Lanjut usia (Lansia) adalah seseorang yang telah mencapai usia 60 tahun keatas yang mempunyai hak yang sama dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, bernegara. Risiko jatuh merupakan kejadian hampir jatuh pada pasien di unit perawatan pada saat pasien istirahat maupun saat pasien terjaga, rentan terhadap resiko jatuh, yang dapat menyebabkan bahaya fisik dan gangguan kesehatan.Risiko jatuh merupakan salah satu permasalahan utama pada lansia dan berdampak serius terhadap kesehatan fisik, mental, dan sosial.Selain factor intrinsik seperti kelemahan otot dan gangguan penglihatan. Penelitian terbaru menunjukkan vahwa persepsi risiko dan gangguan kognitif juga berperan signifikan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh factor intrinsic,persepsi risiko jatuhdan gangguan kognitif terhadap risiko jatuh pada lansia. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif analitik dengan desain cross-sectional. Sampel sebanyak 40 lansisa dirawat di RS St.Elisabeth Lela yang diambil secara accidental sampling. Instrumen yang digunakan terdiri atas kuesioner risiko jatuh, Fall Efficacy Scale-International(FES-I) dan Mini-Cog. Data dianalisis secara univariat. Sebanyak 75%lansia berada pada risiko jatuh tinggi. Sebagian besar memiliki persepsi risiko rendah (60%), dan gangguan kognitif ringan (40%). Ditemukan hubungan signifikan antara gangguan kognitif dan persepsi risiko dengan tingkat risiko jatuh lansia. Risiko jatuh pada lansia dipengaruhi oleh kombinasi faktor intrinsik, persepsi diri, dan fungsi kognitifdan edukasi peningkatan kewaspadaan jatuh