Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Eksplorasi Estetika Visual dalam Fotografi Urban: Studi Kasus Kota Tua Jakarta Moh. Ali Wisudawan Prakarsa
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.1886

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi dan menganalisis karakteristik estetika visual dalam fotografi urban dengan studi kasus kawasan Kota Tua Jakarta. Dalam konteks perkembangan fotografi digital dan budaya visual perkotaan, Kota Tua menjadi ruang simbolik yang sarat makna historis, arsitektural, dan sosial, sekaligus menjadi objek yang menarik bagi para fotografer urban. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif eksploratif dengan teknik analisis visual dan semiotik untuk menelaah elemen-elemen estetika seperti komposisi, warna, tekstur, serta pencahayaan dalam karya fotografi urban. Data dikumpulkan melalui dokumentasi karya fotografi, observasi langsung di lokasi, dan wawancara semi-struktural dengan fotografer yang aktif memotret di kawasan tersebut.Hasil penelitian menunjukkan bahwa estetika visual dalam fotografi Kota Tua didominasi oleh penggunaan komposisi simetris, tone warna hangat, eksplorasi tekstur bangunan tua, serta pencahayaan natural dramatis. Selain itu, ditemukan tiga pola visual utama: representasi arsitektur sebagai memori kolektif, aktivitas manusia sebagai ritme sosial kota, dan ruang kota sebagai ruang kontemplatif. Analisis tematik dan semiotik visual mengungkapkan bahwa fotografi urban tidak hanya berfungsi sebagai media dokumentasi, tetapi juga sebagai bentuk narasi visual yang mencerminkan relasi antara ruang, sejarah, dan identitas. Penelitian ini juga menyoroti peran fotografer sebagai aktor visual yang membentuk persepsi publik terhadap ruang kota bersejarah.Temuan ini memberikan kontribusi terhadap kajian budaya visual, estetika kota, dan fotografi urban dengan menekankan pentingnya pendekatan visual-kritis dalam memahami transformasi makna ruang kota. Penelitian ini juga menawarkan perspektif baru dalam pengembangan city branding berbasis estetika dan warisan budaya visual lokal.
Beyond Real and Fake: A Hybrid Visual Authenticity Framework for Generative AI in Creative and Media Ecosystems Moh. Ali Wisudawan Prakarsa; Aliyah Aliyah; Heri Wijayanto; Zulfah Hasanah; Widya Octary Setiawardhani
Inspire Global Insight Journal Vol. 1 No. 03 (2026): July Issue, 2026
Publisher : INSPIRETECH GLOBAL INSIGHT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53905/igim.v1i03.19

Abstract

The emergence of generative artificial intelligence has radically transformed the production, dissemination, and interpretation of visual media, precipitating a crisis of confidence regarding visual authenticity—a concept historically predicated upon the indexical nature of photography. This research investigates the reconfiguration of visual authenticity within photography, illustration, and packaging design in the age of generative AI, identifying cross-domain thematic regularities to develop a conceptual model of "hybrid visual authenticity." Utilizing an interpretive qualitative methodology and a multiple case study design, this study conducted visual-semiotic analyses of 40 cases and in-depth interviews with 16 practitioners across the fields of photography, illustration, packaging design, and media studies. Analytical procedures incorporated Barthesian semiotic inquiry and Braun and Clarke’s six-stage thematic analysis, employing triangulation of data sources and methodological approaches to ensure rigor. Findings suggest that visual authenticity in the generative AI context transcends the traditional binary of "genuine" versus "fake," manifesting instead as a multifaceted construct shaped by the interplay of creator intent, process transparency, and underlying socio-cultural and regulatory frameworks. Notably, photography and media studies exhibit the strongest emphasis on transparency, whereas illustration and packaging design display greater openness toward human-AI hybrid practices. Accordingly, this study proposes a Hybrid Visual Authenticity Model, synthesizing frameworks of indexicality, aura, and simulacra into a unified analytical lens for diverse creative domains. This research makes both theoretical and practical contributions: it rearticulates classical concepts of visual authenticity for the generative AI paradigm and offers actionable recommendations for design education, professional associations, the packaging sector, and media policymakers.