Latar Belakang: Keluarga Berencana (KB) pascasalin berperan penting dalam menurunkan angka kehamilan yang tidak direncanakan serta meningkatkan kesehatan ibu dan anak. Di Kabupaten Banggai Laut, cakupan kontrasepsi pascasalin masih rendah akibat keterbatasan pengetahuan ibu dan rendahnya kompetensi kader dalam memberikan edukasi. Tujuan: Meningkatkan kapasitas kader KB dalam memberikan penyuluhan kontrasepsi pascasalin serta memperluas jangkauan edukasi kepada masyarakat. Metode: Kegiatan dilaksanakan pada 20–22 Juli 2025 di Kecamatan Banggai, melibatkan 25 kader KB, 5 penyuluh lapangan (PKB/PLKB), 20 ibu anak usia dini, dan 4 ibu pascasalin. Metode pelaksanaan mencakup pelatihan kader, penyuluhan komunitas, dan edukasi interpersonal di ruang nifas dengan pendekatan edukatif-partisipatif serta pendampingan lapangan. Hasil: Pengetahuan kader tentang KB pascasalin meningkat dari 28% menjadi 92%, sedangkan kemampuan menjelaskan jenis kontrasepsi meningkat dari 24% menjadi 88%. Edukasi kepada ibu sasaran meningkatkan pemahaman mereka dari 30% menjadi 85%. Pembahasan: Peningkatan signifikan pada pengetahuan dan keterampilan kader menunjukkan efektivitas pelatihan berbasis komunitas yang disertai pendampingan intensif. Kegiatan ini juga mendorong kolaborasi antara kader, institusi kesehatan, dan perguruan tinggi dalam mendukung program nasional KB pascasalin. Kesimpulan: Pelatihan komunitas dan pendampingan intensif terbukti efektif dalam meningkatkan kompetensi kader dan kesadaran masyarakat mengenai kontrasepsi pascasalin, serta dapat menjadi model intervensi yang direplikasi di wilayah lain.