Mardifa Wahyu Putri
Universitas Putra Indonesia YPTK Padang

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Manajemen Perubahan dan Tantangan Budaya Organisasi pada Masa Krisis Anggella Chandini; Finola Fiftem Eka Putri; Mardifa Wahyu Putri; Syafwandi Syafwandi
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.1836

Abstract

Masa krisis seperti pandemi global, krisis ekonomi, maupun disrupsi teknologi memaksa organisasi untuk melakukan perubahan signifikan agar dapat bertahan dan beradaptasi terhadap lingkungan yang dinamis dan tidak stabil. Dalam konteks ini, manajemen perubahan menjadi suatu kebutuhan strategis yang mendesak untuk diterapkan secara efektif. Penelitian ini bertujuan untuk memahami secara mendalam bagaimana proses manajemen perubahan dijalankan dalam organisasi selama masa krisis, serta mengidentifikasi tantangan budaya organisasi yang dapat memengaruhi keberhasilan atau kegagalan proses tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melalui studi pustaka yang komprehensif serta wawancara mendalam dengan sejumlah manajer dari organisasi sektor jasa yang mengalami dampak langsung dari krisis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keberhasilan manajemen perubahan sangat dipengaruhi oleh kesiapan budaya organisasi, karakter kepemimpinan yang transformatif, serta pola komunikasi internal yang terbuka dan adaptif. Organisasi yang memiliki nilai-nilai budaya fleksibel dan kolaboratif cenderung lebih cepat menyesuaikan diri dalam menghadapi perubahan. Di sisi lain, tantangan utama yang dihadapi mencakup resistensi terhadap perubahan yang berasal dari individu maupun kelompok, ketegangan antara nilai-nilai budaya lama dengan nilai baru yang dibawa oleh perubahan, serta lemahnya kohesi sosial dalam tim akibat ketidakpastian dan tekanan kerja yang meningkat selama krisis. Temuan ini menekankan pentingnya peran budaya organisasi sebagai fondasi dalam menyukseskan agenda perubahan, serta perlunya strategi komunikasi yang inklusif dan pendekatan kepemimpinan yang empatik dan partisipatif. Penelitian ini memberikan implikasi penting bagi praktisi manajemen dan pengambil kebijakan organisasi dalam merancang strategi perubahan yang responsif dan berkelanjutan, dengan tetap memperhatikan dimensi budaya yang melekat dalam struktur dan dinamika organisasi.