Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi pengembangan Rumah Sakit Islam Gorontalo (RSIG) dengan menekankan pada tiga fokus utama: responsivitas pelayanan, kesejahteraan sumber daya manusia (SDM), dan sarana prasarana. Ketiga aspek ini dipilih karena merupakan komponen krusial dalam mewujudkan pelayanan kesehatan yang berkualitas dan berkelanjutan. Dalam konteks manajemen rumah sakit tipe D, tantangan terhadap kualitas layanan, distribusi beban kerja, dan ketersediaan infrastruktur masih menjadi permasalahan yang kompleks dan saling berkaitan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam terhadap informan internal dan eksternal rumah sakit, serta studi dokumentasi. Data dianalisis secara tematik dan dipadukan dengan pendekatan analisis SWOT untuk memetakan kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman dalam pengelolaan ketiga fokus tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari sisi responsivitas, RSIG telah menerapkan sistem antrean elektronik dan prosedur triase yang cukup efektif, namun masih terkendala keterbatasan petugas pada malam hari dan belum terintegrasinya sistem informasi antarunit. Pada aspek kesejahteraan SDM, kompensasi dan insentif telah berbasis beban kerja, tetapi tunjangan risiko dan pelatihan berkelanjutan belum merata. Sementara itu, dari sisi sarana dan prasarana, fasilitas utama sudah memenuhi standar tipe D, namun pemeliharaan belum optimal dan sistem teknologi informasi masih bersifat parsial. Pembahasan menunjukkan bahwa strategi pengembangan RSIG harus diarahkan pada penguatan manajemen shift, keadilan kesejahteraan tenaga medis, dan perencanaan terpadu untuk pemeliharaan sarana serta pengembangan teknologi informasi. Dengan perencanaan berbasis SWOT yang sistematis, RSIG berpotensi meningkatkan kualitas pelayanan dan memperkuat posisinya sebagai penyedia layanan kesehatan islami yang profesional dan responsif.