Prijana Prijana
Program Studi Perpustakaan dan Sains Informasi, Universitas Padjadjaran

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Taktik Bauran Pemasaran The Room 19 sebagai Bisnis Jasa Informasi dan Perpustakaan Berbasis Profit-oriented Rafi Helmi Rabani; Prijana Prijana; Asep Saeful Rohman
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.2498

Abstract

Library café merupakan bentuk inovasi perpustakaan konvensional yang menggabungkan konsep kafe dengan perpustakaan. Dengan suasana yang nyaman dan santai, library café berpotensi untuk meningkatkan minat baca masyarakat Indonesia. Sebagai third place, library café berfungsi sebagai tempat pelarian antara rumah dan tempat kerja yang mendorong aktivitas literasi dan aktualisasi diri pengunjung melalui interaksi informal. Promosi library café tidak harus selalu dilakukan secara langsung, tetapi juga bisa melalui perasaan pengunjung yang membuat mereka betah dan ingin datang kembali. Berdasarkan wawancara prapenelitian dengan Co-founder The Room 19, saat ini mereka sudah memiliki 1.500 koleksi buku, memiliki menu makanan unik bernama Matilda yang terinspirasi dari buku karya Roald Dahl, dan kurasi tema bulanan melalui pemberdayaan koleksi buku. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis taktik bauran pemasaran The Room 19 dalam memastikan keberlanjutan bisnis jasa informasi dan perpustakaan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Adapun teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, studi literatur, dan dokumentasi kegiatan promosi The Room 19. Hasil menunjukkan bahwa The Room 19 menerapkan taktik bauran pemasaran 4P yaitu product, price, place, dan promotion. Pada aspek product, The Room 19 ingin menonjolkan produk serta layanan informasi dan perpustakaan mereka, seperti halnya penempatan buku pada rak dan klasifikasi koleksi yang dibuat sendiri. Pada aspek price, mereka menetapkan harga terhadap layanan dan produk mereka semata-mata mendapatkan pendapatan sebagai perpustakaan independen. Pada aspek place, The Room 19 dibuat dengan nyaman dan mudah diakses meskipun hanya memiliki satu ruangan. Adapun pada aspek promotion, The Room 19 unggul dan aktif dalam melakukan promosi melalui media sosial Instagram untuk menciptakan branding perpustakaan yang relevan serta klaborasi dengan berbagai pihak. Dapat disimpulkan bahwa selain menjadi taktik keberlanjutan bisnis, pauran pemasaran 4P diterapkan The Room 19 dalam mendukung visi mereka untuk mengaktifkan ekosistem literasi Kota Bandung.