjen Yuliana Putri Valentina; Retno Dewi Prisusanti
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.1572

Abstract

Remaja putri termasuk dalam kelompok usia yang rentan terhadap perilaku seksual pranikah, yang sebagian besar disebabkan oleh kurangnya pemahaman mendalam mengenai kesehatan reproduksi. Berdasarkan kondisi tersebut, penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas model pendidikan kesehatan reproduksi dalam meningkatkan pengetahuan remaja. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain pra-eksperimen, melalui model satu kelompok yang dinilai sebelum dan sesudah diberikan intervensi (one group pretest-posttest design). Sampel terdiri atas 30 remaja putri yang berasal dari Pondok Pesantren Tarbiyatul Athfal. Intervensi diberikan melalui metode penyuluhan berbasis media edukatif serta pendekatan partisipatif yang komunikatif. Pengumpulan data dilakukan dengan instrumen kuesioner pada saat pretest dan posttest, yang kemudian dianalisis menggunakan uji statistik paired sample t-test. Hasil analisis menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan dalam tingkat pengetahuan setelah intervensi dilakukan, dengan nilai signifikansi p < 0,001. Sebagian besar peserta mengalami peningkatan skor pengetahuan, berpindah dari kategori rendah ke kategori sedang bahkan tinggi. Temuan ini menegaskan bahwa model pendidikan kesehatan reproduksi memiliki kontribusi penting dalam menambah wawasan remaja putri mengenai bahaya dan konsekuensi negatif dari perilaku seks bebas. Oleh karena itu, pendekatan edukatif ini disarankan menjadi bagian dari program pencegahan di lingkungan pesantren dan lembaga pendidikan guna menekan potensi munculnya perilaku seksual berisiko di kalangan remaja.