Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis faktor-faktor yang menghambat penjualan pedagang kuliner di Pantai Lalape, Desa Trikora, Kecamatan Popayato, Kabupaten Pohuwato. Pantai Lalape merupakan salah satu kawasan wisata lokal yang berkembang secara mandiri dan menjadi sumber penghidupan utama bagi sebagian masyarakat melalui aktivitas usaha kuliner. Meski memiliki potensi wisata yang menjanjikan, para pedagang mengalami berbagai hambatan yang berdampak langsung pada stabilitas dan pertumbuhan usaha mereka. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode wawancara mendalam terhadap sembilan informan yang terdiri dari kepala desa, sekretaris desa, pedagang, dan pembeli. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat tiga faktor utama yang menghambat penjualan pedagang, yaitu keterbatasan modal, kurangnya fasilitas penunjang, dan rendahnya kemampuan dalam mengelola usaha. Modal usaha sebagian besar bersumber dari dana pribadi, tanpa dukungan pembiayaan dari pemerintah desa maupun lembaga keuangan formal. Di sisi lain, fasilitas umum seperti toilet, air bersih, tempat sampah, serta infrastruktur tempat jualan tidak tersedia secara memadai dan kurang terawat. Selain itu, sebagian besar pedagang tidak memiliki keterampilan manajerial yang memadai seperti pencatatan keuangan, perencanaan stok, dan strategi promosi. Ketiga faktor tersebut berinteraksi dan secara langsung mempengaruhi kelangsungan usaha para pedagang kuliner di kawasan wisata ini. Oleh karena itu, dibutuhkan intervensi berbasis komunitas yang melibatkan pemerintah desa dalam menyediakan akses modal, peningkatan fasilitas dasar, serta pelatihan kewirausahaan agar potensi ekonomi lokal dapat dikembangkan secara optimal dan berkelanjutan.