Rusmauli Lumban Gaol
Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Santa Elisabeth, Medan

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Gambaran Stres dan Kualitas Tidur Resiko Hiperglikemia Pada Lansia Diabetes Melitus di Rumah Sakit Santa Elisabeth Medan Tahun 2025 Magda Siringo-ringo; Rusmauli Lumban Gaol; Reni T. H Pasaribu
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.3458

Abstract

Diabetes melitus (DM) merupakan penyakit kronis yang ditandai dengan meningkatnya kadar glukosa darah (hiperglikemia), yang berisiko menimbulkan berbagai komplikasi serius terutama pada lansia. Stres psikologis dan kualitas tidur yang buruk menjadi dua faktor penting yang berkontribusi terhadap tingginya kadar gula darah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran stres dan kualitas tidur sebagai risiko hiperglikemia pada lansia dengan diabetes melitus di Rumah Sakit Santa Elisabeth Medan tahun 2025. Metode Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Sampel berjumlah 74 lansia yang dipilih dengan teknik purposive sampling. Instrumen penelitian yang digunakan meliputi kuesioner PSS-10 untuk menilai tingkat stres, PSQI untuk mengukur kualitas tidur, dan glucometer untuk memeriksa kadar gula darah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden mengalami tingkat stres ringan (37,8%), sedang (58,1%) dan berat (4,1%), serta kualitas tidur yang buruk (45,9%). Di sisi lain, lebih dari separuh responden (73,0%) memiliki kadar gula darah di atas normal (≥126 mg/dL), yang mengindikasikan kondisi hiperglikemia berdasarkan hasil pemeriksaan kadar gula darah puasa. Faktor-faktor yang menyebabkan stres dan gangguan tidur antara lain adalah tekanan psikososial, gangguan fisik, serta kurangnya dukungan sosial dan pengelolaan penyakit yang tidak optimal. Kesimpulan Penelitian ini menyimpulkan bahwa stres dan kualitas tidur memiliki hubungan erat terhadap risiko hiperglikemia pada lansia penderita diabetes melitus. Manajemen stres dan perbaikan kualitas tidur perlu dijadikan bagian integral dalam pengelolaan diabetes lansia, guna mencegah komplikasi jangka panjang. Edukasi dan dukungan keluarga serta intervensi berbasis relaksasi dan pola hidup sehat sangat dianjurkan dalam pengelolaan holistik pasien diabetes melitus.
Faktor-Faktor Yang Menyebabkan Burnout Pada Perawat Di Ruang Rawat Bedah Rumah Sakit Santa Elisabeth Medan Tahun 2025 Indra Hizkia; Rusmauli Lumban Gaol; Agustina Marbun
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.4814

Abstract

Burnout merupakan kondisi kelelahan ekstrem yang terjadi baik secara fisik maupun mental yang telah menjadi isu serius dalam dunia keperawatan global. World Health Organization (WHO) pada tahun 2019 secara resmi mengakui burnout sebagai fenomena yang berkaitan dengan dunia kerja dan memasukkannya ke dalam International Classification of Diseases edisi ke-11 (ICD-11). Prevalensi burnout di kalangan perawat global mencapai 11,23%, sementara di Indonesia sekitar 50,9% perawat melaporkan mengalami stres kerja. Ruang rawat bedah merupakan area dengan karakteristik unik yang memiliki tingkat kompleksitas perawatan tinggi, tuntutan teknis spesifik, dan tanggung jawab besar terhadap keselamatan pasien perioperatif yang dapat memicu terjadinya burnout pada perawat. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang menyebabkan burnout pada perawat di ruang rawat bedah Rumah Sakit Santa Elisabeth Medan tahun 2025, khususnya dalam dimensi kelelahan emosional, depersonalisasi, dan rendahnya prestasi pribadi. Metode penelitian ini menggunakan desain deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Sampel berjumlah 33 perawat yang dipilih dengan teknik total sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner Maslach Burnout Inventory (MBI) yang telah diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia, mencakup 22 pernyataan yang terdiri dari 9 pernyataan kelelahan emosional, 5 pernyataan depersonalisasi, dan 8 pernyataan rendahnya prestasi diri. Data dikumpulkan melalui pengisian kuesioner langsung oleh responden selama bulan Mei 2025. Hasil penelitian menunjukkan tingkat burnout pada perawat relatif rendah dengan dimensi kelelahan emosional sebesar 9,1%, depersonalisasi 6,1%, dan rendahnya prestasi diri 24,2%. Karakteristik demografi menunjukkan mayoritas responden berusia dewasa madya 40-60 tahun (57,6%), berjenis kelamin perempuan (87,9%), berpendidikan Ners (66,7%), memiliki masa kerja >3 tahun (63,6%), dan berstatus belum menikah (63,6%). Kesimpulan penelitian ini menyimpulkan bahwa tingkat burnout pada perawat di Ruang Rawat Bedah Rumah Sakit Santa Elisabeth Medan berada pada tingkat yang rendah, namun dimensi rendahnya prestasi diri memiliki persentase tertinggi yang mengindikasikan perlunya perhatian khusus terhadap pengembangan diri dan motivasi perawat. Manajemen rumah sakit perlu mempertahankan kondisi kerja yang mendukung kesejahteraan perawat melalui program pengembangan kompetensi berkelanjutan, sistem penghargaan prestasi kerja, dan kegiatan refreshing di luar jam kerja untuk mencegah peningkatan burnout di masa mendatang demi menjaga kualitas pelayanan keperawatan yang optimal.