Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Penggunaan Aplikasi ThinkListen untuk Peningkatan Berpikir Kritis melalui Pertanyaan HOTS dalam Pembelajaran Listening EFL Iqbal Firdaus; Diba Ramadhana
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.3369

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis efektivitas aplikasi ThinkListen berbasis Higher-Order Thinking Skills (HOTS) dalam meningkatkan keterampilan berpikir kritis mahasiswa pada pembelajaran listening (Listening for Academic Purposes) di konteks EFL. Masalah yang diangkat berawal dari kurangnya penerapan aktivitas berpikir tingkat tinggi dalam pengajaran listening, yang umumnya masih menekankan keterampilan pemahaman tingkat rendah. Penelitian menggunakan desain Classroom Action Research (CAR) dengan dua siklus, masing-masing mencakup perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Aplikasi ThinkListen dimanfaatkan untuk menyajikan materi audio akademik, memberikan pertanyaan HOTS (analisis, evaluasi, kreasi), serta memfasilitasi diskusi interaktif dan pelacakan kemajuan belajar. Subjek penelitian terdiri atas enam mahasiswa tingkat menengah di sebuah universitas swasta di Banjarmasin. Data diperoleh melalui lembar observasi, refleksi mahasiswa, serta pre-test dan post-test berbasis aplikasi. Hasil menunjukkan peningkatan skor rata-rata dari 62 pada pre-test menjadi 78 pada post-test, disertai keterlibatan mahasiswa yang lebih aktif dalam menjawab pertanyaan analitis dan evaluatif. Temuan ini menegaskan bahwa integrasi aplikasi digital berbasis HOTS efektif dalam mengembangkan keterampilan berpikir kritis sekaligus meningkatkan partisipasi mahasiswa pada pembelajaran listening EFL.
Teacher’s Experience on Using English as Medium of Instruction for Science in Islamic Educational Context Diba Ramadhana
Sintuwu Maroso Journal of English Teaching Vol 11 No 1 (2025): Sintuwu Maroso Journal of English Teaching
Publisher : Universitas Sintuwu Maroso

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71127/2829-9426.734

Abstract

This study explores the lived experiences of a science teacher implementing English Medium Instruction (EMI) in an Indonesian Islamic elementary school. Amid the global push for EMI, it examines the often-overlooked intersection of pedagogical, linguistic, and cultural-religious pressures faced by educators in such unique contexts. Using a qualitative phenomenological approach, the study analyzes data from a semi-structured interview to understand the teacher’s challenges and meaning-making processes. Findings reveal three key themes: (1) the teacher’s daily experience as a constant balancing act between delivering science content and teaching in English; (2) the navigation of significant linguistic, pedagogical, and emotional challenges; and (3) the intentional effort to reconcile English instruction with Islamic values, framing EMI as a means to cultivate a “Global Muslim” identity. The study argues that the teacher functions as an intuitive, culturally responsive agent, employing strategies like translanguaging to bridge global educational demands and local cultural values. The study concludes that effective EMI implementation in culturally diverse settings must go beyond focusing solely on language proficiency. It calls for policies and professional development that support teachers in their complex roles as cultural mediators. These insights have implications for designing context-sensitive educational programs that empower teachers working at the intersection of global and local educational expectations.
Pendampingan Pembelajaran Bahasa Inggris untuk Anak-anak Panti Asuhan melalui Model Service-learning Interaktif Diba Ramadhana; Sitti Khadijah
Jurnal Pengabdian Masyarakat Wadah Publikasi Cendekia Vol 3 No 1 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat WPC
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/jpmwpc.v3i1.915

Abstract

Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memperkenalkan pembelajaran kosakata bahasa Inggris yang menyenangkan dan mudah dipahami kepada anak-anak di Panti Asuhan Graha Baiturrahmah, Banjarmasin. Analisis kebutuhan awal menunjukkan bahwa 34 anak (27 siswa sekolah dasar dan 7 siswa sekolah menengah pertama) memiliki tingkat penguasaan tata bahasa dan kosakata bahasa Inggris yang masih rendah. Permasalahan ini perlu ditangani untuk memperkuat kemampuan dasar bahasa Inggris mereka sekaligus meningkatkan motivasi belajar. Program ini dilaksanakan dalam dua kali pertemuan dengan menggunakan model service-learning interaktif yang melibatkan dosen dan mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris. Metode yang diterapkan meliputi observasi awal, pengembangan lembar kerja yang sesuai dengan usia peserta, serta pelaksanaan sesi pembelajaran secara langsung. Pendekatan pembelajaran mengintegrasikan permainan edukatif, media visual, lagu, dan praktik percakapan sederhana sebagai upaya menggantikan metode pembelajaran monoton yang sebelumnya dialami anak-anak. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan dalam pemahaman kosakata bahasa Inggris dasar serta tingkat partisipasi aktif anak-anak. Penggunaan aktivitas pembelajaran yang menarik dan berpusat pada peserta didik mampu meningkatkan perhatian, kepercayaan diri, dan kemauan untuk berkomunikasi menggunakan bahasa Inggris sederhana. Program ini berhasil meningkatkan keterampilan kosakata bahasa Inggris anak-anak panti asuhan sekaligus memperkuat kompetensi akademik dan sosial mahasiswa yang terlibat. Temuan ini menunjukkan efektivitas model service-learning yang memberikan manfaat ganda dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat.