Permasalahan pertumbuhan yang sering muncul pada balita adalah masalah gizi yang dapat disebabkan oleh beberapa faktor seperti hilangnya nafsu makan, gangguan fungsi saluran cerna, dan gangguan proses makanan. Pijat tui na merupakan teknik pijat untuk mengatasi kesulitan makan pada balita. Pijat Tui Na merupakan pemijatan dengan titik refleksi yang tefokus pada titik pijat di telapak kaki, kedua telapak tangan dan perut yang bertujuan untuk menormalkan sistem pencernaan dan metabolisme tubuh. Tujuan dilakukan penelitian adalah untuk mengetahui Pengaruh Pijat Tui Na terhadap Peningkatan Nafsu Makan pada Balita di Puskesmas Tambusai II. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan menggunakan rancangan Pra Eksperimen dengan desain One Group Pre Test—Posttest. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 43 orang dan sampel berjumlah 10 orang. Pengambilan sampel menggunakan teknik Purposive Sampling. Analisis data menggunakan uji t-dependent. Hasil analisis didapatkan rata-rata frekuensi sebelum dan sesudah dilakukan pijat oksitosin adalah (-2.667), dengan standar deviasi (1.093) dan standar error (0.200). dengan hasil uji T Dependent diperoleh p value = 0.000 < 0.05. Hasil ini menunjukkan bahwa H0 ditolak dan Ha gagal ditolak. Sehingga dapat disimpulkan bahwa ada Pengaruh Pijat Tui Na Terhadap Peningkatan Nafsu Makan Pada Balita Di Puskesmas Tambusai II. Diharapkan hasil penelitian ini diharapkan dapat membantu agar ibu balita lebih giat dalam menggali informasi terkait tentang penanganan dalam kesulitan makan pada balita baik secara farmakologi maupun secara non farmakologi