Akhmad Fauzi Hamzah
Universitas Islam Internasional Darullughah Wadda’wah Pasuruan

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Rekonstruksi Supervisi Pendidikan Berbasis Kecerdasan Emosional Kepala Sekolah (Studi Kasus di SMK Nurul Haromain Pujon Malang) M. Fikri Zaki; Akhmad Fauzi Hamzah
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.2342

Abstract

This study aims to reconstruct a model of educational supervision based on the emotional intelligence of school principals within the context of vocational secondary schools (SMK). The research is grounded in the observation that current supervision practices remain predominantly administrative and lack emotional engagement, despite the fact that effective supervision largely depends on the quality of the relationship between principals and teachers. This study employs a descriptive qualitative approach, with data collected through in-depth interviews, participatory observation, and documentation. Research subjects include the school principal, vice principals, and teachers at SMK Nurul Haromain Pujon, Malang Regency. The findings indicate that the principal has demonstrated various dimensions of emotional intelligence—such as empathy, self-regulation, and interpersonal communication—within supervision practices, although not yet through a structured framework. Emotional intelligence significantly contributes to improving teacher motivation, discipline, and the overall health of workplace relationships. Based on these findings, a conceptual model of emotionally intelligent supervision is proposed, consisting of three stages: emotional diagnosis, reflective dialogue, and collective action. This model is more personal, adaptive, and empowering, and is considered more suitable for the vocational school context, especially those with strong religious values. The results are expected to serve as an alternative model for more humanistic and contextual educational supervision practices in Indonesia.
Peran Kepala Sekolah sebagai Supervisor dalam Meningkatkan Mutu Pembelajaran di SDIT Ya Bunayya Achmad syaichuddin Abdillah; Akhmad Fauzi Hamzah
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.2343

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mendeskripsikan peran kepala sekolah sebagai supervisor dalam meningkatkan mutu pembelajaran di SDIT Ya Bunayya. Hasil pengamatan awal menunjukkan bahwa kepala sekolah secara aktif menerapkan model supervisi partisipatif dan transformatif. Supervisi dilaksanakan secara terstruktur melalui evaluasi pembelajaran, pembinaan guru secara rutin, serta penguatan karakter Islami yang terintegrasi dalam aktivitas keseharian sekolah. Penerapan praktik ini berkontribusi pada peningkatan kualitas perencanaan pembelajaran, penerapan metode pembelajaran aktif berbasis siswa, serta semakin kuatnya integrasi nilai-nilai Islam dalam kurikulum pembelajaran. Namun demikian, penelitian ini juga menemukan sejumlah tantangan, seperti masih adanya guru yang mengalami kesulitan dalam menyusun perangkat pembelajaran yang inovatif, penerapan model pembelajaran aktif yang belum konsisten, serta internalisasi nilai-nilai karakter Islami yang belum merata di semua mata pelajaran. Temuan ini sejalan dengan berbagai penelitian terdahulu yang menunjukkan persoalan serupa dalam praktik supervisi kepala sekolah.Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif, dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan menggunakan model Miles, Huberman, dan Saldaña yang meliputi kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik supervisi kepala sekolah di SDIT Ya Bunayya mengarah pada model supervisi partisipatif-transformatif yang terinspirasi dari teori manajemen pendidikan modern dan nilai-nilai kepemimpinan Islami, khususnya yang diajarkan oleh Abuya Sayyid Muhammad Alawi Al-Maliki yang menekankan prinsip keadilan (al-‘adl), kasih sayang (ar-raḥmah), dan kebijaksanaan (al-ḥikmah). Penelitian menemukan bahwa meskipun telah diimplementasikan berbagai program pembinaan terstruktur seperti penguatan ruhaniyah, pelatihan pedagogik aktif, pengembangan inovasi kurikulum, dan pembinaan karakter Islami, masih terdapat kelemahan pada aspek monitoring yang berkelanjutan, partisipasi guru, komunikasi efektif, serta pengelolaan administrasi yang profesional. Penelitian ini menyimpulkan bahwa efektivitas supervisi dapat ditingkatkan melalui penguatan pembinaan profesional, sistem monitoring yang berkelanjutan, forum komunikasi terbuka, pengembangan ruhaniyah yang terstruktur, serta sistem penghargaan yang adil bagi guru. Pendekatan supervisi holistik ini diharapkan dapat meningkatkan mutu pembelajaran baik dari sisi akademik maupun pembinaan karakter Islami di SDIT Ya Bunayya.
“Peran Kepala Sekolah Dalam Supervisi Untuk Membangun Budaya Literasi di Madrasah Tsanawiyah Nahdlatun Nasiin Sumber Gedang Batubintang Pamekasan” Rafiudin Rafiudin; Akhmad Fauzi Hamzah
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.2344

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran kepala sekolah dalam supervisi guna membangun budaya literasi di Madrasah Tsanawiyah Nahdlatun Nasyiin Batubintang Pamekasan. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepala sekolah berperan aktif dalam melakukan supervisi yang meliputi pembinaan guru dan pengembangan program literasi seperti membaca kitab sorogan, menghafal, dan menulis. Program literasi didukung oleh sarana perpustakaan sederhana, , dan rak baca keliling. Meskipun terdapat hambatan seperti keterbatasan waktu, fasilitas, dan motivasi, kepala sekolah menerapkan strategi pengaturan jadwal, pelatihan guru, serta peningkatan keterlibatan wali santri dan masyarakat untuk mengatasi tantangan tersebut. Penelitian ini menyimpulkan bahwa peran kepala sekolah sebagai supervisor sangat penting dalam membangun dan mempertahankan budaya literasi yang berkelanjutan di madrasah.
Strategi Kepala Dan Pengajar Madrasah Dalam Meningkatkan Daya Saing Lembaga Di Madrasah Dinniyah Ihya’ Ulumiddin Gresik Achmad Fahmi Fahmi; Akhmad Fauzi Hamzah
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.2428

Abstract

Tema penelitian ini menjadi penting untuk dibahas mengingat tantangan globalisasi dan era digital menuntut lembaga pendidikan Islam, termasuk madrasah diniyah, untuk meningkatkan daya saing agar tetap relevan dan diminati masyarakat. Permasalahan yang diangkat dalam penelitian ini adalah belum optimalnya peran strategis kepala dan pengajar dalam menyusun serta menerapkan strategi pengembangan lembaga, khususnya dalam hal supervisi, manajemen, dan inovasi pembelajaran. Hal ini berkaitan erat dengan judul penelitian yang menekankan pada strategi kepala dan pengajar madrasah dalam meningkatkan daya saing kelembagaan. Berdasarkan hasil penelitian kualitatif di Madrasah Diniyyah Ihya’ Ulumiddin Gresik, ditemukan bahwa daya saing lembaga ditingkatkan melalui strategi supervisi berbasis nilai-nilai keislaman, inovasi kurikulum, digitalisasi administrasi dan pembelajaran, serta pembentukan budaya organisasi yang mengintegrasikan kepemimpinan tradisional dan kolaboratif. Selain itu, kolaborasi antara kepala madrasah dan guru dalam proses pengambilan keputusan menjadi faktor kunci dalam menciptakan ekosistem pendidikan yang kompetitif dan bernilai spiritual.