Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi efektivitas metode Storyline dalam meningkatkan pemahaman konsep Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) siswa kelas V SD Laboratorium UNG. Dalam konteks pendidikan yang semakin menuntut inovasi, metode pengajaran yang interaktif menjadi semakin relevan. Menggunakan desain kuantitatif eksperimen dengan pendekatan pretest-posttest, penelitian ini melibatkan dua kelas, yaitu kelas eksperimen yang diajar dengan metode Storyline dan kelas kontrol yang menggunakan metode konvensional. Pretest dilakukan sebelum intervensi untuk mengukur pemahaman awal siswa, sedangkan posttest dilakukan setelah 4 minggu pembelajaran untuk mengukur peningkatan pemahaman. Hasil analisis data diketahui nilai signifikansi atau Sig. (2-tailed) adalah sebesar 0,000 yang lebih kecil dari 0,05. Sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan rata-rata antara Metode Storyline dengan metode konvensional terhadap Pemahaman Konsep IPS Siswa Kelas V SD Laboratorium UNG. Peningkatan signifikan ini mencerminkan bahwa siswa yang diajar dengan metode Storyline memiliki pemahaman yang lebih baik terhadap konsep-konsep IPS.Selain peningkatan akademis, observasi juga menunjukkan bahwa siswa di kelas eksperimen lebih aktif terlibat dalam diskusi dan kolaborasi, serta memberikan umpan balik positif mengenai pengalaman belajar mereka. Temuan ini menegaskan bahwa metode Storyline tidak hanya efektif dalam meningkatkan pemahaman akademis, tetapi juga menciptakan suasana belajar yang lebih menyenangkan dan berarti. Dalam hal ini, dapat disimpulkan bahwa metode Storyline berpengaruh signifikan atau efektiv terhadap Pemahaman Konsep IPS Siswa Kelas V SD Laboratorium UNG. Penelitian ini merekomendasikan penerapan metode ini secara lebih luas dalam pengajaran IPS dan mata pelajaran lainnya di sekolah dasar.