kesejahteraan ekonomi masyarakat pedesaan di Indonesia. Namun, banyak desa yang belum memaksimalkan pemanfaatan aset tanahnya karena berbagai kendala. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pemberdayaan ekonomi yang efektif. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan studi kasus di tiga desa di provinsi Kalimantan Tengah Tengah, penelitian ini menggunakan wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan analisis dokumen untuk mengumpulkan data. Temuan ini mengungkapkan bahwa strategi pengelolaan lahan yang sukses meliputi identifikasi potensi komprehensif, perencanaan partisipatif, diversifikasi penggunaan lahan, kolaborasi dengan badan usaha milik desa (BUMDes), dan mitra strategis dengan sektor swasta. Studi ini mengidentifikasi dampak ekonomi positif seperti peningkatan pendapatan desa, penciptaan lapangan kerja, pertumbuhan usaha mikro dan kecil, dan peningkatan pendapatan rumah tangga. Faktor kunci keberhasilan termasuk kepemimpinan visioner, partisipasi masyarakat aktif, transparansi dan akuntabilitas, dukungan pemerintah daerah, dan akses ke pasar dan teknologi. Penelitian ini mengusulkan model integrativr dan adaptif pengelolaan lahan desa yang menekankan syenrgy antara pemerintah desa, BUMDes, masyarakat, dan sektor swasta. Model ini bertujuan untuk mengoptimalkan potensi lahan desa untuk pemberdayaan ekonomi berkelanjutan. Studi ini diakhiri dengan rekomendasi untuk pengembangan kapasitas, dukungan kebijakan, dan penelitian yang lebih luas untuk mengatasi tantangan dan meningkatkan efektivitas jangka panjang dari negara-negara pengelolaan lahan desa