Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengaruh Pendidikan Kesehatan Avil-Dismenorhea Terhadap Pengetahuan Remaja Putri Dalam Mengatasi Dismenorhea Nila Friscandani; Diana Tri Lestari; Ashri Maulida
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.2913

Abstract

Dismenore terjadi akibat ketidakseimbangan hormon progesteron dalam darah, prostaglandin, dan faktor stress/psikologi. Dismenore dipengaruhi oleh faktor primer dan sekunder Usia, riwayat keluarga, indeks masa tubuh, status sosial ekonomi, pendidikan, merokok, dan penggunaan alkohol dapat mempengaruhi keparahan dismenore primer. Dismenore primer merupakan salah satu gangguan kesehatan reproduksi yang umum dialami oleh perempuan usia subur, terutama remaja dan dewasa muda. Jika tidak ditangani secara tepat, dismenore dapat menurunkan kualitas hidup, mengganggu aktivitas harian, menurunkan produktivitas akademik atau kerja, serta meningkatkan risiko gangguan psikologis seperti stres dan kecemasan. Selain itu, kurangnya pemahaman mengenai faktor-faktor yang memengaruhi keparahan dismenore, seperti usia, riwayat keluarga, indeks massa tubuh, status sosial ekonomi, tingkat pendidikan, kebiasaan merokok, dan konsumsi alkohol, dapat menghambat upaya pencegahan dan penanganan yang efektif. Oleh karena itu, penelitian ini penting dilakukan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang berperan dalam keparahan dismenore primer, sehingga dapat dijadikan dasar dalam penyusunan intervensi yang tepat sasaran untuk meningkatkan kesejahteraan perempuan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan avil dismenorhea terhadap pengetahuan remaja putri dalam mengatasi dismenorhea di SMK Al-Falah Winong kabupaten Pati tahun 2025. Penelitian ini merupakanpenelitian kuantitatif dengan metode eksperimental yang melibatkan 42 responden, terdiri dari 21 responden kelompok intervensi dan 21 responden kelompok kontrol dengan total sampling berupa total sampling. Intrumen dalam penelitian ini adalah kuesioner tingkat pengetahuan dan media audio visual serta leaflet dismenorhea, analisis data menggunakan wilcoxon dan mann whitney. Hasil penelitian menunjukan adanya perubahan tingkat pengetahuan dimana sebelum intervensi tingkat pengetahuan kurang 23,8%,cukup 57,1% baik menjadi kurang 0%,cukup 9,5%, baik 38,1%, sangat baik 52,4% setelah intervensi. Sedangkan Uji Mann-Whitney nilai Z -8,789 dengan P value 0,001. Hasil uji beda pada kedua kelompok didapatkan nilai Z -8,789 dengan P value 0,001 dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan antara sebelum dan sesudah intervensi baik pada kelompok intervensi maupun kelompok kontrol dan ada pengaruh intervensi pendidikan kesehatan avil dismenorhea terhadap tingkat pengetahuan remaja putri.
Hubungan Penggunaan Gadget, Jumlah Saudara, Dan Penggunaan Dua Bahasa Dengan Speech Delay Pada Anak Usia 4-6 Tahun Di TK Budi Mulyo Segoromulyo Rembang Yunita Nur Afifah; Indanah Indanah; Ashri Maulida
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.3382

Abstract

Speech delay merupakan kondisi perkembangan bahasa anak yang tidak sesuai dengan tahapan usia sebayanya. Anak dengan keterlambatan bicara berisiko mengalami hambatan dalam prestasi akademik, seperti kesulitan mengeja maupun membaca. Faktor yang diduga berhubungan dengan kondisi ini antara lain kebiasaan menggunakan gadget, jumlah saudara, serta penggunaan dua bahasa dalam kehidupan sehari-hari. Pemahaman terhadap faktor-faktor tersebut penting untuk mengetahui sejauh mana lingkungan keluarga dan kebiasaan anak dapat memengaruhi keterlambatan bicara.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara penggunaan gadget, jumlah saudara, dan penggunaan dua bahasa dengan kejadian Speech delay pada anak usia 4–6 tahun di TK Budi Mulyo, Desa Segoromulyo, Kecamatan Pamotan, Kabupaten Rembang, Provinsi Jawa Tengah tahun 2025. Jenis penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan rancangan analitik menggunakan pendekatan cross sectional. Variabel independen terdiri dari penggunaan gadget, jumlah saudara, dan penggunaan dua bahasa, sedangkan variabel dependen adalah speech delay. Populasi penelitian adalah seluruh anak usia 4–6 tahun di TK Budi Mulyo, dengan teknik pengambilan sampel total sampling sehingga jumlah sampel sama dengan populasi. Kriteria inklusi meliputi anak berusia 4–6 tahun, kooperatif, dapat diajak berkomunikasi, dan bersedia menjadi responden. Kriteria eksklusi adalah anak yang hadir namun tidak bersedia menjadi responden atau menolak mengisi kuesioner.,Pengumpulan data dilakukan menggunakan lembar kuesioner Early Language Scale (ELS) yang berisi item untuk menilai kosakata serta pemahaman perintah sederhana. Penilaian dilakukan selama satu minggu. Analisis data menggunakan uji chi-square untuk mengetahui hubungan antara variabel independen dan dependen.