Tri Melta Noviza
1Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Universitas Islam Riau, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Penerapan Pembelajaran Berbasis Proyek (PJBL) Dalam Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis Siswa Kelas IV SD IT Bunayya Pekanbaru Tri Melta Noviza; Febrina Dafit
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.2157

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana peningkatan kemampuan belajar siswa melalui penerapan model pembelajaran berbasis proyek (PjBL) pada pembelajaran Bahasa Indonesia siswa kelas IV SD IT Bunayya Pekanbaru. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada rendahnya kemampuan berpikir kritis siswa akibat pembelajaran yang masih bersifat konvensional dan kurang melibatkan siswa secara aktif. Metode yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus dengan tahapan perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Subjek dalam penelitia ini terdiri dari guru dan siswa kelas IV Bilal. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, angket, dan dokumentasi. Di lihat dari hasil observasi proses pembelajaran aktivitas guru pada siklus I skor 78.12 dengan kriteria Baik, dan pada siklus II didapatkan skor 96.87 dengan kriteria Sangat Baik. Sedangkan hasil observasi proses pembelajaran aktivitas siswa pada siklus I skor 65.62 dengan kriteria Cukup dan pada siklus II skor 84.37 dengan kriteria Baik. Kemudian hasil angket kemampuan berpikir kritis siswa pada siklus I terdapat 5 siswa dengan kategori Rendah, 23 siswa dengan kategori Sedang dan tidak ada siswa dengan kategori Tinggi. Lalu pada siklus II terjadi peningkatan yaitu 10 siswa dengan kategori Tinggi, 18 siswa dengan kategori Sedang dan tidak ada siswa dengan kategori Rendah. Terjadi peningkatan rata-rata kelas dari 71.2% (siklus I) menjadi 86.8% (siklus II).