Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pemanfaatan Ekstrak Kulit Kayu Angsana (Pterocarpus indicus) sebagai Obat Luka pada Hewan Coba Tikus (Sprague-dawley) Model Luka Sayat Astheria Eryani; Sari Mariyati. D.N; Lulu Naeluvar; Genclang Az-zahra; Vivi Saharani Saputri
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.2422

Abstract

Kulit merupakan pelindung tubuh dari lingkungan eksternal. Kulit seringkali mengalami gangguan antara lain yang disebabkan oleh luka. Hal ini dapat mengganggu fungsi kulit sebagai pelindung dan menyebabkan jaringan di bawahnya akan terpapar oleh agen infeksi maupun kerusakan mekanis lebih lanjut. Penutupan luka merupakan tahap penting untuk penyembuhan jaringan terutama setelah operasi. Pengobatan tradisional secara turun temurun dikenal masyarakat sebagai pengganti pengobatan modern. Getah angsana (Pterocarpus indicus) telah lama dimanfaatkan untuk menyembuhkan luka dan sariawan. Penelitian ini ingin mengetahui efek pemberian getah angsana pada proses penyembuhan luka pada model luka sayat, dibandingkan dengan terapi standar yaitu povidone iodin secara topikal. Metodologi penelitian ini merupakan penelitian invivo, eksperimental randomize controlled parallel. Hewan coba tikus Sprague Dawley jantan dibagi menjadi dua kelompok, dilukai bagian punggung (full thickness wound). Kelompok I diberi ekstrak kulit kayu angsana, kelompok II povidone iodin 10% secara topikal. Luka tikus diamati dan diukur setiap hari mulai hari ke-0 hingga hari ke-14. Persentase penutupan luka relative terhadap hari ke-0 dianalisis secara statistik menggunakan T Test Independent. Hasil : Persentase penutupan luka kelompok angsana lebih besar daripada kelompok povidone iodin. Terdapat perbedaan bermakna penutupan luka H3, dan H7 antara kelompok angsana dengan povidone iodin. Pada H11 persentase penutupan luka kelompok angsana lebih besar, namun tidak ada perbedaan bermakna. Kesimpulan : Ekstrak kulit kayu angsana memiliki efek penutupan luka lebih cepat daripada povidone iodin, sehingga dapat dimanfaatkan sebagai alternatif obat luka
Clinical Evaluation of Right Orbital Cellulitis in An Elderly Patient Lulu Naeluvar; Kantika Prinandita; Meriana Rasyid
Jurnal Kesehatan Budi Luhur: Jurnal Ilmu-Ilmu Kesehatan Masyarakat, Keperawatan, dan Kebidanan Vol. 19 No. 1 (2026): January 2026
Publisher : STIKes Budi Luhur Cimahi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62817/jkbl.v19i1.483

Abstract

Orbital cellulitis is a severe infection of the intraorbital tissues that can threaten vision and requires prompt management. This study aims to describe the clinical characteristics, diagnosis, and management of orbital cellulitis in an elderly patient with systemic risk factors. A descriptive clinical approach was employed, collecting data through anamnesis, physical examination, and ophthalmologic assessments including visual acuity, slit-lamp examination, and fundus evaluation, as well as the patient’s medical and treatment history. Data were analyzed qualitatively to illustrate the clinical manifestations, diagnosis, and therapeutic interventions. The case involved a 64-year-old male presenting with redness, swelling, pain, tearing, and difficulty opening the right eye for one week, with a history of diabetes mellitus and dental caries. Physical examination revealed palpebral edema, conjunctival and scleral hyperemia, restricted ocular motility, and decreased visual acuity in the right eye. The definitive diagnosis was orbital cellulitis in the right eye, with cataract in the left eye and diabetes mellitus as comorbidities. Management included broad-spectrum topical antibiotics and referral to both ophthalmology and internal medicine specialists for multidisciplinary care. In conclusion, early intervention and accurate clinical diagnosis are essential to prevent severe complications such as subperiosteal abscess, cavernous sinus thrombosis, or permanent vision loss.