Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Qualitative Analysis of Implementation Constraints of Sustainable Irrigation Project in Agricultural Areas of Indonesia Wulandari Alwinda Puspasari; I Putu Artawan
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.3403

Abstract

The study purpose was to analyze the obstacles in implementing sustainable irrigation projects in Indonesia’s agricultural sector, considering the country’s high dependence on stable and efficient water availability. Despite the urgent need for sustainable irrigation to support agricultural productivity and food security, numerous barriers remain in practice, reducing the effectiveness of irrigation systems. This research focuses on identifying and categorizing these obstacles into technical, social, economic, and policy aspects in order to provide comprehensive insights into the challenges faced by farmers and stakeholders. Materials and methods A qualitative research approach was employed, using in-depth interviews with farmers and relevant stakeholders, focus group discussions (FGDs), and direct field observations in selected agricultural regions. The collected data were analyzed thematically to identify recurring issues and interrelated problem patterns. This methodological framework allowed the study to capture the perspectives of multiple actors and reveal systemic challenges in irrigation project implementation. Results. The findings indicate that technical constraints are primarily due to aging infrastructure, leakage in irrigation channels, and lack of routine maintenance. From the social perspective, the main issues include limited community participation and low awareness of equitable water management. Economic barriers arise from inadequate government funding and minimal community contributions for infrastructure upkeep. On the policy level, weak institutional coordination and overlapping regulations were identified as significant impediments. Conclusions. The study concludes that achieving sustainable irrigation in Indonesia requires a collaborative strategy that integrates government agencies, local communities, private sector involvement, and non-governmental organizations. A more holistic and participatory approach in planning, implementation, and evaluation processes is crucial to overcoming these obstacles. Such integrative efforts will be vital for strengthening agricultural resilience and ensuring national food security.
Analisis Kinerja Struktural Jembatan Gantung Berbasis Baja Ringan untuk Daerah Rawan Gempa: Structural Performance Analysis of Light Steel Suspension Bridges for Earthquake-Prone Areas Muhammad Hijerah Al Ahmad; I Putu Artawan; M. Ainur Ridlo; Eko Wahyudi; Enny Harviyanti
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 8 No. 1: Januari 2025 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v8i1.7172

Abstract

Jembatan gantung merupakan infrastruktur vital, terutama di daerah rawan gempa seperti Mamuju, Indonesia. Penggunaan baja ringan dalam konstruksi jembatan semakin mendapat perhatian karena rasio kekuatan terhadap berat yang tinggi serta fleksibilitasnya yang dapat meningkatkan ketahanan struktur terhadap beban seismik. Penelitian ini menganalisis kinerja struktural jembatan gantung berbasis baja ringan di daerah rawan gempa menggunakan pendekatan eksperimental dan numerik. Uji shake table serta simulasi finite element analysis (FEA) dilakukan untuk mengevaluasi respons osilasi, gaya geser, dan deformasi struktur baja ringan dibandingkan dengan baja konvensional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa baja ringan mampu mengurangi gaya inersia sebesar 35%, meningkatkan efisiensi redaman seismik hingga 40%, serta meminimalkan deformasi lateral sebesar 25%. Analisis regresi lebih lanjut mengonfirmasi hubungan yang kuat (R² = 0.944) antara persentase penggunaan baja ringan dengan peningkatan ketahanan terhadap gempa. Selain itu, faktor keamanan jembatan berbasis baja ringan lebih tinggi (berkisar antara 1.836 hingga 1.973) dibandingkan desain konvensional. Temuan ini menunjukkan bahwa baja ringan merupakan material yang layak digunakan untuk meningkatkan ketahanan jembatan di daerah rawan gempa. Selain itu, efisiensi biaya baja ringan, yang ditunjang oleh pengurangan biaya material dan perawatan, menjadikannya pilihan praktis untuk pengembangan infrastruktur. Studi ini memberikan wawasan penting bagi pembuat kebijakan dan insinyur dalam mengoptimalkan desain jembatan gantung, guna memastikan keselamatan struktur dan efisiensi ekonomi.