Krisis kemanusiaan di Gaza tetap menjadi isu penting yang terus menarik perhatian dunia. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi bagaimana media daring membingkai krisis ini, dengan fokus pada strategi narasi yang digunakan oleh dua platform dengan orientasi editorial yang berbeda: Kompas.com dan Tawaf News. Dengan meneliti elemen framing seperti metafora, frasa kunci, dan perangkat penalaran, penelitian ini bertujuan mengungkap perbedaan cara kedua media membangun perspektif terhadap isu Gaza. Menggunakan pendekatan penelitian kualitatif, penelitian ini menerapkan model analisis framing Modigliani. Metode komparatif digunakan untuk menganalisis artikel berita yang diterbitkan antara November 2023 hingga Oktober 2024, periode yang ditandai oleh intensitas konflik tinggi dan respons internasional yang signifikan. Proses analisis data mencakup reduksi, penyajian, dan triangulasi untuk memastikan hasil yang sistematis dan kredibel. Subjek penelitian ini mencakup artikel berita terkait krisis Gaza dari kedua media, yang memberikan dasar yang kuat untuk analisis framing komparatif. Penelitian ini diharapkan dapat mengidentifikasi pola framing yang mencerminkan imbas nilai editorial, kecenderungan ideologis, dan target audiens. Hasilnya diharapkan memberikan kontribusi teoretis pada penelitian framing media serta wawasan praktis bagi praktisi media dan pembuat kebijakan. Secara khusus, penelitian ini bertujuan meningkatkan literasi media, membantu masyarakat mengevaluasi pelaporan yang bias, serta mempromosikan pemahaman tentang bagaimana framing memengaruhi gerakan solidaritas dan persepsi publik terhadap krisis kemanusiaan.