Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas penerapan model pembelajaran problem based learning yang terintegrasi science, technology, engineering, and mathematics (STEM) pada materi asam basa dalam meningkatkan hasil belajar peserta didik. Pendekatan ini dirancang untuk memberikan konsep pemahaman kimia melalui pengetahuan sains, teknologi, rekayasa dan matematika sehingga menciptakan pembelajaran yang menarik dan relevan bagi peserta didik. Penelitian menggunakan two group pretest posttest dengan subjek 68 peserta didik di kelas XII-D dan XII-F MAN 2 Semarang. Teknik analisis data yang digunakan meliputi statistik deskriptif dan uji N-Gain dengan bantuan software SPSS Statistics 25. Instrumen yang digunakan berupa tes pilihan ganda, terdiri dari lima belas soal pretest-posttest sesuai materi asam basa. Hasil pretest menunjukkan seluruh peserta didik berada pada kategori rendah dengan rata-rata skor 59. Setelah penerapan pembelajaran dilakukan, terjadi peningkatan signifikan pada hasil post test kelas eksperimen, dengan rata-rata skor mencapai 83 sedangkan kelas kontrol memiliki rata-rata skor 71. Nilai rata-rata N-Gain kelas eksperimen sebesar 0,6055 termasuk kategori sedang, dan persentase peningkatan sebesar 60,5 persen tergolong cukup efektif. Pada kelas kontrol rata-rata N-Gain ada pada 0,35 sehingga termasuk kategori tidak efektif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model problem based learning yang terintegrasi dengan STEM cukup efektif dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik. Integrasi STEM dalam pembelajaran kimia mendukung peningkatan hasil belajar serta menciptakan suasana belajar yang lebih kontekstual, interaktif, dan menarik.