Pendahuluan: Asma bronkial merupakan penyakit kronis saluran pernapasan yang ditandai dengan penyempitan jalan napas, sesak napas, dan batuk. WHO (2021) melaporkan sebanyak 262 juta penderita asma di dunia dengan 461.000 kematian pada tahun 2019. Teknik pernapasan buteyko merupakan metode nonfarmakologis yang bertujuan menurunkan frekuensi pernapasan melalui pengaturan pola napas. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas teknik buteyko terhadap penurunan frekuensi pernapasan pada pasien asma. Metode: Penelitian ini menggunakan desain deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Sampel terdiri dari dua pasien asma bronkial yang dirawat di Rumah Sakit Vita Insani Pematangsiantar. Penelitian ini dilakukan pada Ny. B tanggal 8 Mei – 10 Mei 2025 dan Ny. R pada tanggal 2 Juni – 4 Juni 2025 yang mengikuti latihan teknik buteyko selama tiga hari berturut-turut, masing-masing selama 15 menit per sesi. Instrumen pengumpulan data meliputi SOP teknik Buteyko dan lembar observasi respirasi. Hasil: Setelah penelitian dilakukan, pada Ny. B, frekuensi napas menurun dari 28x/menit menjadi 20x/menit, dan Ny. R dari 32x/menit menjadi 22x/menit. Keduanya juga menunjukkan perbaikan pada pola napas serta penurunan gejala sesak. Kesimpulan: Teknik pernapasan buteyko terbukti efektif dalam menurunkan frekuensi pernapasan dan memperbaiki pola napas pada pasien asma bronkial. Saran: Teknik Buteyko sebaiknya rutin dilakukan oleh pasien asma bronkial, baik di rumah sakit maupun di rumah, untuk membantu mengurangi gejala dan meningkatkan kualitas hidup. Perawat juga disarankan menggunakan teknik ini sebagai bagian perawatan nonfarmakologis.