Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi dan menganalisis karakteristik estetika visual dalam fotografi urban dengan studi kasus kawasan Kota Tua Jakarta. Dalam konteks perkembangan fotografi digital dan budaya visual perkotaan, Kota Tua menjadi ruang simbolik yang sarat makna historis, arsitektural, dan sosial, sekaligus menjadi objek yang menarik bagi para fotografer urban. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif eksploratif dengan teknik analisis visual dan semiotik untuk menelaah elemen-elemen estetika seperti komposisi, warna, tekstur, serta pencahayaan dalam karya fotografi urban. Data dikumpulkan melalui dokumentasi karya fotografi, observasi langsung di lokasi, dan wawancara semi-struktural dengan fotografer yang aktif memotret di kawasan tersebut.Hasil penelitian menunjukkan bahwa estetika visual dalam fotografi Kota Tua didominasi oleh penggunaan komposisi simetris, tone warna hangat, eksplorasi tekstur bangunan tua, serta pencahayaan natural dramatis. Selain itu, ditemukan tiga pola visual utama: representasi arsitektur sebagai memori kolektif, aktivitas manusia sebagai ritme sosial kota, dan ruang kota sebagai ruang kontemplatif. Analisis tematik dan semiotik visual mengungkapkan bahwa fotografi urban tidak hanya berfungsi sebagai media dokumentasi, tetapi juga sebagai bentuk narasi visual yang mencerminkan relasi antara ruang, sejarah, dan identitas. Penelitian ini juga menyoroti peran fotografer sebagai aktor visual yang membentuk persepsi publik terhadap ruang kota bersejarah.Temuan ini memberikan kontribusi terhadap kajian budaya visual, estetika kota, dan fotografi urban dengan menekankan pentingnya pendekatan visual-kritis dalam memahami transformasi makna ruang kota. Penelitian ini juga menawarkan perspektif baru dalam pengembangan city branding berbasis estetika dan warisan budaya visual lokal.