Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Profil LC-MS/MS dan Aktivitas Antimikroba Ekstrak Kulit Jeruk Nipis (Citrus aurantifolia) terhadap Bakteri Resisten Escherichia coli Diding Pradita; Budianto Lumban Gaol
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.3189

Abstract

Bakteri Escherichia coli yang resisten terhadap berbagai antibiotik menjadi tantangan serius dalam pengendalian infeksi, sehingga pencarian sumber antimikroba baru menjadi sangat penting. Kulit jeruk nipis (Citrus aurantifolia), yang sering kali hanya dianggap limbah, sebenarnya menyimpan berbagai metabolit sekunder yang berpotensi memiliki aktivitas antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap profil senyawa bioaktif dalam ekstrak etanol kulit jeruk nipis menggunakan analisis LC-MS/MS, sekaligus menguji kemampuan ekstrak tersebut melawan bakteri resisten Escherichia coli. Proses ekstraksi dilakukan dengan metode maserasi menggunakan etanol 96%, kemudian hasilnya dianalisis secara LC-MS/MS untuk mengidentifikasi komponen kimia utama. Dari analisis, terdeteksi 46 senyawa yang meliputi tannin, kumarin, flavonoid, glikosida, terpenoid, dan asam lemak. Aktivitas antibakteri diuji menggunakan metode mikrodilusi sesuai standar CLSI, dengan pengukuran konsentrasi hambat minimum (KHM) dan konsentrasi bunuh minimum (KBM). Hasil menunjukkan KHM ekstrak sebesar 250 μg/mL dan KBM sebesar 500 μg/mL terhadap bakteri resisten Escherichia coli. Sebagai pembanding, antibiotik Vancomycin menunjukkan KHM dan KBM yang sama, yaitu 7,8125 μg/mL. Meskipun potensi ekstrak masih di bawah antibiotik standar, keberagaman senyawa yang terkandung membuka peluang untuk eksplorasi lebih lanjut, seperti fraksinasi, studi mekanisme aksi, atau pengembangan sebagai agen pendukung terapi. Penelitian ini menegaskan bahwa bahan alami sederhana seperti kulit jeruk nipis dapat menjadi sumber inspirasi dalam menghadapi masalah resistensi antimikroba yang kian mengkhawatirkan.