Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Optimalisasi Penanganan Muatan Liquefied Natural Gas ( Lng) Di Kapal Gas Dengan Mesin Duel Diesel Fuel (Ddf) Amalil Aziz; Yuni Mariah; Tazkiyah Tazkiyah
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.3328

Abstract

LNG atau Liquefied Natural Gas, adalah gas alam yang telah didinginkan hingga mencapai bentuk cair pada suhu sekitar -162°C (-260°F). Proses pencairan ini di lakukan untuk mengurangi volume gas LNG menjadi 1/600 kali, sehingga lebih mudah dan efisien untuk disimpan dan diangkut, terutama ke tempat-tempat yang tidak terjangkau oleh jaringan pipa gas. Gas alam, yang sebagian besar terdiri dari metana, dapat diubah menjadi LNG melalui proses pencairan di fasilitas khusus. LNG tersebut perlu diubah kembali menjadi gas dengan proses regasifikasi dan selanjutnya diangkut dengan kapal tanker LNG atau truk khusus ke berbagai lokasi untuk digunakan sebagai bahan bakar atau energi. Pengangkutan dan penanganan muatan LNG memiliki berbagai resiko dan bahaya yang perlu ditangani dengan ketat untuk mencegah insiden serius seperti kebocoran, ledakan, kriogenik, asfiksia, jet fire (pembakaran langsung) dan Boil off gas. LNG (Liquefied Natural Gas) dapat digunakan sebagai bahan bakar dalam aplikasi Dual-Fuel Diesel yang menggabungkan gas alam cair (LNG) dengan solar (diesel). Teknologi ini memungkinkan mesin diesel konvensional untuk beroperasi dengan campuran gas dan solar, memberikan manfaat seperti efisiensi energi yang lebih baik, pengurangan emisi, dan penghematan biaya bahan bakar. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah: 1). Bagaimana pelaksanaan pemuatan dan pembongkaran LNG di Kapal Gas untuk menjaga keamanan dan efektivitas. 2). Mengidentifikasi peralatan teknologi yang digunakan di Kapal Gas untuk mendukung penanganan muatan LNG. 3). Bagaimana prosedur keamanan dan keselamatan untuk pencegahan terjadinya resiko bahaya pada pengangkutan dan penanganan LNG di Kapal Gas. 4). Bagaimana teknologi Duel Diesel Fuel (DDF) sebagai penggerak mesin kapal yang mengangkut LNG. Metode penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan menggunakan teknik pengumpulan data dari Interview, Observasi, dan Studi Pustaka. Hasil pengamatan di kapal LNG dalam penelitian ini adalah untuk optimalisasi dalam penanganan muatan LNG dengan menjaga keamanan dan efektivitas adalah mengetahui langkah-langkah prosedur pemuatan dan pembongkaran LNG, termasuk protokol keamanan, suhu, tekanan dan peralatan yang diperlukan untuk menjaga kondisi LNG selama proses tersebut. Peralatan teknologi yang digunakan di Kapal Gas untuk mendukung penanganan muatan LNG adalah tanki kriogenik, system pemantauan gas dan teknologi transfer LNG harus dievaluasi performanya untuk dapat membantu meningkatkan effisiensi dan keamanan. Untuk pencegahan terjadinya resiko bahaya pada pengangkutan dan penanganan LNG di Kapal Gas diperlukan prosedur keamanan dan keselamatan dalam penanganan LNG, termasuk peralatan keselamatan yang digunakan, pelatihan Awak Kapal, serta penanganan potensi kebocoran atau kebakaran. Teknologi Diesel Dual Fuel adalah salah satu dari penggerak mesin kapal LNG karena bahan bakar utama yang digunakan adalah LNG dan minyak diesel untuk pembakarannya.
Analisis Potensi Pencemaran Laut akibat Penggunaan Zat Kimia Beracun Cat Antifouling pada Lambung Kapal Yuni Mariah; Amalil Aziz; Erin Busrian
DIVERSITY: Journal of Multi Science Linearity Vol. 3 No. 2 (2026): DIVERSITY: Journal of Multi Science Linearity, February 2026
Publisher : ASIAN PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58738/diversity.v3i2.1330

Abstract

Pencemaran laut adalah kotoran atau hasil buangan aktivitas makhluk hidup yang masuk ke dalam laut. Penggunaan cat anti organisme menempel (antifouling) kapal merupakan salah satu sumber pencemar logam berat di laut,sedimen di dekat dok dan tempat sandar kapal  yang dapat merusak laut dan membunuh kehidupan di laut.    Logam berat seperti Cu dan Pb merupakan  polutan di perairan laut yang berasal dari lepasnya cat antifouling ke laut yang banyak digunakan pada lambung kapal. Industri galangan kapal dan pengecatan antifouling pada kapal berpotensi sangat besar menimbulkan pencemaran logam berat tembaga (Cu) dan timbal (Pb). Logam berat yang  terdapat di perairan laut   berbahaya baik secara langsung   maupun tidak langsung terhadap kehidupan organisme dan kesehatan manusia, karena bila logam berat tersebut tercemar di perairan laut akan mengalami penumpukan pada  organisme laut  dan   konsentrasi yang  tinggi logam berat dapat bersifat racun yang dapat membunuh organisme laut di dasar kapal.