Fandi H. Binggo
Universitas Muhammadiyah Gorontalo, Gorontalo

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Tantangan dan Strategi Implementasi Kurikulum Merdeka di Sekolah Dasar: Perspektif Guru dan Kepala Sekolah Fandi H. Binggo; Mohamad Rian Liputo
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.1695

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi tantangan dan strategi implementasi Kurikulum Merdeka di SD Laboratorium Universitas Negeri Gorontalo, dengan fokus pada perspektif guru dan kepala sekolah. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan observasi di kelas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun Kurikulum Merdeka memberikan kebebasan bagi guru untuk merancang pembelajaran yang lebih fleksibel dan berpusat pada siswa, banyak tantangan yang dihadapi. Tantangan utama meliputi kurangnya pemahaman mendalam tentang kurikulum, keterbatasan waktu, dan sumber daya yang tidak memadai. Namun, kolaborasi yang baik antara guru dan kepala sekolah terbukti menjadi kunci dalam mengatasi kendala tersebut. Pertemuan rutin dan komunikasi yang terbuka membantu menciptakan lingkungan yang mendukung inovasi dan eksperimen dalam pengajaran. Penelitian ini juga menggarisbawahi pentingnya pelatihan berkelanjutan dan dukungan dari pihak sekolah untuk memfasilitasi proses adaptasi. Dengan melibatkan siswa dalam pembelajaran yang sesuai dengan minat mereka, motivasi dan keterlibatan mereka meningkat. Temuan ini diharapkan dapat memberikan wawasan berharga bagi pengambil kebijakan dan praktisi pendidikan dalam merumuskan strategi yang lebih efektif untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia.
Efektivitas Metode Storyline terhadap Pemahaman Konsep IPS Siswa Kelas V SD Laboratorium UNG Fandi H. Binggo; Mohamad Rian Liputo
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.1697

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi efektivitas metode Storyline dalam meningkatkan pemahaman konsep Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) siswa kelas V SD Laboratorium UNG. Dalam konteks pendidikan yang semakin menuntut inovasi, metode pengajaran yang interaktif menjadi semakin relevan. Menggunakan desain kuantitatif eksperimen dengan pendekatan pretest-posttest, penelitian ini melibatkan dua kelas, yaitu kelas eksperimen yang diajar dengan metode Storyline dan kelas kontrol yang menggunakan metode konvensional. Pretest dilakukan sebelum intervensi untuk mengukur pemahaman awal siswa, sedangkan posttest dilakukan setelah 4 minggu pembelajaran untuk mengukur peningkatan pemahaman. Hasil analisis data diketahui nilai signifikansi atau Sig. (2-tailed) adalah sebesar 0,000 yang lebih kecil dari 0,05. Sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan rata-rata antara Metode Storyline dengan metode konvensional terhadap Pemahaman Konsep IPS Siswa Kelas V SD Laboratorium UNG. Peningkatan signifikan ini mencerminkan bahwa siswa yang diajar dengan metode Storyline memiliki pemahaman yang lebih baik terhadap konsep-konsep IPS.Selain peningkatan akademis, observasi juga menunjukkan bahwa siswa di kelas eksperimen lebih aktif terlibat dalam diskusi dan kolaborasi, serta memberikan umpan balik positif mengenai pengalaman belajar mereka. Temuan ini menegaskan bahwa metode Storyline tidak hanya efektif dalam meningkatkan pemahaman akademis, tetapi juga menciptakan suasana belajar yang lebih menyenangkan dan berarti. Dalam hal ini, dapat disimpulkan bahwa metode Storyline berpengaruh signifikan atau efektiv terhadap Pemahaman Konsep IPS Siswa Kelas V SD Laboratorium UNG. Penelitian ini merekomendasikan penerapan metode ini secara lebih luas dalam pengajaran IPS dan mata pelajaran lainnya di sekolah dasar.