Pendekatan psikologi konvensional yang bersumber dari paradigma Barat seringkali tidak mampu menjelaskan secara holistik faktor-faktor yang mempengaruhi motivasi guru dalam konteks budaya Indonesia. Studi ini bertujuan untuk mengeksplorasi praktik-praktik psikologi indigenous yang berperan dalam membentuk motivasi guru sekolah dasar di Yogyakarta dan mengidentifikasi nilai-nilai indigenous sebagai sumber motivasi dan perilaku kerja pada guru Jawa. Metode dalam penulisan ini menekankan refleksi yang terkait langsung dengan konteks atau situasi nyata yang dialami penulis. Penulis mengaitkan pengalaman atau peristiwa yang terjadi dengan lingkungan profesional yang relevan. Dengan pendekatan fenomenologi interpretatif, penulis melibatkan 12 guru sekolah dasar melalui wawancara mendalam semi-terstruktur, observasi partisipatif, dan studi dokumentasi. Data dianalisis menggunakan teknik analisis tematik dengan pendekatan induktif. Hasil tulisan ini mengidentifikasi lima praktik utama psikologi indigenous (slametan, ngalap berkah, temu kangen, tri dharma, dan primbon Jawa) serta delapan nilai indigenous (ikhlas, digugu lan ditiru, gotong royong, ngudi kawruh, tut wuri handayani, tepa slira, panggilan jiwa, dan berkah) yang menjadi sumber motivasi guru. Penelitian membuktikan motivasi guru Indonesia bersifat multidimensional dengan karakteristik spiritual, kolektif, dan temporal yang berbeda dari teori motivasi universal. Diperlukan rekonceptualisasi teori motivasi guru yang mengintegrasikan kearifan lokal sebagai komponen fundamental dalam pengembangan profesional guru di Indonesia.