Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Pengaruh Oral Hygiene Dengan Larutan Garam 10% Terhadap Status Kesehatan Mulut Pada Pasien Stroke Sidik Rohmadani; Fajar Alam Putra; Etty Eriyanti
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.2560

Abstract

Pasien stroke seringkali mengalami kesulitan dalam melakukan perawatan mulut sendiri karena kondisi fisik atau gangguan kognitif. Kebersihan gigi dan mulut yang kurang baik juga dapat meningkatkan risiko infeksi mukosa mulut, kerusakan gigi serta memperparah penyakit yang dideritanya. Larutan garam merupakan salah satu obat kumur herbal yang mudah diperoleh. Tujuan penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adakah pengaruh oral hygiene dengan larutan garam 10% terhadap status kesehatan mulut pada pasien stroke di ruang Lavender RSUD dr Soehadi Prijonegoro Sragen. Metode Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif pre-experimental pretest - posttest design without control group. Pemilihan sampel menggunakan teknik teknik Non Probability Sampling dengan menggunakan Purposive Sampling. Analisis data menggunakan uji statistik Wilcoxon. Hasil penelitian menunjukkan ada pengaruh oral hygiene dengan larutan garam 10% terhadap status kesehatan mulut pada pasien stroke dengan nilai ρ-value uji Wilcoxon sebesar 0,000 < nilai α 0,05 dengan nilai mean atau rata-rata OHI-S mengalami penurunan sebanyak 1,90 dimana nilai mean pretest sebesar 3,57 turun menjadi 1,67. Oral hygiene dengan larutan garam 10% dapat meningkatkan status kesehatan mulut pada pasien stroke.
Edukasi Berbasis Audio Visual Meningkatkan Tingkat Pengetahuan Remaja Tentang Pencegahan HIV/AIDS Soffinda Nur Solikhah; Etty Eriyanti; Fajar Alam Putra
Sehat Rakyat: Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2026): Februari 2026
Publisher : Yayasan Pendidikan Penelitian Pengabdian Algero

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54259/sehatrakyat.v5i1.6995

Abstract

Adolescents are a group that is vulnerable to HIV/AIDS transmission due to limited knowledge and high exposure to risky behaviors. Efforts to improve knowledge through engaging media are needed so that health messages can be optimally received. This study aimed to determine the effect of audiovisual-based education on adolescents’ level of knowledge regarding the prevention of HIV/AIDS transmission. This study employed a quasi-experimental design with a pretest–posttest control group approach. The research sample consisted of 76 respondents, divided into an intervention group and a control group, with 38 respondents in each group. The sampling technique used was proportionate stratified random sampling based on class or grade level. The research instrument was an HIV/AIDS knowledge questionnaire that had been tested for validity and reliability. The intervention was delivered in the form of an educational video with a duration of approximately 10–15 minutes. Data analysis was conducted using the marginal homogeneity test and the Kolmogorov–Smirnov test because the data were measured on an ordinal scale. The results showed an increase in the level of knowledge in the intervention group after receiving audiovisual education, with a p-value of 0.000 (p < 0.05). In contrast, no significant difference was found in the control group, with a p-value of 1.000 (p > 0.05). It can be concluded that audiovisual-based education has a significant effect on increasing adolescents’ knowledge regarding the prevention of HIV/AIDS transmission. Audiovisual media can be used as an alternative health education method for adolescents.
PENGARUH FOOT MASSAGE TERHADAP TINGKAT NYERI KEPALA PASIEN CEDERA KEPALA RINGAN Indri Ernawati; Anik Suwarni; Etty Eriyanti
Jurnal Pembangunan dan Kemandirian Kesehatan Vol. 3 No. 01 (2026): Vol. 3 No. 01 (2026): JPKK: Jurnal Pembangunan dan Kemandirian Kesehatan
Publisher : CV. Melek Literasi Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66340/yw9bg337

Abstract

Latar Belakang: Nyeri menjadi masalah yang sering terjadi pada pasien cedera kepala ringan.  Intervensi mandiri keperawatan yaitu distraksi dan relaksasi untuk mengurangi nyeri. Foot massage merupakan sesuatu penekanan dengan gerakan memijat pada area bagian kaki yang membuat terjadinya aliran energi melalui titik kaki yang dilakukan tindakan pemijatan sehingga dapat mengatasi gejala nyeri.Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh  foot massage terhadap tingkat nyeri kepala pasien cedera kepala ringan di RSUD dr. Soehadi Prijonegoro Sragen.Metode: Metode penelitian ini menggunakan rancangan penelitian kuantitatif pre-experimental pretest - posttest design without control group. Sampel diambil dengan metode purposive sampling, dengan jumlah sampel 33 pasien cedera kepala ringan yang dirawat di RSUD dr. Soehadi Prijonegoro Sragen. Instrumen penelitian skala nyeri menggunakan Numeric Rating Scale (NRS). Data hasil penelitian dianalisis menggunakan uji wilcoxon.Hasil: Hasil uji statistik menggunakan uji wilcoxon signed-rank test diperoleh nilai p-value = 0,000. Hasil uji statistik tersebut memiliki arti yakni pengaruh foot massage terhadap tingkat nyeri kepala pasien cedera kepala ringan di RSUD dr. Soehadi Prijonegoro Sragen. Kesimpulan: Foot massage menurunkan tingkat nyeri kepala pasien cedera kepala ringan di RSUD dr. Soehadi Prijonegoro Sragen. Foot massage dapat digunakan pasien cedera kepala ringan
Pengaruh Edukasi Perawatan Luka Menggunakan Media Virtual Reality terhadap Pengetahuan Merawat Luka pada Keluarga Pasien di Ruang Sadewa 2 RSUP Surakarta Lilis Nur Kusuma; Widiyono Widiyono; Etty Eriyanti
JOURNAL SAINS STUDENT RESEARCH Vol. 4 No. 2 (2026): April: Jurnal Sains Student Research
Publisher : CV. KAMPUS AKADEMIK PUBLISING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jssr.v4i2.9193

Abstract

Health education aims to improve patients' and families' understanding. The use of innovative media such as virtual reality is considered capable of providing a more interactive and immersive learning experience. The research aims to determine the effect of wound care education using virtual reality media on wound care knowledge among patients' families. This study used a pre-experimental design with a one-group pre-test-post- test. The sample was 32 respondents from families of patients with post-operative wounds. The sampling technique used purposive sampling. The research instrument used a wound care knowledge questionnaire developed from standard wound care operating procedures. The results were analyzed using the marginal homogeneity test. The level of knowledge before education was mostly inadequate for 20 respondents (62.5%), and after education, it increased to sufficient for 22 respondents (68.75%). The marginal homogeneity test yielded a p-value of 0.000, indicating an effect of wound care education using virtual reality on wound care knowledge among patients' families. Education using virtual reality effectively improved wound care knowledge among patients' families.