Penerapan manajemen pembelajaran aktif dalam pembelajaran fiqih ibadah di MI Roudlotul Huda Purwosari bertujuan untuk meningkatkan keterlibatan dan pemahaman siswa terhadap materi. Meskipun pengajaran fiqih di MI ini masih cenderung menggunakan metode konvensional, pendekatan aktif diharapkan dapat mengatasi kurangnya interaksi dan meningkatkan partisipasi siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi penerapan manajemen pembelajaran aktif di kelas fiqih ibadah serta mengidentifikasi tantangan yang dihadapi guru dan siswa dalam proses tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan observasi langsung, wawancara mendalam dengan guru dan siswa, serta analisis dokumen. Data yang diperoleh akan dianalisis secara induktif untuk menggali tema-tema utama terkait penerapan manajemen pembelajaran aktif, serta tantangan dan solusi yang dihadapi dalam pembelajaran fiqih ibadah di MI Roudlotul Huda Purwosari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan manajemen pembelajaran aktif melalui metode seperti diskusi kelompok, simulasi ibadah, dan permainan peran telah meningkatkan keterlibatan siswa dalam pembelajaran. Meskipun terdapat tantangan terkait kesiapan guru, keterbatasan fasilitas, dan pengelolaan waktu, metode ini terbukti efektif dalam meningkatkan pemahaman siswa mengenai tata cara ibadah. Siswa yang terlibat aktif menunjukkan pemahaman yang lebih mendalam dan dapat mengaplikasikan ilmu yang dipelajari dalam kehidupan sehari-hari. Penerapan manajemen pembelajaran aktif dalam pembelajaran fiqih ibadah di MI Roudlotul Huda Purwosari menunjukkan hasil yang positif meskipun terdapat tantangan yang harus diatasi. Pembelajaran aktif dapat meningkatkan partisipasi siswa, pemahaman materi, serta keterampilan sosial dan kritis. Oleh karena itu, pelatihan berkelanjutan bagi guru dan pemanfaatan teknologi sederhana dapat lebih meningkatkan efektivitas penerapan pembelajaran aktif dalam konteks fiqih ibadah di masa depan.