Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Hubungan Usia Dan Paritas Dengan Kejadian Perdarahan Postpartum Di Rumah Sakit Surya Insani Pasir Pengaraian Ermiza Ermiza; Elvira Junita; Sri Wulandari; Elvina Wanda Sari
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.3171

Abstract

Perdarahan postpartum didefinisikan sebagai kehilangan darah sebanyak 500 ml atau lebih dalam 24 jam pertama setelah persalinan. Faktor resiko perdarahan postpartum adalah riwayat perdarahan antepartum, perdarahan postpartum, kehamilan multipel, makrosomia janin, primigravida, multiparitas, usia tua, kelahiran prematur, cedera saluran genital, tidak menggunakan oksitosin untuk profilaksis perdarahan postpartum, induksi persalinan, persalinan seksio sesaria dan kematian janin intrauterin. Faktor penyebab perdarahan postpartum antara lain atonia uteri, robekan jalan lahir, retensio plasenta, dan Inversi uterus. Tujuan dilakukan penelitian adalah untuk untuk mengetahui hubungan usia dan paritas dengan kejadian perdarahan postpartum pada ibu bersalin di Rumah Sakit Surya Insani Pasir Pengaraian. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriftif analitik dengan desain cross sectional. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 341 orang dan sampel berjumlah 172 orang. Pengambilan sampel menggunakan teknik purpossive sampling. Penelitian dilakukan dari bulan Agustus sampai Oktober 2024 di Rumah Sakit Surya Insani. Teknik pengumpulan data dengan mengumpulkan data rekam medis elektronik Rumah Sakit Surya Insani. Analisis data menggunakan uji chi square. Hasil menunjukkan bahwa terdapat hubungan usia dengan kejadian perdarahan postpartum pada ibu bersalin di Rumah Sakit surya Insani Pasir Pengaraian dengan p-value 0.036 < 0.05. Selain itu, terdapat hubungan paritas dengan kejadian perdarahan postpartum pada ibu bersalin di Rumah Sakit surya Insani Pasir Pengaraian dengan p-value  0.019 < 0.05. Penelitian ini dapat dijadikan evaluasi bagi rumah sakit untuk meningkatkan pelayanan kesehatan serta menambah pengetahuan tenaga kesehatan mengenai faktor resiko perdarahan postpartum.    
Gambaran Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Ketuban Pecah Dini (KPD) Di Rumah Sakit Surya Insani Tahun 2024 Ermiza Ermiza; Rahmi Fitria; Nana Aldriana; Ketrin Cahya Liberty
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.3172

Abstract

Ketuban pecah dini adalah suatu kondisi ketika kantung ketuban pecah sebelum proses persalinan atau ketika usia kandungan belum mencapai 37 minggu. Kondisi ini dapat membahayakan nyawa ibu maupun janin. Ada beberapa faktor prediposisi terjadinya ketuban pecah dini adalah selaput ketuban yang abnormal, servik inkompetensia, kelainan letak janin, usia wanita kurang dari 20 tahun dan di atas 35 tahun, faktor golongan darah, faktor multigraviditas/paritas, merokok, keadaan sosoial ekonomi, perdarahan antepartum, riwayat abortus dan persalinan preterm sebelumnya, riwayat kpd seberlumnya, defiensi gizi, serta trauma yang di dapat misalnya hubungan seksual, pemeriksaan dalam.  Tujuan dilakukan penelitian adalah mengetahui gambaran faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya Ketuban Pecah Dini (KPD) di Rumah Sakit Surya Insani Pasir Pengaraian. Penelitian ini menggunakan observasi analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini seluruh ibu bersalin di rumah sakit Surya Insani, Sampel berjumlah 566 orang. Pengambilan sampel menggunakan teknik sampling jenuh. Teknik pengumpulan data dengan mengumpulkan data rekam medis elektronik Rumah Sakit Surya Insani. Data dianalisis dengan analisis univariat. Hasil menunjukkan mayoritas ibu bersalin dengan kelompok usia beresiko sebanyak 57 orang (10.1%), kelompok usia kehamilan aterm sebanyak 512 orang (90.5%), untuk kelompok paritas beresiko sebanyak  526borang ( 92.9%), sedangkan kelompok anemia yang beresiko sebanyak 113 orang (20.0%). Penelitian ini dapat dijadikan ibu hamil yang memiliki faktor risiko KPD untuk melakukan pemeriksaan antenatal care yang teratur dan bermutu serta menghindari faktor-faktor yang dapat menyebabkan terjadinya KPD.