Disparitas akses pelayanan kesehatan masih menjadi tantangan utama sistem kesehatan Indonesia, terutama di wilayah timur dan daerah terpencil. Berbagai kebijakan kesehatan telah diimplementasikan untuk meningkatkan akses dan pemerataan layanan, namun evaluasi komprehensif terhadap dampaknya masih terbatas. Menganalisis dampak kebijakan kesehatan terhadap akses pelayanan kesehatan masyarakat dengan mempertimbangkan faktor kontekstual yang mempengaruhi implementasi. Penelitian menggunakan systematic literature review terhadap jurnal nasional dan internasional periode 2021-2025. Pencarian dilakukan melalui database Google Scholar, PubMed, ScienceDirect, DOAJ, dan Garuda Ristekbrin dengan kata kunci "kebijakan kesehatan", "akses pelayanan kesehatan", "health policy", dan "access to healthcare". Analisis tematik digunakan untuk mengidentifikasi pola dan dampak kebijakan. Sepuluh studi menunjukkan kebijakan kesehatan memiliki pengaruh signifikan terhadap akses pelayanan. Program JKN meningkatkan akses dan kepuasan pasien namun menghadapi kendala distribusi tenaga kesehatan dan infrastruktur di daerah tertinggal. Kebijakan penanggulangan COVID-19 berhasil mengintegrasikan layanan kesehatan mental. Faktor geografis (lokasi terpencil, transportasi), sosial ekonomi (kemiskinan, pendidikan), dan kultural (stigma penyakit) menjadi hambatan utama akses pelayanan. Efektivitas kebijakan kesehatan dalam meningkatkan akses pelayanan sangat bergantung pada desain kebijakan, konteks implementasi, dan faktor sosial-ekonomi-geografis. Kebijakan efektif memerlukan pendekatan multisektoral yang mempertimbangkan kompleksitas konteks lokal untuk mewujudkan sistem kesehatan inklusif dan berkeadilan.