Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana kinerja guru dalam meningkatkan kualitas pembelajaran Siswa SMA Negeri 1 Suwawa Timur Kabupaten Bone Bolango. Guru tidak hanya bertugas menyampaikan materi, tetapi juga menjadi faktor penentu keberhasilan proses belajar mengajar. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan tujuan untuk menggambarkan kondisi faktual terkait kinerja guru dalam meningkatkan kualitas pembelajaran. Data penelitian diperoleh melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, yang kemudian dianalisis berdasarkan tiga indikator utama, yaitu efektivitas, disiplin, dan kualitas pengajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kinerja guru masih menghadapi beberapa kendala. Dari aspek efektivitas, pembelajaran dinilai kurang optimal karena metode yang digunakan cenderung monoton dan kurang memberikan pengalaman praktis kepada siswa, sehingga menimbulkan kebosanan. Dari aspek disiplin, masih terdapat guru yang sering terlambat atau tidak hadir tanpa pemberitahuan, yang berdampak pada keberlangsungan proses belajar. Sementara itu, dari aspek kualitas, meskipun guru telah berupaya memberikan yang terbaik, tantangan masih muncul pada pengelolaan kelas, pemilihan metode yang bervariasi, serta pemanfaatan teknologi pembelajaran. Adapun rekomendasi untuk mengatasi ini adalah Sekolah perlu mendorong penerapan pembelajaran berbasis proyek (Project-Based Learning) agar siswa lebih aktif dan mampu menghubungkan teori dengan praktik. Kepala sekolah juga diharapkan mempertegas aturan kedisip linan melalui sanksi yang jelas bagi guru yang melanggar. Selain itu, pelatihan yang berfokus pada pengelolaan kelas, variasi metode pengajaran, dan penggunaan teknologi perlu diberikan untuk meningkatkan kapasitas guru. Dengan demikian, proses pembelajaran dapat menjadi lebih efektif, bermakna, dan sesuai dengan tuntutan zaman.