Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pendekatan Psikologi Indigeneous Terhadap Motivasi Guru SD Di Yogyakarta Syarifah Hanim; Hastangka Hastangka
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.2098

Abstract

Pendekatan psikologi konvensional yang bersumber dari paradigma Barat seringkali tidak mampu menjelaskan secara holistik faktor-faktor yang mempengaruhi motivasi guru dalam konteks budaya Indonesia. Studi ini bertujuan untuk mengeksplorasi praktik-praktik psikologi indigenous yang berperan dalam membentuk motivasi guru sekolah dasar di Yogyakarta dan mengidentifikasi nilai-nilai indigenous sebagai sumber motivasi dan perilaku kerja pada guru Jawa. Metode dalam penulisan ini menekankan refleksi yang terkait langsung dengan konteks atau situasi nyata yang dialami penulis. Penulis mengaitkan pengalaman atau peristiwa yang terjadi dengan lingkungan profesional yang relevan. Dengan pendekatan fenomenologi interpretatif, penulis melibatkan 12 guru sekolah dasar melalui wawancara mendalam semi-terstruktur, observasi partisipatif, dan studi dokumentasi. Data dianalisis menggunakan teknik analisis tematik dengan pendekatan induktif. Hasil tulisan ini mengidentifikasi lima praktik utama psikologi indigenous (slametan, ngalap berkah, temu kangen, tri dharma, dan primbon Jawa) serta delapan nilai indigenous (ikhlas, digugu lan ditiru, gotong royong, ngudi kawruh, tut wuri handayani, tepa slira, panggilan jiwa, dan berkah) yang menjadi sumber motivasi guru. Penelitian membuktikan motivasi guru Indonesia bersifat multidimensional dengan karakteristik spiritual, kolektif, dan temporal yang berbeda dari teori motivasi universal. Diperlukan rekonceptualisasi teori motivasi guru yang mengintegrasikan kearifan lokal sebagai komponen fundamental dalam pengembangan profesional guru di Indonesia.
Leader Endorsement Dalam Konteks Organisasi Kolektif: Tinjauan Teori Idenntitas Sosial Dan Kekuatan Personal Pemimpin Syarifah Hanim; Kamsih Astuti
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.2100

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memahami dinamika pembentukan leader endorsement (dukungan terhadap pemimpin) dalam konteks organisasi di Indonesia, dengan menyoroti relevansi teori identitas sosial serta peran kekuatan personal pemimpin. Melalui metode studi literatur, artikel ini mengulas berbagai penelitian terkait pengaruh prototipikalitas pemimpin, expert power, dan referent power terhadap leader endorsement. Hasil telaah menunjukkan bahwa meskipun teori identitas sosial menekankan pentingnya keselarasan identitas pemimpin dengan kelompok, beberapa penelitian di Indonesia menemukan bahwa kekuatan personal pemimpin terutama kompetensi (expert power) dan kualitas hubungan interpersonal (referent power) lebih dominan dalam membentuk dukungan bawahan dibandingkan prototipikalitas. Selain itu, tingkat identifikasi karyawan terhadap organisasi juga berperan penting dalam meningkatkan leader endorsement. Temuan ini menegaskan bahwa dalam budaya kolektif seperti Indonesia, dukungan terhadap pemimpin dipengaruhi oleh kombinasi antara aspek identitas sosial, kekuatan personal, dan nilai-nilai kebersamaan. Implikasi praktis dari penelitian ini adalah pentingnya pemimpin untuk membangun kompetensi, hubungan emosional yang positif, serta mengelola identitas kelompok secara aktif guna meningkatkan efektivitas kepemimpinan di organisasi.
ANALISIS FAKTOR DOMINAN RETENTION PADA KARYAWAN GEN Z: STUDI FENOMENOLOGI Syarifah Hanim; Wahyu Kuncoro; Sri Muliati Abdullah
Jurnal Education and Development Vol 14 No 2 (2026): Vol 14 No 2 Mei 2026
Publisher : Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/ed.v14i2.8015

Abstract

Transformasi demografi angkatan kerja Indonesia ditandai oleh masuknya Generasi Z yang diproyeksikan mencapai 27% total tenaga kerja global pada tahun 2025. Fenomena paradoks muncul ketika 74% karyawan Gen Z menunjukkan engagement tinggi namun memiliki kecenderungan terbesar meninggalkan organisasi. Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi faktor-faktor dominan yang memengaruhi retensi karyawan Generasi Z melalui pendekatan kualitatif fenomenologi. Tujuh informan karyawan Gen Z di Yogyakarta dengan masa kerja minimal enam bulan dipilih secara purposive. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara semi-terstruktur yang dianalisis menggunakan metode tematik berbantuan OpenCode. Penelitian mengidentifikasi delapan tema utama: fleksibilitas dan work-life balance sebagai faktor paling dominan (100%), diikuti pengembangan karier (85,7%), kualitas kepemimpinan (71,4%), meaningful work (71,4%), lingkungan kerja, kompensasi, beban kerja, dan teknologi digital. Temuan mengungkap loyalitas Gen Z bersifat kondisional dan transaksional, dengan motivasi intrinsik lebih dominan dibanding ekstrinsik. Proses pengambilan keputusan retensi berjalan dinamis melalui evaluasi kognitif, respons emosional, dan intensi perilaku berkelanjutan. Interaksi kompleks antar faktor membentuk pola sinergis, kompensatoris, dan kontradiktif yang menciptakan pengalaman unik setiap individu. Kesenjangan harapan dan realitas organisasi menjadi pemicu utama intensi keluar. Organisasi perlu mengimplementasikan strategi holistik berbasis lima pilar: fleksibilitas sebagai fondasi, pengembangan sebagai motivator, kepemimpinan sebagai fasilitator, makna sebagai purpose, dan budaya sebagai enabler.