Jerawat (Acne vulgaris) merupakan salah satu masalah kulit yang umum dialami, terutama pada usia remaja dan dewasa muda. Salah satu penanganan jerawat yang sering dilakukan adalah swamedikasi, yaitu pengobatan mandiri tanpa resep dokter. Keberhasilan swamedikasi sangat bergantung pada pengetahuan dan sikap individu terhadap penyakit dan pengobatannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara tingkat pengetahuan dengan sikap swamedikasi jerawat pada mahasiswa Program Studi Sarjana Farmasi Universitas Aisyah Pringsewu. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan cross sectional dan teknik pengambilan sampel secara purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Hasil penelitian tingkat pengetahuan Mahasiswa Farmasi Universitas Aisyah Pringsewu diperoleh hasil dengan kategori baik (47,3%), cukup (38,9%) dan kurang (13,8%). Sikap swamedikasi diperoleh hasil dengan kategori positif (93,8%) dan cukup (6,2%). Uji normalitas menunjukkan data tidak terdistribusi normal (p = 0,000). Uji homogenitas menunjukkan data pengetahuan homogen berdasarkan usia (p = 0,332) dan jenis kelamin (p = 0,979), sedangkan sikap tidak homogen berdasarkan usia (p = 0,017) dan homogen berdasarkan jenis kelamin (p = 0,162). Analisis data menggunakan uji Chi-square menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan dengan sikap swamedikasi jerawat pada Mahasiswa Farmasi Universitas Aisyah Pringsewu didapatkan nilai P-Value 0,01. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa semakin tinggi tingkat pengetahuan mahasiswa, maka semakin baik pula sikap mereka dalam melakukan swamedikasi jerawat.