Joan Puspita Tanumihardja
Stikes St. Elisabeth Keuskupan Maumere

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Gambaran Faktor Intrinsik,Persepsi Risiko,Dan Gangguan Kognitif Terhadap Risiko Jatuh Pada Lansiadi Rumah Sakit St. Elisabeth Lela Ma.Clara Yureka W.I; Joan Puspita Tanumihardja; Frederikus Vinsensius
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.2518

Abstract

Lanjut usia (Lansia) adalah seseorang yang telah mencapai usia 60 tahun keatas yang mempunyai hak yang sama dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, bernegara. Risiko jatuh merupakan kejadian hampir jatuh pada pasien di unit perawatan pada saat pasien istirahat maupun saat pasien terjaga, rentan terhadap resiko jatuh, yang dapat menyebabkan bahaya fisik dan gangguan kesehatan.Risiko jatuh merupakan salah satu permasalahan utama pada lansia dan berdampak serius terhadap kesehatan fisik, mental, dan sosial.Selain factor intrinsik seperti kelemahan otot dan gangguan penglihatan. Penelitian terbaru menunjukkan vahwa persepsi risiko dan gangguan kognitif juga berperan signifikan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh factor intrinsic,persepsi risiko jatuhdan gangguan kognitif terhadap risiko jatuh pada lansia. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif analitik dengan desain cross-sectional. Sampel sebanyak 40 lansisa dirawat di RS St.Elisabeth Lela yang diambil secara accidental sampling. Instrumen yang digunakan terdiri atas kuesioner risiko jatuh, Fall Efficacy Scale-International(FES-I) dan Mini-Cog. Data dianalisis secara univariat. Sebanyak 75%lansia berada pada risiko jatuh tinggi. Sebagian besar memiliki persepsi risiko rendah (60%), dan gangguan kognitif ringan (40%). Ditemukan hubungan signifikan antara gangguan kognitif dan persepsi risiko dengan tingkat risiko jatuh lansia. Risiko jatuh pada lansia dipengaruhi oleh kombinasi faktor intrinsik, persepsi diri, dan fungsi kognitifdan edukasi peningkatan kewaspadaan jatuh
Gambaran Perilaku Masyarakat terhadap Upaya Penanggulangan TBC Joan Puspita Tanumihardja; Mediatrix Santi Gaharpung; Christian Romario; Agus Syawal Yudhistira; Bernadina Densiana Gego
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol. 7 No. 4 (2025): Agustus 2025, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v7i4.106

Abstract

Tuberkulosis (TBC) merupakan penyakit menular yang masih menjadi tantangan besar dalam sistem kesehatan global dan nasional. Di Indonesia, beban TBC cukup tinggi termasuk di Provinsi Nusa Tenggara Timur, khususnya Kabupaten Sikka. Penanggulangan TBC tidak hanya mengandalkan terapi medis, tetapi juga membutuhkan keterlibatan aktif masyarakat dalam upaya preventif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran perilaku masyarakat terhadap upaya penanggulangan TBC yang mencakup pengetahuan, sikap, dan tindakan di Kelurahan Nangameting. Penelitian menggunakan desain deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Sebanyak 90 responden yang merupakan kontak erat dengan pasien TBC dipilih menggunakan teknik accidental sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner tertutup dan dianalisis secara univariat dalam bentuk distribusi frekuensi dan persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 48,9% responden memiliki tingkat pengetahuan dalam kategori cukup, 98,9% menunjukkan sikap yang sangat positif terhadap pencegahan TBC, dan 84,4% telah menerapkan tindakan pencegahan yang baik dalam kehidupan sehari-hari. Sumber informasi utama responden tentang TBC berasal dari petugas kesehatan dan kader posyandu (65%), diikuti oleh media televisi dan media sosial. Peran keluarga, lingkungan sosial, dan akses terhadap edukasi kesehatan menjadi faktor penting yang memengaruhi pembentukan perilaku masyarakat dalam upaya pencegahan dan pengendalian TBC.