Keberhasilan dari sebuah kelompok wanita tani dapat ditandai dengan tingginya motivasi dalam melakukan suatu hal. Penelitian ini dilakukan untuk mengkaji tingkat serta pengaruh motivasi petani dalam pemanfaatan lidah buaya (Aloe Vera) menjadi permen jeli. Penelitian ini dilaksanakan di Kelompok Wanita Tani Mekar Asri, Kalurahan Rejosari, Kapanewon Semin, Kabupaten Gunungkidul pada bulan Oktober 2024-Februari 2025. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan menggunakan analisis regresi linier berganda, yang berdasarkan kuesioner yang disebarkan kepada 31 petani. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat motivasi fisiologi masuk dalam kategori tinggi dengan nilai 97,42%, tingkat motivasi sosiologi masuk dalam kategori tinggi dengan nilai 81,94%, dan tingkat motivasi aktualisasi diri masuk dalam kategori tinggi dengan nilai 96,46%. Hasil dari analisis regresi linier berganda menunjukkan secara simultan variabel motivasi fisiologi, motivasi sosiologi, dan motivasi aktualisasi diri berpengaruh signifikan terhadap pemanfaatan lidah buaya menjadi permen jeli (Fhitung = 22,902: sig = 0,000). Kemudian secara parsial keseluruhan variabel berpengaruh signifikan yaitu; motivasi fisiologi berpengaruh positif (t = 2,515; sig = 0,018), motivasi sosiologi berpengaruh positif (t = 2,671; sig = 0,013), dan motivasi aktualisasi diri berpengaruh positif ( t = 4,124; sig = 0,000). Koefisien determinasi (R2) sebesar 0,718% menunjukkan bahwa pengaruh tiga variabel simultan terhadap variabel terpengaruh adalah sebesar 71,8%. Sehingga sisanya sebesar 28,2% terpengaruh oleh variabel lain dari luar model yang diteliti. Hasil kajian ini memutuskan bahwa motivasi fisiologi, sosiologi dan aktualisasi diri merupakan faktor penting dalam upaya mendorong petani dalam memanfaatkan lidah buaya menjadi permen jeli. Oleh karena itu penting bagi penyelenggara garda terdepan yakni penyuluh pertanian, pemerintah, dan lembaga masyarakat agar mampu memberikan fasilitas dan meningkatkan kesadaran petani supaya mampu berinovasi dan bertindak secara berkelanjutan dalam pengelolaan pertanian.